Destined Together

Destined Together
eps. 9



terlihat ayah dan bunda Alvin yang datang tiba tiba bertanya dengan raut wajah panik.


"ada apa ini? siapa yang menangis?" keduanya bergantian bertanya.dengan sebuah pertanyaan berbeda beda"


" vin kenapa kamu di sini?dan kemana bajumu" tanya ayahnya untuk yang ke2 kalinya.sedangkan Alvin hanya bisa diam tak bergeming menunduk dan tak kuasa menatap mata ayahnya.


bunda yang hanya berdiri berada di belakang ayahnya, hanya diam melihat Alvin menunduk tak mengubris.dan menoleh ke arah lutfi yang duduk sembari menenangkan syafina yang terus menangis histeris.


bundapun sadar saat melihat syafina yang menutupi bagian tubuhnya dengan selimut.dan melihat lutfi yang berwajah datar.sekatika langkah kakinya melebar mendekati Alvin dan..


PLAK!!


tamparan sang bundapun melayang mengenai pipi alvin.wajah yang tadinya hanya memasang wajah syok tiba tiba berubah merah seolah meluapkan emosi.


"bun? "tanya p. ahmad dengan bingung.


dengan sigap.bunda dilapun menjawab pertanyaan sang suami. "APA KAU TIDAK TAU KEADAAN APA INI? COBA KAMU LIHAT GADIS YANG MENANGIS ITU!! DANN LIHAT ANAKMU YANG ADA DI HADAPANMU INI.APA YANG DIA LAKUKAN!!" ucap b.dila dengn lantang.


"bun.saya tidak tau kenapa saya tiba tiba ada di sini.dan meniduri teman lutfi. saya benar benar tidak sadar apa yang sudah saya lakukan. tolong percai perkataan saya. " jelas Alvin pada bundanya.


ayahnya yang mendengarpun kaget dengan kata kata "meniduri".Alvin yang tadinya berusaha menjelaskan apa yang baru saja terjadi terhenti saat p. ahmad menerkam Alvin yang berdiri menangis.


buk!! *tinjunya mengenai wajah Alvin*


"APA KAU TAU APA YANG TELAH KAMU LAKUKAN INI HAH!? DI MANA ILMU YANG SELAMA INI KAMU PELAJARI?APA USAHA SELAMA INI AYAH BERIKAN PADAMU HANYA SIA SIA!? JAWAB ALVIN!!! KENAPA KAMU BISA KEHILANGAN AKAL HANYA MERASA TERGODA SEDIKIT!?"ucap p.ahmad dengan penuh emosi dengan suara menekan.


sedangkan b.dila berbalik dan menghampiri syafina yang menangis. b.dilapun duduk si pinggir kasur dan menatap lutfi.


"fi, apa yang baru saja terjadi?kenapa bisa seperti ini?."tanya b. dila tampa melihat lutfi dengan suara lirih.


namun saat Lutfi mulai membuka mulutnya berusaha menjelaskan semuanya.tiba tiba niatnya terkurung saat zizah berteriak memanggil nama syafina.wajahnya memucat dengan bibir menghitam.lutfi dengan b.dila pun berusaha membangunkan syafina yang tak sadarkan diri.


tangisan lutfi dan zizahpun kembali menyeruak dengan bersusah payah menyadarkan syafina. sedangakan b. dila yang tak bisa diam.menghampiri


" berhenti.tidak ada guna kita memarahinya. keadaan sudah terjadi;kita tidak bisa mengubahnya meskipun dengan cara apapun.lebih baik kita bawa gadis itu ke rumah sakit." ucap b. dila dengan wajah datar.yang sedang memegang bahu p.ahmad.


"ada apa? kenapa ke rumah sakit!?"


"aku tidak tau apa yang terjadi pada gadis itu. tapi wajahnya pucat dengan bibir menghitam.sudahlah cepat! kita tidak ada waktu untuk ini. "


tampa basa basi, p. ahmad keluar bergegas berlari ke luar.sedangkan Alvin yang hanya terduduk membisu, keluar dengan langkah berat.


dan b. dilapun kembal i mendekati syafina dan menyuruh lutfi serta zizah untuk ke luar.


tak lama, p. ahmad masuk kembali ke rumah lutfi dan keluar mendendong syafina yang terkulay lemas. dan diiringi bunda Alvin yang mengikuti di belakang.


" kalian lebih baik tetap di sini.dan istrahat.biar bibi urus temanmu."ucap b. dila pada lutfi.


" tidak bi, bagaimana saya bisa istirahat


melihat kondisi syafina seperti ini. biarkan kami ikut. "


" baiklah.ayo kita cepat berangkat "


lutfi zizah dan Alvin pun ikut ke rumah sakit memeriksakan syafina ke rumah sakit.


dan dengan terbur buru masuk ke dalam mobil.


p. ahmad yang sudah menunggu semuanya masuk.


menginjak gas dan melajukan mobil nya dengan cepat.


bersambung..