
tak berselang lama sejak kepergian ke2 sahabatanya.syafina beranjak dari duduknya melihat zizah serta lutfi hilang dari pandangannya.faktanya dia memang takut di tinggal sendirian.namun karna demi meminum obat.syafina pura pura tidak takut.
" kesalahan besar gua nginep sini.duh lagian napa sih. tu si kulkas ngajak nginep?gua kan ga bisa nolak." *membatin*
"haaaah!" *acak rambut lalu minum obat.*
"untung aja gw bawa obat,jadi..malem ini aman"batin safina sekali lagi.
sesaat syafina merebahkan badannya.namun tak lama kemudian setelah 10detik.ia terlelap dengan pulas.
........
rumah alfin.
"uh! pusing.bunda udah tidur blom ya?emm.. liat dulu lah.siapa tau bunda lagi nonton tivi"kata alfin yang beranjak dari bangku blajarnya.
alfinpun bagun dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan kamar menemui ibunda.
di ruang tamu.
"loh? ayahkok belum istirahat?"tanya alpin sambil melangkah mendekat dan duduk di dekat ayahnya yang duduk di sofa.
"lah kamu kenapa blum tidur?"tanya balik p.ahmad yang melihat alfin duduk di sampingnya.
"tadi..saya sudah tidur yah.tapi.. karna pusing.bangun cari bunda.tapi yang ketemun malah ayah."balas alfin.
"kalo kamu pusing.minum obat.ngapain kamu cari bunda?"tanyanya p.ahmad pada alfin.
"saya cuman mau nanya.bunda punya obat sakit kepala apa ngk.soalnya tadi cari di atas kulkas ngk ada..kan biasanya bunda selalu taruh obat obatan di sana."
"ya udah.sana bagunin bunda di dalam kamar.tanyai baik baik.awas loh! klo kamu sampek banguninnya ngagetin bunda.ayah masih mau nunggu pertandingan bola dulu."
"iya yah"beranjak dari duduknya pergi menemui bunda dila
.....
"bun.bunda..bunda punya obat sakit kepala ngk?bun?bunda taro di mana?"pegang alpin sambil mengoyangkan pelan bahu sang bunda.
"ya.. hem?kenapa?"tanya bunda dengan mata yang tetap memejam.
"bunda ada obat sakit kepala?"
"kamu cari aja di atas kulkass,*membalikkan badan dan melihat alfin keheranan.* memangnya kamu cari obat untuk apa hem?"tanyanya sekali lagi dengan jelas.
"ngk ada bun,saya sudah cari di atas kulkas.saya ngerasa ngk enak badan,jadi mau minum obat" jelas alfin.
*beranjak dari tidurnya dan duduk memakai sandal rumah.*
"katanya kamu ngk enak badan..jadi bunda mau kesebelah.rumah lutfi."
"ngk usah bun.bunda mending lanjut tidur aja.biar alfin ke sana sendiri.kan saya juga punya kaki."jelas alfin yang tak mau bundanya kerepotan.
"ya sudah,klo kamu ngk mau bunda ambilin,kamu mending cepetan kesana minta obat.besok biar bunda bayarin.nanti klo udah ada..cepet minum obat trus istirahat.biar besok ngk tambah parah sakitnya."
"iya bun."pergi keluar dari kamar menuju pintu keluar.
alfin berjalan keluar dari kamar melewati ayahnya yang sedang menonton asik pertandingan bola.
sesampainya di depan rumah lutfi,afin langsung mengutuk pintu.
tok tok tok!!suara pintu di ketuk.tak ada yang mejawab.alfin mengetuk pintu untuk yang kedua kalinya.
*kok ngk ada yang jawab?*batin alfin.
ketuk alfin sekali lagi dengan keras. tok! tok!...kreat.... sebelum mengetuk pintu untuk yang 3×nya pintu terbuka dengan sendirinya.
"loh kok!? kok ngk di kunci?" terkejut alfin sambil masuk dan menutup pintu kembali.
alfin berjalan menelusuri ke leluruh sudut rumah.tak ada lutfi maupun teman temannya.ruang tamu maupun dapur.tak ada lutfi dan teman"nya.
*apa jangan jangan lutfi lagi jalan ya.lupa ngunci rumah.?*batin alfin sambil berjalan kedalam toko.
alfin mencari letak penekan lampu.ctak! lampu menyala menerangi ruangan toko.
alfin mencari ke sana kemari tak menemukan sebuah kapsul obat satupun.tak lama..matanya tak sengaja melihat sebuah ranjang kecil di atas lomari kaca tempat rokok rokok berada.
"nah ini nih yang di cari.alhamdulillah,akhirnya ketemu.loh kok banyak yang kosong tinggal bungkusnya?kada luarsa lagi.ck! masa ngk ada."gerutu alfin kesal.
alfin mencari dan membuang semua bungkus-bungkus obat yang tersisa dengan obat yang kada luarsa.tak sengaja ia ingin membuang salah satu obat yang ia pegang.seketika tangannya berhenti matanya membaca sesaat dan membaca bacaan yang tertulis di bungkus obatnya *kepala*
"kepala? " batin alfin sambil menaruh keranjang di depannya.dan mulai membaca bungkus obat yang sudah dua bungkus terpakai.tanggalnya masih baik.layak untuk di konsumsi.namun sayang,bacaan obatnya terpotong oleh sisa gunting yang terpotong,
"obat kuat.biar kepala...apa bacaan selanjutnya ya..kok kepotong?coba cari deh.siapa tau sisa bungkusnya ngk sengaja ke buang.atau ngk! di kranjang." cari alfin dengan teliti.tak ada.alfin bahkan sudah satu persatu mencarinya.
namun karna ia tak mau abil pusing,ia berpositif tingking pada obat yang di pegangnya.
" ah sudah lah lebih baik aku minum saja.dari pada tambah pusing makin parah mending cepet cepet minum.trus tidur."ucap alfin pada dirinya sendiri.
bersambung...
yang penasaran buat pembaca..😂
jelas obat itu *OBAT KUAT.BIAR KEPALA BURUNG ANDA MAKIN GANAS*