
sedangkan alfin dan faiz adik bungsunya ikut tertawa melihat ke2 sahabat lutfi yang berkelahi.ke2nya menahan tawa dari awal dengan perut mengembung.tapi tawanya pecah saat melihat tingkah laku syafi meniru adegan anime naruto yang tak asing bagi mereka.
"gua serasa kek ada di RING weh."kata syafi berbisik dengan senyum lebar pada anak anak.
"gua jugak.gua serasa jadi jutawan.mana ganteng ganteng lagi yang liat gua."saut zizah dengan mata berbinar.
sedangkan lutfi hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat ke2 sahabatnya kehilangan otak atau kesadaran.tampa basa basi tangannya reflex menangkap tangan syafi zizah dan mengandengnya membawa paksa masuk ke dalam pagar rumah.
"sini kalian.gua gemper kalian!dasar cacing tanah malu maluin."gerutu lutfi pada syafi dan zizah yang berjalan mundur ditariknya.
"dasar ya.kalian! ngk malu apa?kalian tuh PE.REM.PU.AN mana itu tetangga gw lagi.haaaah dasar.sumpah!gw kesel banget ke ellu pada."omelan lutfi tak berhenti.muka kesal menghakimi ke2 sahabtnya yang hanya cengar cengir di hadapannya.
"sudah!sekarang,mending kita mandi trus nunggu sholat magrib.bau kalian kek t** sapi."
" ya kali gua bau t**,gua tuh harum meskipun bekeringat.tuh si safi yang bau bukan aku."
"enak aja ellu bilang gua bau,bau ketek ellu tuh yang bau kek telur bus*k"
ellu,
ellu!
ellu!!
"SUDAH CUKUP!! KALIAN BER 2 SEMUA PADA BAU BUSUK!"
# "BERTIGA**!! tegas syafi dan zizah bersamaan yang sudah kesal satu sama lain.
......................
usai mandi,syafi lutfi dan zizah duduk bersantai di depan toko rumah lutfi.dari salah satunya semua hanya fokus pada gejet yang menyala di pegangnya.
"kaliyan belum bilang sama orangtua kaliyan?tanya lutfi melihat orang gila di depannya yang tertawa terbahak bahak.
"blom" singkat zizah dan syafi bersamaan
"anj*ng! *muka datar*"
"heh!? *zizah kaget tampa expresi melihat lutfi berkata kasar.
"bicara yang cantik..,"ucap safi dengan senyum horor.
"masih mending gua ngumpat.dari pada leher kalin gua tebas!?"
"betul betul betul"angguk zizah mendukung balasan safii
"ya cepe telvon ke ortu kalian! bilang.. klo kalian mau nginep di sini," ucap lutfi berusaha menahan rasa kesalnya."
"iya bawel banget sih"ucap syafi dan zizah bersamaan."
syafi dan zizah menelvon orang tua nya masing masing berusaha meminta izin menginap dan berusaha di izinin.ke2 telvon mereka berbunyi beraamaan.sama sama menempelkan hpnya pada telingan.
...tuuuut!...
...tuuuuut!...
di angkatnya bersamaan.speker yang sama sama mereka nyaringkan bertempur. nyaring terdengar oleh mereka.berisik.satu sama lain terangkat saat mereka bersama sama menelfon.
syafi menoleh dan menatap tajam ke arah zizah dengan tangan mengusir menyuruh zizah menjauh.
zizahmenatap tajam tak mau mengalah dan tetap di tempatnya.
karna terpaksa.syafi hanya menarik nafas dalam dan menghebuskan nafasnya kasar tak ada pilihan lain dipikirannya.
"halo? " angkatnya dari dalam telvon.
"anu ma..ragu syafi dengan tangan menggaruk kepala yang tidak gatal.
📞anu apa!?
"safi mau nginep rumah teman ma.ucap syafi dengan keberanian"
📞ngapain km nginep rumah orang!km ngk punya rumah?
"hiiss mama! 1kali kan bisa..jarang jarang ini maa jarang,"
📞*diam membisu setengah berpikir*
" halo ma? ma.. halo? is kok ngk nyaut?padahal masih nelpon. maaaa?"
📞terserah! yang penting jangan sama kan yang di sini dengan yang di sana.
bersambung*..