
Dan sejak itu, Daniella paham. Jika wanita itu adalah yang terpopuler di kampus.
Dan sepertinya wanita itu memang tidak menyukai dirinya.
"Oke aku di sini hanya untuk belajar, mencari ilmu dan bersekolah. Tidak ada yang lain dan aku pun juga tidak merasa pintar. Jadi tenang saja, aku lebih suka menyendiri kok." jawab Daniella.
"Maaf, aku harus masuk ke kelas. Kelas ku sudah di mulai." ucap Daniella, kemudian ia meninggalkan dua wanita tersebut.
Dari dulu danilla memang tidak suka menjadi pusat perhatian.
Jika dirinya saat ini bisa diterima di universitas yang cukup terkenal. Itu karena ia bisa mendapatkan kuliah di situ karena beasiswa. Dan berkat bantuan dari Albert.
Saat dirinya di diperhatikan oleh beberapa mahasiswa yang lain. Tentu saja hal itu cukup mengganggu Daniela.
Karena populer dan menjadi perhatian di kampus tidaklah yang Daniela inginkan.
Mengabaikan tanggapan-tanggapan yang datang menghampirinya. Daniella tidak ingin semuanya itu mengacaukan fokusnya untuk berkuliah.
Tujuannya berkuliah adalah untuk mencari gelar dan juga ilmu.
Daniela berharap, dengan gelar yang ia dapat nanti bisa memudahkan dirinya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaan yang saat ini.
Saat ini Daniela cukup bersyukur bisa bekerja di tempat ia bekerja. Tetapi Daniela punya harapan bisa bekerja di tempat yang lebih baik dengan gaji yang lebih baik pula.
Sebagai anak yatim piatu dan sebagai seorang kakak, Dani harus pintar-pintar mencari peluang dan juga harus tegas dalam mengatur masa depannya.
Hidupkan mandiri mengajarkan Daniela banyak hal. Hidup mandiri mengajarkan Dani untuk tidak bergantung kepada siapapun.
Dan kemandirian mengajarkan dia segalanya. Tentang berusaha bekerja keras dan menikmati kehidupan apa adanya. Tanpa drama, tanpa konflik dan tanpa punya masalah dengan siapapun.
Hanya itulah yang ada diinginkan Daniela. Ia ingin hidup tenang dengan cara dirinya sendiri. Dengan tidak memiliki musuh dan tidak mau mencari musuh.
Bulan demi bulan berlalu, kini Daniella benar-benar bisa menyesuaikan diri dengan semua aktivitasnya.
Pekerjaannya selama ini tidak ada masalah. Dan kuliahnya pun juga baik-baik saja.
Dani benar-benar menikmati hidupnya. Bekerja, berkuliah dan juga menikmati kebersamaannya dengan adik semata wayangnya Aaron.
Di sisi lain, keakrabannya dengan Albert juga semakin erat terjalin.
Jalinan pertemanan mereka juga semakin baik. Pertemanan mereka semakin dekat dan semakin erat.
Rahasia Albert yang selama ini ia rahasiakan tentang kehidupan pribadinya benar-benar tidak tercium oleh Daniela.
Beberapa kali Albert mengajak Daniela ke tempat kosnya.
Karena Albert bener-bener ingin menunjukkan kepada Daniela bahwa dia adalah orang biasa.
Albert sengaja menyewa sebuah tempat kost yang tidak jauh dari rumah dari rumah Danilla.
Dan pada minggu sore itu, untuk pertama kalinya Albert mengajak Daniela untuk bermain ke tempat kostnya.
Karena Daniela penasaran untuk tau tempat kost Albert.
"Akhirnya, kamu sampai juga di tempat kost ku. Masuk jangan takut. Aku tidak macam macam dengan mu." ujar Albert sambil menyeringai.
"Memangnya apa yang ada di otakmu? Kamu mau macam-macam denganku?" tantang Daniela.
"Mana mungkin aku berani dengan mu Daniela. Kamu itu strong woman, kamu juga pintar, tak jauh dari tempat kost ku ada kantor polisi. Mana mungkin aku menyerahkan diriku kepada polisi jika aku berniat jahat. Tentu saja aku tidak akan macam-macam dengan mu. Aku tidak bodoh. Dan aku tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan dirimu sendiri" ujar Albert serius.
"Tenang, Albert. Tadi aku hanya bercanda. Jangan tanggapi serius ucapan ku. Aku tidak pernah berprasangka buruk terhadap dirimu. Justru kamu telah berbuat banyak kepada diriku." ucap danilah diplomatis.