
alfin keluar dari dalam toko melewati ruang tamu dan keluar dari rumah lutfi.namun langkahnya berhenti saat ia menutup pintu dan melangkahkan kakinya beberapa senti meter dari pintu rumah lutfi.
"eh iya.kan ni rumah ngk ada orangnya.pintunya juga ngk di konci..apa tunggu lutfi balik aja kali ya?lagian ni anak pergi kemana sih?" batin alfin yang berniat menunggu lutfi pulang.
.......
sudah 5menit lamanya ia menunggu dan terduduk di sofa hanya menanti kedatangan lutfi yang pergi ke toko.
"hais! udah jam segini lagi.itu anak kemana kok blom pulang,dasar yah tu anak.awas aja kalo pulang."gerutunya semakin menjadi.
alfin menggerutu tak jelas di atas sofa yang ia duduki di ruang tamu.mengomel dan terus mengomel menunggu kedatangan sepupunya.namun tiba tiba,pusingnya menyambar kembali kepalanya seakan akan ia ingin mengerang kesakitan.tak tahan dengan rasa sakit.ia langsung membuka bungkus obat yang sedari tadi ia genggam dan meminum bersamaan dengan air aqua gelas yang ada di depannya.
10detik kemudian.sakit yang begitu hebat ia rasakan tiba tiba dengan ajaibnya langsung mereda seketika bagaikan di sihir oleh seorang yang ahli penyembuhan.antara kagum dan takjub ia langsung meggeleng"kan kepala dengan senyum lebar yang mengembang.
"wih hebat!obat apaan nih.ck ck,,, gua harus simpen bungkusnya.siapa tau,sewaktu waktu ayah sama bunda sakit kepala.trus suruh minum obat ini langsung sembuh!kan enak ngk perlu ke rumah sakit buang buang uang."ucap alfin dengan penuh kekaguman.
tak lama..ia merasa lelah karna sudah terlalu lama duduk menunggu lutfi.alfin memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di sofa dan kemudian tak sengaja terlelap.
........
panas.gerah,bahkan rasanya seperti terbakar.gelisah sampai sampai alfin terbangun dari tidurnya.
"baru aja tidur bentar,kok udah gerah aja di sini.tks*lutfi kok lama betul.tu anak kemana..cobak.*berjalan mendekati pintu dan memeriksa adanya sepeda motor ada apa tidaknya.kembali ke tempat duduk sambil mengibas"kan pecinya pada leher dan wajahnya.*
peluhnya mengalir begitu deras.satu persatu kancing kemeja hem yang di pakai alfin di lepas saking merasa gerah dan panas di tubuhnya.
" duh.kok makin panas ya?gua mau cepet cepet pulang mu mandi,tapi si lutfi belum pulang.gw takut di sini ada maling entar.
*sambil menyalan kipas yang tertempel di dingding.* k
tak tahan.dan semakin tak tahan,dan walau alfin mengutak atik kipas yang ada di atasnya mempercepat ataupun memperlamabatkannya,panas yang terasa di tubuhnya tak kunjung reda.
tampa pikir panjang,alfin berjalan setengah berlari kebelakang melewati dapur dan masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air.
suar!suar!guyuran air yang begitu nyaring terdengar oleh dirinya sendiri saat mandi.
"panas.tetap panas.tak tahan.aku ngk tahan lagi.bahkan aku ngerasa aneh dengan b*r*** ku.rasanya ingin sekali ku pengang." batin alfin yang mulai menghilang kesadarannya.
reflexs tangannya memengang inti dari tubuhnya dan mulai bermain solo di kamar mandi.rasa nyaman yang di rasakannya menjadi jadi dan terus merasa candu dengan apa yang sekarang ia rasakan.
namun tetap saja panasnya semakin mejadi" dan seolah mendidih.ia menyirami tubuhnya dan berhenti bermain solo.sudah beberapa kali ia mengguyur tubuhnya namun sepertinya tak ada gunanya ia mandi.
alfin keluar dari kamar mandi dengan memakai sarung tampa baju.
jalannya tak sempurna.kepalanya pusing serasa mabok sempoyongan.
kakinya membawanya ke sebuah kamar yang terletak di bagian lorong kamar ke3.ia memasuki kamar dengan tubuh sempoyongan dan kesadaranya sudah hilang total.
melihat sekeliling dan tetap berusaha menahan tubuhnya agar tak terjatuh tersungkur.matanya mendelik seolah olah ia melihat seekor ular kobra yang ingin menyerangnya.
namun itu salah.bibir alfin tersenyum tipis mendapati seorang gadis yang tertidur dengan pakayan tersingkap.perlahan alfin mendekati gadis itu dan mulai menaiki kasur.
punggung yang terlihat mulus putih bening sangat menggoda di mata alfin.reflexs alfin membalikkan tubuh sang gadis dan manatap perut langsing di depannya.
bersambung...