
sedih tentu saja sedih.hatinya panas frustasi bahkan stres.tangannya pengepal hingga pucat menahan air mata yang akan jatuh.di lihat lutfi yang pergi dengan menangis.alfinpun hanya diam membisu dengan prasaan yang kacau.
tampa berlama" alfinpun keluar melewati pintu rumah sakit menuju parkiran yang tak jauh dari sana.
sempat melamun beberapa kali hingga ia manabrak salah seorang pasien yang ingin berobat.
BRUKKK!!
"Eh!? astagfirullah!!"
pria sekitar umur 40an itupun kehilangan keseimbangan hingga ia sudah bisa di katakan akan terjatuh.namun reflexs tangan alfin cepat menangkap tangan sang pasien.alhasil tak ada kecelakaan.
"ya allah maaf pak,bapak ga apa-apa!?"
"iya dek gpp,alhamdulillah makasih banyak sudah nangkep saya supaya gak jatuh"
"iya pak sama-sama sekali lagi saya minta maaf sebanyak"nya. maafkan saya pak ini kesalahan saya karna melamun,"
"pak!! sampean gak papa? mau saya antar ke dalam?"tanya seorang gojek online yang di dekatnya"
"gpp mas,ngk usah makasih banyak."saut si pasien dengan senyum tipis.
"oh iya pak kalo begitu saya pergi dulu pak.semoga lekas sembuh ya pak."
alfinpun seketika sadar bahwa di depannya ada tumpangan tampa repot" meminta bantuan meminjam hp.
"eh mas sebentar,ini meskipun saya ngk pesen dari hp bisa kan mas?saya lagi butuh tumpangan ni mas untuk pulang ke rumah.bisa di bilang darurat.bisa mas?"tanya alfin berharap bisa.
"duh gi mana ya mas?"jawab sang ojol dengan bingung
"tidak usah biar saya yang antar kamu"suara wanita itupun terdengar dari blakang
penasaran alfinpun reflex menoleh.
"saya sudah menyuruh sopir saya mengantar kamu.jadi km tidak usah repot"naik ojek online"
"ah iya buk terimakasih"jawab alfin sopan
"ya sama-sama."wulanpun pergi ke salah satu cofeeshop yang bersebelahan di kantin rumah sakit."
" duh maaf mas katanya saya di antar ,maaf ya mas gak jadi,,"
"iya mas g pp.klo begitu saya jalan dulu"
tampa basa basi alfinpun mendekat dan masuk ke mobil yang sudah sedari tadi ada di depannya.sebelum masuk
iapun berpamitan pada pasien yang tak sengaja ia tabrak.
.......
sesampainya di rumah.
alfin yang usai keluar dari mobil tak lupa berterimakasih pada sopir yang mengantarnya.
mobilpun melaju dengan kecepatan maksimal hingga mobil itupun hilang dari pandangannya.
"eh kk? kak ai' dari mana? itu mobil siapa? kok kak ai'bisa naik mobil mewah kaya gitu??" tanya faiz bertubi" mulutnya bertanya namun pandangannya melihat mobil yang berlalu lalang
alfin yang kaget dengan kedatangan adiknya,mendengarkan adiknya selesai berbicara.
dengan memandangnya sedih.
faiz pun heran.tidak biasanya kakaknya memasang wajah yang aneh.ia hanya menuruti apa yang di katakan kakak sulungnya.
usai di dalam.faizpun disuruh duduk di sofa oleh alfin.yang di iringi dirinya ikut duduk.
"abam mana?"tanya alfin yang mencari-cari ke seluruh arah
"ga tau tuh tadi nyanyi-nyanyi ga jelas habis mandi.aiz tadi liat sekilas sebelum keluar nemui kakak.kk abam masuk kamar."jelas faiz panjang lebar
"paling ganti baju belom selesai"sambungnya lagi.
"oh syukur abam di rumah.ya udah km tunggu di sini bentar.kk mau panggil abam dulu."
"kenapa si kk?kok tumben.ngk biasanya ke gini"faiz yang kepoan langsung bertanya tampa menahan rasa penasarannya
singkat alfin hanya tersenyum tipis.
tok tok tok!
pintu di ketuk dengan di iringi pertanyaan dari alfin "bam! sudah selesai belum ganti bajunya.kalo sudah abang masuk"
"masuk aja bang"
pintupun terbuka mendapati adik ke2nya sedang duduk di bangku blajarnya.
"kenapa bang?"tanya abam bingung
"abang mau bicara.kita keluar dulu."
"ooh iya."abampun mengikuti langkah kk nya dari belakang
hingga sofa,ia duduk dengan sengaja mencari keributam pada si bungsu.
"his kk abam!"
"apa?"matanya bertanaya tampa berpikir apa yang salah.
sebelum pertengakaran terjadi,alfin menghentikan keduanya dengan berdeham.matanya tenang dengan terdiam memperhatikan adiknya.hingga ke2nya menatap alfin.seketika sutuasi mulai tenang.alfin duduk di salah satu sofa khusus satu orang dan mulai berbicara.
"bunda sama ayah ga pulang."ucap alvin langsung ke intinya.
"ga pulang?maksudnya?"tanya faiz
"his diam!tunggu abang selesai bicara"saut abam yang geram dengan kekepoan sang adiknya.
"bunda sama ayah di rumah sakit,jadi untuk hari ini,kita makannya pesan aja"
"loh di rumah sakit?bunda sakit bang!?"panik abam yang langsung duduk tegap.
"tunggu abang selesai bicara"ucap faisz tiba2 tampa melirik pada abam.
abam yang mendengarpun jengkel.tak tahan dengan ejekan sang adik.iapun hanya bisa tersenyum seram dengan meremas lutut faiz.
"bunda ngk sakit.ayah juga ngk sakit.tapi yang sakit teman lutfi gara2 kakak"alvin yang tak kuasa menahan airmatanya pun jatuh dan langsung saja di sadari ke 2 adiknya.
hingga ke 2nya hanya bisa diam membisu melihat kakak tertuanya menceritakan apa yang terjadi tadi malam.
Bersambung...