Daniella, The Brave Girl

Daniella, The Brave Girl
Chapter 8



"Albert, kamu dari mana saja. Belakangan ini Mommy lihat kamu sangat sibuk sekali di luar. Kamu sering pulang terlambat dan sering sekali tidak ke kantor. Padahal kamu kan sekarang masih magang dan masih belajar untuk bisa memahami pekerjaan Daddy." Ucap Roselly, mommy dari Albert


"Oh, iya Mom, aku ada sedikit urusan." ujar Albert.


"Memangnya kamu punya urusan apa?" tanya Roselly penasaran.


"Tidak terlalu penting ko Mommy." jawab Albert.


"Saat Daddy akan mengirim kamu ke Amerika untuk melanjutkan kuliah. Kamu bersikeras tidak mau. Dan kamu bilang kamu mau belajar tentang perusahaan. Sekarang kamu di berikan kesempatan sama Daddy untuk magang di kantor kamu malah absen beberapa hari ini. Daddy kan jadi bertanya-tanya."


"Aku kan masih muda Mommy. Aku Masih ingin bermain-main dulu. Kemarin-kemarin memang aku sangat ingin belajar tentang perusahaan di perusahaan Daddy. Tapi sekarang sepertinya aku berubah pikiran. Aku mau melanjutkan kuliah ku lagi." ucap Albert pada Mommy nya.


"Sebenarnya kemauan mu itu apa-apa. Mommy dan Daddy kan jadi bingung. Kami selalu memenuhi keinginanmu. Saat kamu ingin rehat kuliah dan ingin belajar tentang urusan kantor. Daddy mu mengabulkan itu. Di saat kamu sudah cuti kuliah dan ingin belajar tentang perusahaan. Daddy ikuti kemauan mu. Bahkan Daddy sudah buat kan ruangan sendiri untuk mu kan di kantor. Dan memberikan kamu fasilitas di kantor. Untuk bisa kamu tempati. Dan sekarang kamu berubah pikiran lagi, ingin melanjutkan kuliahmu. Maksudmu apa?


"Namanya juga aku masih belum mantap Mom. Tidak kah jika anak terakhir itu mendapatkan perlakuan spesial. Bukankah biasanya anak sulung itu mendapatkan perlakuan spesial." tutur Albert, menggoda sang Mommy.


"Memangnya Daddy dan mommy kurang memperlakukan mu spesial. Bukankah kami selalu memperlakukanmu dengan spesial. Sekarang kami harus memperlakukanmu spesial seperti apa lagi Albert?" tanya Roselly.


"Aku ingin berkuliah lagi Mommy. Dan untuk urusan kantor. Sepertinya aku cansel dulu. Please izinkan aku kuliah satu semester saja. Kabulkan ya permintaanku Mommy." ucap Albert memohon pada Mommynya.


"Jangan khawatir Mom. Jalan ku lurus ko." sahut Albert.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sesampainya di dalam kamar. Albert pun merasa sangat bahagia karena ia sudah bisa mempengaruhi Mommy nya untuk mencapai urusan pribadinya.


Sebenarnya yang membuat dia berubah pikiran itu adalah Daniella.


"Semoga Mama memberikan aku kesempatan untuk bisa memiliki banyak waktu untuk mendekati Daniela. Gadis itu memang gadis biasa. Tapi aku sangat yakin bahwa dia adalah gadis yang sangat pintar dan juga jenius. Dia punya masa depan yang panjang dan bersinar kelak. Saat dia bisa lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan. Aku yakin dan dia akan menjelma menjadi orang yang sukses. Dan saat itulah aku akan datang mengulurkan tangan kepadanya. Tapi aku harus berusaha untuk membuat Daniella tetap berpersepsi aku orang biasa. Aku lihat dia adalah orang luar biasa. Semoga aku bisa memilikinya dan bisa membawanya ke rumah ini. Sehingga Daniella yang biasa akan menjadi Daniella luar biasa kelak. Aku akan memperjuangkan Daniella. Aku akan membuat Mommy dan Daddy bisa menerimanya. Dan aku ingin keluargaku melihat Daniella."


Albert benar-benar dibuat terobsesi dengan Daniella.


Bahkan misi untuk memiliki Daniella pun sudah ia susun dengan sangat rapi.


"Aku menyadari, kehidupan ku dan Daniella sangatlah berbeda jauh. Aku memilih Daniella sebagai incaran ku karena ia gadis pintar." Guman Albert dalam hati.


"Aku yakin itu aku akan bisa membuat sejarah dalam keluargaku. Aku anak ke-3 dari 3 bersaudara yang menikahi gadis biasa, tapi gadis biasa itu mempunyai talenta yang luar biasa serta istimewa. Aku harus bisa mewujudkan itu.. Sebenarnya ini tidak hanya sekedar obsesi, tapi aku benar-benar jatuh cinta dengan Daniella. Dan aku harap apa yang aku rencanakan ini semuanya akan berhasil."