
sesudahnya menebus obat.alfin pergi menuju tempat di mana safi di rawat.nampak di mataanya ke2 orangtuanya terduduk lesu satu sama lain.
alfinpun duduk di dekat ayahnya yang sedang mengelus bahu istrinya.tampak raut wajahnya datar tak berexpresi.
"maafkan saya ayah.maafkan saya bunda."ucap alfin lirih.memecah keheningan.
hening sehening heningnya.tak ada balasan dari ke2 orangtuanya.mereka hanya diam tak bergeming mendengar permintaan maaf dari anak tertuanya.sadar dengan situasi di mana orangtuanya tak akan percaya pada dirinya.alfin mencoba berkata untuk yang ke2 kalinya.
"saya akan bertanggun jawab dengan perbuatan saya"tegas alfin dengan tangan mengepal berusaha meyakinkan ayah bundanya.
"segampang itu kmu berkata bertanggung jawab!?di mana ilmu yang selama ini kamu plajari ha??jawab alfin!!"
alfin hanya diam.menerima amarah sang ayah di sampingnya.
"ayah pikir menaruhmu di pondok adalah pilihan yang benar.dan ayah yakin itu.bahwa kamu akan jadi orang yang benar setelah ayah menaruhmu di pondok.tapi kenyataannya berbeda dengan harapan ayah.ayah tidak percaya melihat putra yang ayah sayangi melakukan hal bejat terhadap gadis yang jelas jelas bukan mahromnya."ucap p.ahmad panjang lebar seolah menuangkan rasa kecewa di hantinya.
"ayah kecewa dengan kamu.apa gunanya piala itu semua jika kamu seperti ini."kecewanya makin meluas.hatinya seakan mengkoar ingin menumpahkan kekecewaannya pada sang anak.namun p.admad berpikir.tidak ada gunanya mengoceh.kejadian sudah terjadi.dan tak bisa di perbaiki.
ke3 nya diam membisu setelah p.ahmad berkata kecewa pada alfin.alfin hanya diam menunduk dengan mata yang belinangan air mata.otaknya berpikir bagaimana ia harus menjalankan ujian ini dengan tabah.sedangkan b.dila yang bersandapar pada bahu sang suami hanya bisa diam dengan tatapan kosong.
"bun,bunda.ayo kita sholat.waktu subuh tidak banyak.kalo kita tidak bergegas,takutnya nanti kita telat."ucap p.ahmad menyadarkan b.dila
tampa menjawab b.dila berjalan mengikuti p.ahmad menuju ruangan beribadah.begitupun dengan alfin.ia ikut begitu saja setelah mendengar kata sholat.
p.ahmad yang tengah berjalan berhenti saat bi wulan ada di depannya.begitupun dengan bi wulan.ia berhenti saat p.ahmad sudah beniat berkata sesuatu padanya.
"saya hanya pamit sebentar untuk sembahyang."tukasnya cepat saat bi wulan bertanya keheranan.
"oh silahkan."ucap bi wulan dengan senyum tipis.
"terima kasih."saut p.ahmad sambil berlalu bergi.
setelah begitu lama p.ahmad dan b.dila beribadah. ke2nya kembali ke ruang tunggu di IGD.sedangkan alfin tetap di tempat beribadah berdoa sambil menangis.
suster yang berdiri di dekat pintu IGD,melihat p.ahmad dan b.dila tengah jalan berdampingan.nampak senyumnya melebar setalah melihat ke2 orantua alfin terlihat.
"andakah orang yang beranama pa.ahmad dan ibu dila?"tanya suster itu yang sedari tadi menunggunya.
"iya benar.saya orang yang namanya anda sebut.apa ada hal yang ingin suster sampaikan."tanya p.ahmad dan b.dila yang diam bertanya dengan wajahnya.
"kebetulan tadi ada seorang wanita yang menitip pesan pada saya.untuk di sampaikan pada anda.pasien yang bernama syafina wulan dari.telah di pindahkan di ruang inap lantai atas VIP.ini nomer kamar pasien." jelas suster dengan senyuman ramah.
"terimakasih sus"ucap b.dila yang menerima kartu kamar.
"baiklah kalo begitu,saya permisi pak, buk."jelas suster dengan senyum lebar dan pergi.
bersambung..