
syafina yang mendorong Alvin hingga jatuh dari atas kasur.langsung menutupi tubuhnya dengan selimut yang ada di samping nya.begitu juga dengan Alvin. dengan cepat ia lansung memakai sarung nya yang tergeletak di lantai.
lutfi yang tadinya berdiri, tiba tiba berjalan mendekati Alvin.dan azizah memilih mendekati syafina yang sudah syok gemetar hebat.
plak!!!
nampak tangan lutfi yang masih gemeteran mendarat dengan keras menampar pipi Alvin.merasa bersalah.alvin hanya diam menyesali apa yang telah ia perbuat.
"kamu apain syafina mas? hah!? cepat jawab!? apa yang udah kamu perbuat sama safi?" tanya lutfi dengan suara serak sambil menahan tangisnya.
" A-aku.. aku ngk tau apa yang udah aku lakuin fii.. percaya sama mas.mas ngk tau kenapa tiba tiba berbu... " belum sempat menjelaskan semuanya, penjelasannya di potong oleh lutfi yang membantah keras.
"BOHONG!! JELAS JELAS KAMU MENIDURI TEMAN KU!! APA GUNA..
" STOOPPP!!! JANGAN ULANGI KATA KATA ITU! KU MOHON JANGAN! ITU MEMBUATKU MUAL!! " teriak syafi dengan keras yang memotong perkataan lutfi. sehingga membuat serangan paniknya langsung kambuh.
lutfi langsung berbalik menatap syafina yang sudah bukan syafina.badan nya bergetar dengan hebat.dan wajahnya pucat seperti mayat.azizah yang ada di dekatnya hanya bisa menahan tangan syafi yang terlihat menyakiti dirinya sendiri.
" HEI!! stop fin.gua tau ellu sedih dan terpuruk tapi stop nyakitin diri sendiri.tangan ellu luka fin" bujuk zizah pada syafina yang nampak mencengkeram kuat tangannya hingga berdarah dan terlihat berkali-kali menarik rambutnya sendiri serta memukul kepala nya kedinding.
lutfi yang tak bisa diam seketika menahan tangan syafina dan menangis memintanya stop. namun tiba tiba.
huweeeek!! uhuk uhuk! huweeeek!!
Alvin kaget dan setengah mati ketakutan melihat kondisi syafina begitu parah.tampa pikir Alvin mendekat namun langkahnya berhenti saat lutfi mempolototinya dengan mata tajam seakan menerkam.
azizah yang sudah tau apa yang sedang terjadi pada sahabatnya bediri dan terpaksa menampar syafina yang trus trusan menggila.
PLAK!! *syafina yang di tampar pun tak bergeming.dan tatapan matanya tetap kosong.tapi penyiksaan terhadap dirinya berhasil terhenti akibat tamparan zizah.
"APA YANG KAMU LAKUKAN!!? " teriak lutfi dengan suara murka.dan menangkap tangan zizah yang menampar pipi syafina.
"APA KAU NGK LIHAT SITUASI MACAM APA INI HAH!? FINA LAGI NGALAMIN SERANGAN PANIK!! APA KAU NGK BISA MIKIR!?" emosi zizah meluap hingga membentak lutfi yang menghentikan zizah.
" gawat.. "suaranya lirih melemah dan tangisan zizah menyeruak. namun zizah tak menyerah di mana situasi saat itu semakin mencekam.
"AMBILKAN AIR CEPAT!!! " teriakan zizah menggema menyuruh seseorang mengambilkan air. tak peduli siapa yang mengambilkan.ia hanya butuh air.
Alvin yang mengerti dengan keadaan menoleh ke sembarang arah dan berlari mengambil air.
untungnya air itu sisa di mana lutfi minum.
Alvin menyambar segelas air yang terletak di bangku blajar lutfi,lalu dengan sigap Alvin memberikan airnya dengan cepat pada zizah.
SUAR!! *siram zizah mengenai kepala syafina dengan sengaja*
"BANGUN!! SADARLAH!!!. FIN!. KUMOHON BANGUN!! SADARLAH" teriak zizah sambil menahan tangis.
plak!!
tampar lutfi mencoba menyadarkan syafina untuk yang terakhir kalinya.
..... *hening*
tiba tiba.huwaaaa!! huhuhuuuu! *seketika tangisnya pecah dengan suara kencang memenuhi ruangan kamar lutfi.
kedua sahabat nya memeluk syafina yang sadar dari serangan paniknya.zizah serta lutfi ikut menangis sambil menenangkan syafina yang trus menerus tak berhenti menangis.
BRAK!!
****: "APA YANG TERJADI!! "tanya seseorang dari ambang pintu dengan panik.
bersambung..