
jam sudah menunjukkan 4 pagi. namun sebelum jam 4 pagi, dokter keluar saat sesudah syafina di periksa.
sesaat bi wulan yang tadinya hanya duduk menunggu. seketika berdiri menunggu dokter itu berbicara.begitupun dengan b. dila.sama sama berdiri menunggu penjelasan dari dokter.
"bagaimana keadaan anak saya dok?"
"anda wali dari pasien? "
" iya. saya orang tuanya. "
"keadaanya tadi sangat buruk bu,jika saja anak ibu terlambat di bawa ke sini.. maka kami tidak bisa berbuat apa apa.namun sekarang sudah lebih baik.klo saya boleh bertanya.. apa pasien sering mengkomsumsi obat tidur? "
"iya.saya membiarkannya meminum obat itu.tapi obat yang di konsumsinya atas resep dokter.
" maaf Bu, tapi obat yang dikomsumsi pasien berbeda dari obat tidur resep dokter.obat tidur yang dikomsumsi pasien lebih tinggi levelnya.dan membuat pasien mengalami efek samping yang parah."
bi wulan yang mendengar pun kaget.ia tidak pernah memberikan obat yang salah selama ini. bahkan obat tidur yang di serahkan atas resep dokter yang sudah terbukti terijin masih di selidiki dengan benar.
"bolehkah saya berbicara 4 mata dengan anda? "
"tentu, jika itu penting menyangkut pasien"
"baiklah."
bi wulanpun pergi bersamaan dengan dokter.membicarakan sesuatu tentang syafina.
namun tak lama kemudian,bi wulan keluar dengan raut wajah dingin.dan mendekat menghampiri p. ahmad serta b. dila.
"apa benar. anak kalian yang telah meniduri anak saya?" tanya bi wulan tampa perasaan
p. ahmad yang mendengar pun hanya diam membisu. bingung dengan apa yang harus iya katakan.
"baiklah.saya butuh bukti atas apa yang telah anak anda lakukan pada anak saya.tolong pinjamkan anak anda untuk di periksa oleh dokter."
"silahkan."ucap b dila dengan berat
alvin yang mendengarpun pasrah.dan hanya berpikir demikian bahwa dirinya pantas disiksa.kakinya melangkah mengikuti bi wulan yang membawanya pada dokter. dan berhenti saat bi wulan berkata.
"tenangkan dirimu,saya hanya butuh surat periksaan saja.jadi jangan khawatir.saya percaya bahwa yang kamu lakukan pada anak saya bukan hasrat kemauanmu sendiri.
"terimakasih bu,anda mempercayai saya walaupun saya melakukan hal yang tidak senonoh pada anak anda. saya benar benar minta maaf"ucap alvin sambil meneteskan air mata memegang tangan bi wulan.
bi wulan yang melihat alvin meminta maaf dengan tulus.hanya menepuk bahu alvin yang menunduk.
" masuklah.dan buktikan perkataan mu pada saya."
alvin yang mendengar bi wulan masuk dan menyuruh membuktikannya,hanya diam dengan sedikit menyunggingkan senyum tipis lalu masuk menemui dokter.
tak berselang lama dari saat alvin masuk untuk memperiksaan dirinya, kini alvin keluar dengan secarik kertas 1 lembar.
" pergilah dan tebus lah obat sesuai catatan yang tertulis di kertas itu.tentang biaya tidak perlu khawatir.biar saya yang menanggung."ucap bi wulan yang langsung masuk menemui dokter.
alvin yang tak sempat berterima kasih.lansung berjalan menuju tempat di mana apotek penebusan obat terletak.
sedangkan bi wulan yang sudah masuk langsung bergegas mengambil surat pemeriksaan.dan langsung di serahkan oleh dokter.
"ternyata anak itu jujur dengan peraktaannya.aku tidak tau harus bagaimana..tapi satu satunya keputusan hanya nyonya besar yang akan menangani anak itu bagaimana." batin bi wulan sambil membaca laporan pemeriksaan.
bersambung..