Daniella, The Brave Girl

Daniella, The Brave Girl
Chapter 14



Dan akhirnya, Albert dan juga Daniela berpisah Di sebuah koridor. Albert masuk ke fakultasnya dan danilla masuk ke fakultasnya.


Saat Daniella hendak masuk ke ruang kuliah. Seseorang menghadang Danilla.


"Hai kamu, tunggu sebentar." seru seseorang. Saat dirinya di panggil, Daniella pun kemudian berhenti dan berbalik. Daniella kemudian menatap seseorang yang telah memanggilnya.


Ada dua wanita yang kini sudah berdiri di hadapan Daniella. Dan mereka nampak sepertinya tidak menyukai Daniela.


Danilla yang saat itu masih baru di kampus merasa tidak kenal dengan dua wanita tersebut.


"Ada yang bisa ku bantu?" tanya Daniela mencoba untuk bersikap dengan ramah.


"Kau mahasiswa baru ya, yang masuk ke universitas ini dengan beasiswa." Tanya salah seorang perempuan yang wajahnya terlihat sangat sinis ketika menatap Daniella.


"Iya, aku penerima beasiswa itu. Ada apa? Apa ada sesuatu yang ingin kalian tanyakan?" tanya danilla masih bersikap lembut.


"Aku melihatmu beberapa hari yang lalu di sebuah restoran. Kamu bekerja di sebuah restoran cepat saji yang tidak jauh dari sini kan." seru seseorang itu.


"Ya, kau benar. Aku seorang pramusaji."


"Aku heran saja, mana bisa seorang pramusaji bisa berkuliah di kampus mahal ini. Bahkan kamu mendapatkan beasiswa eksklusif lagi. Aku Hanya penasaran dari siapa kamu mendapatkan beasiswa tersebut. Karena tidak mudah seseorang mendapatkan beasiswa di sini."


Daniella kemudian teringat dengan pesan yang pernah dikatakan oleh Albert. Jika ada seseorang yang bertanya dari mana Ia mendapatkan beasiswa. Maka Daniella tidak boleh menyebutkan dirinya lah yang memberikan informasi tentang beasiswa tersebut.


Daniella kemudian berpikir untuk mencari alasan yang tepat untuk bisa memberikan jawaban kepada dua wanita yang menanyainya.


"Aku mendapatkan beasiswa itu dari internet. Saat aku searching tiba-tiba aku menemukan informasi sebuah universitas mengadakan beasiswa. Dan itu hanya akan diberikan kepada 10 calon mahasiswa. Karena untuk mendapatkan beasiswa itu juga tidak mudah. Mereka melakukan seleksi dan aku adalah salah satu dari mereka. Aku lolos dalam seleksi itu dan aku dapatkan berkuliah di sini." jawab Daniella berbohong, padahal beasiswa itu adalah pemberian dari Albert.


"Oke, terima kasih sudah menjawab pertanyaan ku. Siapa namamu." tanya lagi wanita itu.


"Perkenalkan aku Daniella. Senang bertemu denganmu." ujar Daniella yang kemudian ia memberikan tangannya untuk menjabat tangan wanita yang ada di depannya.


Tapi sepertinya wanita itu tidak ingin berjabat tangan dengan Danilla. Danilla pun kembali menarik kembali tangannya.


"Maaf, aku tidak berjabat tangan dengan seseorang yang ada di lingkungan bawah. Dan aku hanya ingin katakan kepadamu Daniella. Kamus ini adalah kampus milik dari orang tuaku dengan bekerja sama dengan beberapa kolega papaku. Jadi jangan merasa sok pintar kamu di kampus ini. Karena kau mendapatkan kesempatan untuk berkuliah dengan jalur seleksi beasiswa. Akulah yang tetap akan menjadi yang nomor 1 di kampus ini, paham kan maksudku." ucap wanita tersebut.


Dan sejak itu Daniella paham. Jika wanita itu adalah yang terpopuler di kampus. Dan sepertinya wanita itu memang tidak menyukai dirinya.


"Oke aku di sini hanya untuk belajar, mencari ilmu dan bersekolah. Tidak ada yang lain dan aku pun juga tidak merasa pintar. Jadi tenang saja, aku lebih suka menyendiri kok." jawab Daniella.


"Maaf, aku harus masuk ke kelas. Kelas ku sudah di mulai." ucap Daniella, kemudian ia meninggalkan dua wanita tersebut.