Destined Together

Destined Together
Eps. 7



1jam berlalu.lutfi yang datang dari supermarket menghentikan motornya yang sudah masuk ke garasi.


azizah turun bersamaan dengan lutfi.


mereka ber dua berjalan mendekati pintu.


namun saat lutfi mau memegangi handle pintu.tiba tiba kreeeeit..!!. pintu terbuka sendiri tampa di dorong oleh lutfi.reflexs lutfi menatap zizah yang berada di belakangnya dengan mulut bungkam expresi panik.


"*njir..!! gua lupa ngonci pintu beg*! " tatap lutfi dengan mata mendelik


"ya ellu pake acara lupa segalak."


"lah ellu tau sendiri njir! gua buru buru takut lu keburu bocor.makanya gua lupa sampe ngk peduli rumah sendiri. "


" ya udah ayok jangan cuman ngebacot di sini. nanti malingnya tau klo kita dateng."


"emang lu yakin ada maling masuk? " bisik lutfi dengan panik.


"duh si sialan ini٩( 💢•̀ з•́)و lu ngk bisa mikir?


rumah ini kah udah setengah jam kita tinggalin dengan pintu terbuka tampa ada orang!" jelas panjang lebar.


" kan ada syafina." *tetep polos*


*padahal dia tau sendiri klo syafina tukang tidur.trus si safina kan cwek klopun ada maling dia bisa apa? * lirik zizah dengan membatin terhadap lutfi.


lutfi hanya melihat zizah dengan tanda tanya.


tampa basa basi,zizah menarik lutfi memasuki rumah dengan berjalan pelan mengendap dendap.setiap ruangan telah mereka lihat namun tak menemukan satupun manusia.dan hanya tinggal satu kamar yang mereka belum lihat. di depan pintu kamar lutfi.lutfi menghela nafas lega dan menepuk bahu zizah dengan santai.


"haaah! tu kan apa gua bilang! ngk bakal ada apa apa" dengan expresi sombong.


"ya kali gitu ada maling gila masuk ke rumah elite. *padahal tadi mukanya panik.dan juga kapan dia bilang ngk ada apa apa huh dasar edan "


hanti nya membatin sedangkan mulutnya membalas perkataan lutfi.


" pikiran mu tuh yg ngk-ngak untung aja ngk jadi kenyataan. klo sampe jadi kenyataan bisa-bisa gw mati penasaran."


" emang lu Tuhan.pake tau takdir segalak.dahlah sana ke kamar mandi, emangnya dari tadi kamu ngk bocor?"usirnya secara halus


" eh iya ya! gua hampir lupa gara gara maling hhh"


sambil berjalan menuju ke kamar mandi meninggalkan lutfi.


"huh dasar baby gendut" batin lutfi sambil memasuki kamar tidurnya.


tiba tiba...


" MAS ALFIINN!!!!??? MAS!! APA YANG KAMU LAKUIN KE SYAFINA!!??"suarannya menggema di ruangan kamarnya.bahkan rumah itu rasanya sedikit bergetar akibat teriakan dari lutfi.wajahnya memerah penuh emosi dengan mata menahan air mata.


zizah yang berjalan mendekati pintu kamar mandi setika berhenti melangkah.mendengar teriakan lutfi dari kamarnya.tampa pikir, zizah menyusul dengan sedikit berlari cepat.


"fik ada apa fik! knp?? knp triak!?"


mata yang tadinya hanya menatap lutfi seketika menoleh ke arah kasur yang mendapati Alvin yang menindih SYAFINA dengan tubuh telanjang.


" apaa...? *ucap dengan suara kecil* sekatika "


APA YANG KAU LAKUKAN!!!! MENYINGKIR DARI SANA!!!"teriak zizah dengan mata yang mengalir air mata.


Alvin yang tadinya bermain nikmat. seketika sadar saat lutfi teriak dengan suara menggema dan menyadarkan dirinya.dan di ganti zizah berteriak untuk yang ke dua kalinya. Alvin yang tetap menindih syafina,hanya diam dan menatap syafina telanjang akibat perbuatannya.


dirinya tak ingat apa yang telah ia lakukan. dan tak percaya apa yang telah terjadi.dan Alvin hanya berusaha mengingat apa yang ia lakukan sebelumnya. syafina yang tertidur pulas hingga tak sadar apa yang telah di alami dirinya.berusaha membuka mata karna merasa berisik.padahal pengaruh obat tidurnya sangat kuat untuk ia bangun kembali.


" safina kaget dan syok! dengan muka pucat pasih melihat ada seorang lelaki yang ia tak kenal ada di atas tubuhnya." siapa kamu?apa yang telah kau lakukan padaku!?" tanya syafi dengan suara tak bertenaga."


Alvin kaget dan sadar kembali dari lamunannya. dan melepas miliknya yang masih menyatu dengan milik syafina.


" syafi kaget apa yang baru saja keluar dari miliknya.apa yg selama ini ia pikirkan.terjadi ke dirinya.bahkan saat sebelum ia menikah.


"kau!?" *sambil melihat tubuhnya yang tak memakai kain satupun."KAU! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU HAH? "teriak syafi lebih keras dari lutfi. dengan tangan yang mendorong kuat Alvin.


bersambung...