Destined Together

Destined Together
Eps. 4



malam sudah semakin larut.namun syafi dan yang lainnya belum memejamkan matanya untuk tidur.kini mereka berada di atas kasur tengah berbaring dan samping-menyamping memainkan hpnya masing masing.


" guys.!"ucap lutfi memecah keheningan.


toleh syafi dan zizah menatap lutfi yang tiba tiba memanggilnya.


"naon?"jawab safi


"jam brapa sekarang?"tanya lutfi hanya untuk basa basi.


"lah!? kan itu ada hp,lut.masa ga da jamnya?di antara kita,hp lu paling bagus ya.jangan bilang tu hp ga ada jam nya lagi."saut zizah dengan bingung.


"oh iya ya.lupa gua hh"


"oh ya lut.kita kan sama sama dateng,lu ada persediaan ga?"tanya zizah yang sudah sedari tadi tidak nyaman.


"is! nape lu? sejak kapan dateng?" tanya safi dengan bertubi tubi.


"ssstt diem.gua ga nanya ke lu"


seketika safi diam membisu.


"beg*! lu kenapa baru bilang kebok?gua juga abis kalik,"tukasnya cepat memukul zizah.


"laaah...gi mana ceritanya.kan ellu lagi dateng?trus. seharian ini lu ga pake s*ft*k?"tanyanya dengan bingung.


"g*bl*k! emang gua apaan?gua pake yang udah tinggal satu ini di pake.karna gua udah tuntas,jadi gua ga beli lagi.mana gw tau lu juga dateng.klo gua tau.udah dari tadi gua ajak ellu ke toko."


"haduuh,,,!!! gimana nih,mana mu bocor lagi, *diam beberapa detik.sepintas teringat*


oh ya!lu kan punya toko beg*k! kok bisa bisa nya sih lupa."


lutfia: "iya ya.. hh ini karna gara gara kebanyakan ketawa. makanya lupa kalo gua punya toko.


mereka bertiga pun tertawa terbahak2


"his diem lu fi.tawa lu serem tau.menepuk paha dengan keras"


"habisnya lucu si..bisa bisa nya gitu kita kelupaan klo di dalam rumah lu ada toko😂.sumpah gua ga bisa berenti ketawa."ledeknya safi pada lutfi yang terbahak bahak


"ya udah ayook!gua takut.temeni gua ngambil s*f**k"


lutfi beranjak dari duduknya.dan keluar mengantar zizah mengambil s*f**k


................


sesaat.mereka kembali dengan gerutu yang tak berhenti mereka lontarkan.


"ada kah? " tanya safi yang melihat ke 2 sahabtnya menuju tempat ia berada.


"ngk ada!"ketus zizah dengan expresi kesal.


"beg*k lu, ngk ada otak apa gi mn sih?kita kehabisan stok dodol"saut lutfi memukul kepala safi.


"nah.trus gi mana tuh?" sambil beranjak duduk menatap lutfi dan zizah


"untung,untung gua ga datang bulan hari ini," batin syafi menyukuri dirinya.


"ga tau nii.. duuh,, gi mana ni lut?" *bingung hampir nangis*


"tinggal beli kan"ucap lutfi datar.


syafina: "tapi kan ini sudah jam setengah 11 lut.emang ada toko yang masih buka?"


*sengaja makin nambah nambahin kekhawatiran.*


"duh.ni anak malah makin memperjelas.dasar blo on."* batin lutfi sambil melirik dengan tatapan pembunuh*


safi hanya membalas dengan senyuman tak bersalah.


"iya kah fi..?duh gi mn ni luut?panik menatap safi dan lutfi.


"udah.kita tinggal cari toko yang masih buka aja kan,!?" *meyakinkan dengan pasti*


aziza: "iya siii"


"ya udah sana berangkat.tunggu apa lagi coba?"usir safi mengibaskan tangan.


aziza: "lu ada mu nitip sesuatu?"


safi:"ngk deh!"


"tumben lu ga nitip apa apa"ucap lutfi pada safi.


"gua lagi ga mood"


"ya udah.lu gppkan di tinggal sendiri?"


"gpp,lagian juga ga da apa apa"


"oh oky,tunggu zah gua ambil jaket sm jilbab.ucapnya pada zizah."


seketika langkahnya berhenti melihat zizah.


"mana jilbab lu?"


"ada ini"balas zizah dan langsung memakainya.


bersambung...