Dika And His School Life

Dika And His School Life
BAB 14



BAB 14


"Okeh siap, tugas kelompok lagi!! Eh gua capek serius dah. Udah diskusi ga selesai-selesai, terus dapet kelompok kayak... Ya ga buruk-butuk banget sih, dah lah" - Gita -


...----------------...


"Yaudah kalo gitu udahan dulu ngomongnya, keluar kalian dari kelas ini!" Ujar Febri pada kami.


"Lah ngusir lu?" Balas Gita.


"Iya! Emang kenapa??" Balas Febri lagi.


"Oh yaudah sih, Gio! Yuk pulang bareng" Ajak Gita pada Gio.


"Kan kita emang tiap hari pulang bareng Git..." Ucap Gio.


"Oh iya ya, yaudah yuk!" Ujar Gita sambil berjalan di luar kelas.


"Ehm Dika, aku pulang bareng kalian ya. Hari ini ayahku ga bisa jemput soalnya" Ujar Tika padaku.


"Oh iyaa, bolehh. Ga ada yang ngelarang kok" Jawabku sambil mengajaknya keluar kelas.


"Heh, inget ya nanti diomongin lagi di grup!" Teriak Febri dari dalam kelas.


"Iya!" Balas kami juga berteriak dari luar kelas.


Seperti biasanya, kami pulang dengan berjalan bersama. Ditengah perjalanan, kami membahas mengenai tugas praktek PJOK tadi, karena kami sekelompok.


Sama seperti di sekolah tadi, kami masih membahas tentang senam apa yang akan kami praktekkan, dan coba tebak? Sepanjang perjalanan sampai sudah di depan komplek kami belum sepakat juga. Dari tadi si Gita nolak terus kerjaannya, si Gio ngasih usulan juga ngaco mulu, terus si Tika nyimak doang.


Aku ragu kami bisa nentuin senamnya hari ini, tapi kemudian Gio mengajak kami untuk terus membicarakan ini secara langsung di lapangan komplek.


"Yaudah gini aja, kita omongin dulu ini secara langsung di lapangan komplek, pokoknya jangan pulang dulu kalian" Usul Gio.


"Ayo aja, pokoknya omongin sampe tuntas baru boleh pulang" Ujar Gita.


"Tapi Dian sama Febri gimana? Mereka kan ga sama kita" Ucap Tika yang akhirnya angkat bicara.


"Gapapa, Febri pasti setuju kok, Dian juga kalo si Gita udah setuju pasti dia ikut juga" Jawabku.


Akhirnya kami duduk di lapangan sesuai dengan yang kami sepakati tadi, kami duduk membentuk lingkaran untuk mempermudah diskusi. Setelah sekitar 15 menit kami habiskan di lapangan, akhirnya kami menemui kata sepakat.


"Okeh! Kalo gitu senam yang itu aja ya!" Ujar Gita akhirnya setuju.


"Yaudah, kita sepakat ya. Jangan ada yang berubah lagi" Lanjut Gio setelahnya.


"Tapi... Aku ga bisa kalo senam itu" Ucap Tika, kami terdiam sesaat.


"Hahaha! Maaf bercanda, senam itu aja gapapa kok" Lanjut Tika beberapa saat setelahnya, kami menghembuskan nafas lega.


"Waduh tik, ku kira beneran tadi" Ucapku.


"Tau nih, kalo beneran ga bisa mau sampe kapan kita disini terus? Gua pengen pulang tik~!" Ujar Gita sambil menggoyangkan pundak Tika.


"Okelah kalo gitu, gua pulang dulu ya, capek! Dah Tik, Ka!" Ujar Gio lalu berjalan pulang.


"Lah, gua kagak di dadahin Gi?" Tanya Gita.


"Ga, gua ga kenal lu siapa!" Teriak Gio dari kejauhan, kami tertawa kecil mendengarnya.


"Eh, kalo gitu aku juga pulang dulu ya. Dah!!" Ujar Tika lalu berjalan pergi.


"Ga balik lu?" Tanya Gita padaku.


"Belom, bentar lagi" Jawabku singkat.


"Ohh, sama gua juga" Lanjut Gita.


"Eh Git, gua mau nanya sesuatu" Ujarku.


"Apaan tuh?" Tanya nya balik.


"Gua perhatiin, lu kayaknya suka sama Gio ya?" Tanyaku.


"Hmm, kalo iya kenapa? Kalo engga kenapa?" Jawabnya.


"Ohh, iyaa berarti. Gapapa nanya ajah" Ujarku.


"Yaa sebenernya suka sebagai temen aja sih Dik, wajarlah. Gua sama Gio kan udah kenal lama juga" Ujarnya.


"Terus, cowo yang lu suka di kelas lain waktu itu gimana?" Tanyaku lagi (Ya oke, aku emang kepo soal ini).


"Halah, cowo ga jelas gitu ngapain gua sukain? Gua udah dibaperin, dibikin salting setengah mati, tau nya cuma pelampiasan. Habis itu dia ngilang, pas gua liat lagi dia udah balikan sama mantannya. SUMPAH GUA KESEL BANGET, itu ibarat sampah udah dibuang terus diambil lagi, tapi gapapa lah ya, ga kebayang juga kalo gua deket sama cowo kayak gitu" Ujarnya panjang lebar.


"Lah, curhat lu?" Ucapku bercanda.


"Oh iya, maaf yak hehe" Balasnya.


"Haha, gapapa lah, sesekali isi pikiran emang harus dikeluarin biar ga stres" Ujarku.


Setelahnya kami masih melakukan perbincangan kecil, lalu pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya dirumah, aku langsung menaruh tas, ganti baju, dan mengambil handphone ku untuk memberi kabar ke Dian dan Febri tentang update tugas praktek PJOK.


@Dika: "Assalamualaikum, ntar kita senamnya yang ini ya"


@Dika: *mengirim video*


@Febri: "Okeh, thanks for Info"


@Dika: "No problem"


@Gita: "Eh cuy, kita kan prakarya juga sekelompok"


@Febri: "Terus?"


@Gita: "Pake nanya, ya pikirin lah mau beli bahannya kapan, terus bahannya apa aja, belinya dimana, pake duit siapa?!!"


@Gio: "Udah ah besok bahas di sekolah, gua capek"


@Febri: "Nah betul itu, kita tuh perlu istirahat sejenak, ga baik mikirin tugas terus"


@Gita: "Yaudah lah, jujur aja sih gua juga ngantuk sekarang, hehe"


Dan, percakapan selesai. Setelah itu aku taruh handphone ku, lalu mandi sore. Setelahnya aku sekeluarga makan malam dan melakukan aktivitas seperti biasa. Setelag shalat Isya, aku membereskan buku ku dan pergi tidur untuk menyambut esok hari~


Bersambung...


...----------------...


Terima kasih sudah membaca!


Semoga dengan membaca bab ini kalian jadi terhibur~