
"ooh itu mah gampang maaa,syafi tau kok harus gi mana.hehe,makasih ma.assalamulaikum"
tut!
seketika telvon mati dengan sendirinya setelah syafi mengucap salam.sedangkan zizah masih bercakap cakap lembut dengan ke2 orang tuanya.tak lama kemudian zizah mematikan telvonnya menatap lutfi dan syafi.
ke2 wajah syafi dan lutfi hanya menatap lekat dengan expresi bertanya meyakinkan kalau zizah di izinkan.
"gi mana?di izinin ga? lutfi *wajah berharap mata berbinar*
begitupun dengan syafi yang menatap zizah dengan expresi tanda tanya.
sedangkan zizah yang di tatap ke2 sahabatnya tertunduk lesu dengan wajah murung seolah di larang menginap.
seketika raut wajah yang tadinya berbinar binar berubah kecewa dengan sendirinya.karna lutfi tau..hanya dengan melihat expresi zizah saja sudah tak ada harapan lagi ia bisa tidur bersama dengan para sahabatnya.
.....
"DI IZININ DOOONG!!😆"suaranya keras di iringi tawa keriuk yang lumayan nyaring.
"anj*n*!!"
"hiks! ko ngegas siii.. kan bercanda.masa ke gitu doang esmocii cii..," tukas nya cepa dengan mulut yang berubah manis bersikap seimut imut nya.
"ngk lucu! terus jangan sok imut jijik gua liatnya."ketus lutfi yang di buat kesal oleh zizah.
"iya tuh zah.ngk lucu tau,niat banget ngeprang."
"iya deh maap.kan gw cuman bercanda.hehe.."
"dasar kebiasaan."ucap syafi sambil menggeleng"kan kepala melihat kelakuan azizah.
zizah hanya menjukurkan lidahnya😛mengejek syafi yang menatapnya.
syafi hanya menghela napas dan menghembuskannya dengan kasar.ia malas meladeni zizah karna sudah puas memukulnya tadi sore.
"ternyata pantat lu masih blom puas ya.. mau di kasih getaran?"tatap syafi menyeringai dengan senyuman licik.
"bodo😛".ejek zizah sekali lagi.
"😡" *pengen nabok tapi malas.batinnya dengan geram.
"hhhhhh iya dah.maapin aku ya fi..maapin ya.. maapin ya luut,"ucapnya meminta maap.
"sekarang sudah.jangan pada ribut oke!mending duduk manis.kalo kalian masih tengkar.. siap siap gua tendang" ancam lutfi dengan ucapan yang lumayan serius.
"oke! "syafi dan zizah merespon cepat.*
"eh iya..ibu kemana?kok tadi di dalem rumah ngk ada?
"ibu?ibu siapa?"
"ya ibu elu..ibu siapa lagi klo bukan ibunya ellu"
"oooh,,katanya si ke ****** tapi gua males ikut."
"loh! ke *** kan lumayan jauh.kok ibu lu jadi sih.ninggalin ellu..?" tanya zizah.
"iya.kok bisa..?"saut safi melengkapi pertanyaan zizah
"huuft..gua cuman bilang klo kalian mau nemeni gua. 2hari ini,trus di iyain gitu aja."
"wah! parah ni anak.seenaknya aja ambil keputusan yah!"geleng safi sambil menepuk bahu lutfi.
"ya kan klo lu ngk mau,kan masih ada peluang."
"peluang?peluang apaan?" *kepo tingkat dewa*
"ada zizah 😚😌".memeluk tubuh zizah dengan reflexs mencium pipinya dengan expresi tenang.
"emang gua mau? *mengelap pipi.*
safina langsung depresi melihat lutfi si kulkas nyium zizah si gila😨
"bodo amat kalian mau apa kagak!yang penting,salah satu dari kalian ada yang nginap.temenin gua selama 2hari.klo kalian ber 2 tetep di sini.itu malah tambah bagus hehe"
keduanya hanya menatap ngeri.saat lutfi membodo amatkan tanggapan ke2 sahabatnya.seolah olah ia tak peduli pada prasaan mereka masing masing.hanya ada rasa pasrah dari syafi dan zizah.
bersambung...