Daniella, The Brave Girl

Daniella, The Brave Girl
Chapter 11



Dan malam malam itu pun dilalui dengan penuh rasa bahagia oleh dua bersaudara tersebut.


sesuai menikmati makan malam. Seperti biasa Daniella dan Aron pun sama-sama untuk membereskan sisa-sisa makan malam mereka.


Hidup berdua saja di rumah membuat dua saudara itu sangat akur dan saling bekerja sama.


Dan kini, hari-hari yang dilalui oleh Daniella semakin lama semakin semangat.


Karena dia menjalani dua aktivitas sekaligus dalam kesehariannya. Yaitu bekerja dan berkuliah.


Sedangkan Aron sendiri ia masih sekolah menengah ke atas.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Di sisi lain, Albert pun kini semakin gencar untuk mendekati Daniella.


Meski begitu, Albert selalu berhati-hati dalam segala tindakannya. Karena ia tidak ingin penyamarannya diketahui oleh Daniella.


Ia tetap berakting menjadi seorang pria biasa yang tinggal di sebuah kos-kosan kecil dan bekerja serabutan.


Ketika Albert berada di tempat kuliah penyamarannya pun hampir tidak diketahui oleh kebanyakan orang. k


Karena saat itu Albert menggunakan sebuah wing dengan model rambut keriting yang mengenakan kacamata dan sedikit memberikan tahi lalat di sudut bibirnya.


Kedekatan yang terjalin antara Daniel dan Albert kini semakin solid.


Dan Daniella benar-benar seperti mendapatkan seorang teman yang sangat baik dan luar biasa.


Ketika Daniella sudah bersiap dengan sepeda sepedanya untuk pergi bekerja. Ia terkaget karena Albert sudah ada di halaman rumahnya.


"Hai Albert, siang seperti ini kamu sudah berada di sini. Apa yang kamu lakukan." tanya Daniella saat melihat Albert sudah berada di halaman rumahnya.


"Aku tidak ada kerjaan. Daripada aku bete aku langsung saja ke rumahmu. Ayo, aku antarkan kamu pergi bekerja." tutur Albert, ketika itu ia sudah naik di motornya dan kemudian ia menepuk tempat duduk di motornya.


"Oh, kamu tahu, aku sudah terbiasa pergi bekerja naik sepeda. Kau tidak perlu repot-repot datang kemari hanya untuk mengantarkan aku." tutur Daniella.


"Siapa bilang aku repot. Tadi aku juga ingin membeli makanan di restoran tempat kamu bekerja. Aku tidak masak di rumah. Daripada aku ke sana sendirian kan lebih baik aku ke sana sambil mengantarkan kamu." ujar Albert, yang sebenarnya ia hanya pura-pura saja karena ia ingin dekat dengan Daniella.


Daniella pun kemudian berpikir sejenak. Ia merasa tidak enak jika menolak bantuan Albert. Karena Albert pun juga sudah datang ke rumahnya.


"Oleh karena itu, aku akan ikut denganmu. Tapi lain kali kamu tidak perlu melakukan ini. Aku sudah terbiasa bekerja naik sepeda. Lagi pula lokasi restoran kan tidak jauh dari rumah. Aku bukan tipe orang yang suka merepotkan orang." ujar Daniella.


"Aku tahu, kamu bukan tipe orang seperti itu. Bukankah kamu sudah bilang pada ku. Tadi aku tidak sengaja ingin beli makanan di sana. Daripada motorku kosong. Tidak ada salahnya kan jika aku mampir ke rumahmu dan sekalian untuk mengantarmu bekerja."


"Baiklah." ucap Daniella akhirnya. Kemudian ia pun memasukkan kembali sepedanya. Padahal ia tadi sudah mengeluarkannya.


"Pakai helm, biar aman." ucap Albert yang menyodorkan sebuah helm kepada Daniela.


Daniella yang sudah naik di atas motor itu pun kemudian memakai helm yang diberikan oleh Albert.


"Oke, sudah siap. Kita jalan." ucap Albert yang begitu sangat senang ketika wanita yang sangat ia cintai kini duduk di belakangnya di atas motornya.


Dan Albert pun kini mengendarai motornya dengan kecepatan sedang menuju restoran. Karena ia tidak ingin momen kebersamaan seperti itu cepat berlalu