Daniella, The Brave Girl

Daniella, The Brave Girl
Chapter 16



Setelah Daniel dan Albert mengobrol sebentar di tempat kost.


Kini keduanya keluar dari tempat kost bersama sam. Karena pada saat itu mereka sedang lapar dan ingin menikmati makan di pinggir jalan. Mereka pun kemudian memutuskan untuk cari makan.


Sama-sama berjalan kaki, baik Albert dan juga Daniela berjalan di sebuah pinggir jalan untuk cari foodcourt yang ada di seberang jalan.


Mereka nampaknya ingin mencari makanan yang cocok yang akan mereka nikmati.


"Apa makanan favoritmu?" tanya Albert yang sangat ingin tahu makanan kesukaan Daniela. Dan makanan apa saja yang bisa Daniela makan.


"Sebenarnya aku tidak mempunyai makanan favorit. Karena aku makan apa saja. Aku sudah terbiasa makan makanan apa adanya di rumah bersama Aron."


"Tapi paling tidak kamu pasti punya kan, makanan favorit." tanya lagi Albert memaksa.


"Aku suka pasta. Bisanya ibuku dulu saat aku kecil. Ibuku suka membuatkan aku pasta. Dan sejak saat itu aku menyukai makanan itu. Saat ibuku sudah tiada. Aku jarang makan itu di rumah. Aku lebih suka makan makanan yang cepat di sajikan. Biasanya Aron yang masak jika di rumah. Dia sekarang pandai memasak. So, jadi, makanan favorit ku adalah pasta." jawab Daniella.


"Pasta, aku akan ingat itu. Oya tanggal berapa kamu berulang tahun?" tanya lagi Albert, yang sudah seperti seorang detektif yang bertanya dan ingin mengetahui banyak hal tentang Daniela.


"Untuk apa kau bertanya tentang tanggal ulang tahunku? Apa kau akan memberikan sesuatu di saat nanti aku ulang tahun?" gertak Daniella.


"Jika aku punya uang, aku pasti akan memberikan sesuatu untukmu. Makanya aku tanya kapan kamu akan berulang tahun." tanya Albert.


"Aku berulang tahun di 10 Desember." Daniella dengan polosnya memberitahu tentang tanggal ulang tahunnya.


Daniella tidak menyadari, bahwa hal itu adalah bagian dari misi Albert untuk mengetahui apa saja tentang Danilla.


"Oke, aku akan akan ingat 10 Desember adalah ulang tahunmu."


"Tidak apa-apa. Aku hanya bertanya. Memang tidak boleh. Bukankah kita berteman. Aku hanya bertanya tentang makan favoritmu dan juga hari ulang tahunmu. Kenapa kau tidak bertanya kepadaku, apa makanan favoritku dan tanggal berapa aku berulang tahun?" tanya Albert balik pada Daniela.


Danilla pun kemudian terkekeh ketika mendengar pertanyaan itu dari Albert.


"Baiklah, kalau begitu aku bertanya. Apa makanan favoritmu, dan tanggal berapa kamu berulang tahun tanya?" tanya Danilla akhirnya sambil menahan tawa.


Mendengar aura wajah Danilla yang seperti itu semakin membuat Albert gemas terhadap gadis yang ada di sampingnya.


"Aku sangat menyukai wajah menahan tawa mu seperti itu." ujar Albert.


"Ayolah Albert jangan banyak membual. Kamu selalu saja berbicara hal-hal yang membuat rona pipiku bisa memerah. Aku tahu semua itu hanya gombalan mu. Oke kembali lagi ke pertanyaan ku, jadi kapan kamu berulang tahun?"


"Aku berulang tahun di 30 Agustus musim panas. Biasanya aku selalu mengunjungi pantai saat aku berulang tahun."


"Aku juga suka pantai, tidak ku sangka ya, ternyata kita banyak kesukaan kesamaan."


"Itu sebabnya aku sangat senang berteman dengan mu. Karena kita banyak kesamaan. Karena kau juga adalah orang yang sangat enak sekali untuk diajak mengobrol, kamu sangat dewasa."


"Aku hanya diriku. Aku tidak ingin bersikap palsu jika ada seseorang suka dengan diriku. Aku bisa memaklumi kita tidak bisa membuat orang terkesan dengan diri kita kan. Inilah aku apa adanya. Aku hanyalah seorang yatim piatu yang hidup di rumah sederhana dengan adikku aku sangat menikmati hidupku dan aku sangat suka pada Tuhan."


Semangatmu yang seperti itulah yang membuat aku semakin menyukaimu Daniela. Dan kau tidak tahu saja sudah lama jika aku sebenarnya jatuh cinta denganmu. Tetapi aku tahu kehidupan percintaan bagimu saat ini tidaklah menjadi prioritas mu.


Aku sudah cukup senang menjadi sahabat dekatmu. Yang bisa terus memperhatikan dirimu itu sudah membuat aku bahagia dalam hati. Guman Albert dalam hati. Sambil mengangumi Daniella.