
setelah berdoa lumayan lama,alfin menyempatkan dirinya untuk mengaji.setelah beberapa menit alfin mengaji,ia mengakhiri bacaannya dan menaruh alquran pada tempatnya.
alfin keluar dari ruang ibadah.kakinya mengantar dirinya pada tempat di mana safi di rawat.seketika matanya melihat
kursi tunggu ruang IGD kosong.ayah bundanya tidak ada.bingung harus apa,alfin mencari ke2 orangtuanya.
ia masuk ke ruang IGD tampa pikir panjang.matanya melihat sekeliling namun tak menumukan safi ataupun ke 2orang tuanya.
ia keluar dengan panik.langkahnya melebar dengan berjalan begegas cepat.sesampainya di petugas resepsionis.ia bertanya dengan nafas tak beraturan.
"suster.tolong carikan pasien bernama syafina."ucap alfin dengan raut wajah panik.
"sebentar ya dik."jawabnya sambil mengetik sesuatu dimejanya dan mencari nama syafina.
"pasien yang bernama syafina ada banyak dik.jadi..untuk menemukan pasien yang adik sebut.apa ada nama panjangnya atau tidak nama keluarga dari pasien?"ucap nya bertanya pada alfin.
alfin diam.pikiranya bingung kehilangan arah.alfin ingat bahwa dia tidak tau nama panjang syafina atupun ibunya.
"saya juga tidak tau nama panjangnya sus. tapi dia teman saya."ucap alfin pada resepsionis yang ada di depannya.
"waduh dik,kami tidak bisa mencari nama pasien yang kamu sebut.jika nama panjang pasien saja tidak tau.kami tidak bisa berbuat apa apa"saut suster pada alfin.
namun saat alfin berusaha bertanya dengan menceritakakan saat dia masuk dengan safi.mulutnya terhenti saat melihat lutfi dan zizah mengahmpirinya.
"kalian?"ucap alfin sembari melihat sepupunya dengan zizah.
tampa basi basi lutfipun berkata.
"syafina udah dipindahin kelantai atas ruangan VIP"tukasnya cepat dengan wajah datar.
"kalian tau dari mana?"tanya alfin dengan bingung.
"bunda"jawab lutfi dengan singkat dan jelas.merasa sudah memberitahu alfin ia bebalik.dan berjalan meninggalkan alfin di depan resepsionis.
dengan cepat.alfin berterimkasih pada resepsionis dan berjalan bergegas menyusul lutfi.langkahnya terhenti saat telvon lutfi berbunyi.
"halo?ya bunda."jawab lutfi pada telvonnya.
"lutfi,kasih hp kamu sama alfin,bunda pengen ngomong"kata dila dalam telvon.
"iya bunda."ucap alfin
"setidaknya kamu sudah tau safi sudah di pindahkan.tapi kamu tidak usah ke sini menyusul.lebih baik kamu pulang beritahu pada adik adikmu bunda tidak akan pulang.jika sudah selesai,maka kembali lah."jelas dila menyuruh alfin pulang.
"baik." saut alfin hingga telvonnya mati.
"kamu masih mau di sini lut?"tanya alfin pada lutfi.
"bukan urusanmu." ketus lutfi sembari meninggalkan alfin yang berdiri.
"tunggu! mas pinjam hp mu sebentar."ucapnya yang langsung menghentikan lutfi berjalan.
"pinjam sana ke orang lain.aku ngk sudi minjamin hpku."ujar lutfi pada alfin yang bersikeras berusaha berbaikan.
alfinpun diam.kecewa?tentu saja ia merasa kecewa dan sakit hati.adik sepupu yang baik dan sopan itu tiba tiba berubah jadi tidak menghargainya.bahkan orang yang ia sayangi memusuhinya.hancur sudah harapannya.begitu pikiran alfin.
namun.zizah yang melihat alfin merasa iba.
"luut,gua tau kakak lu bebuat salah yang ngk bisa di maafin.tapi jangan sampe lu kehilangan kesopanan gara gara masalah yang akan menghilangkan ahlak lu."ucapnya banjang lebar.
"diem lu zah.lu ngk tau situasi kayak apa?jelas jelas dia udah ngerusak hidup orang.dan orang itupun temen gua.gua ga peduli tentang kesopanan ke siapapun itu klo orang yang gua sayang di sakitin sama orang br*n*s*k kaya dia"
amarahnya meluap hingga lutfi tampa sadar mengeluarkan emosinya.tampa dihentikan.
alfin yang mendengarpun kaget dan langsung membentak lutfi. "LUTFI!! JAGA OMONGANMU!!" teriak alfin hingga seluruh mata melihatnya.
"APA HAH!? MEMANG IYAKAN KAMU ORANG BRENGSEK! AKU NGOMONG INI FAKTA KOK!"
lawannya dengan suara keras mengundang orang berkerumunan melihat ke2nya bertengkar adu mulut.
"LUT.LUTFI STOP!. UDAH! UDAH! mending kita ke atas ke ruanggan safina oky,"ucap zizah berusaha melerai.
"mulai detik ini.aku lutfi ngk akan nganggep kamu! sebagai kakakku lagi.mas alfin yang dulu udah mati.dan sekarang,jangan harap kamu bisa berdamai dengan aku! camkan itu"tegas lutfi sembari menepis tangan zizah dengan air mata mengalir dan berjalan pergi.
bersambung..