
Suasana di meja makan menjadi canggung karena kedua pasangan yang baru saja kepergok hendak bermesraan di dapur oleh ayah mertua. Jadinya Raka dan Adelia hanya bisa terdiam sambil terus fokus dengan sarapan mereka berdua.
"Ekhem...." suara deheman itu kembali membuat keduanya tersadar.
"Kalian kenapa diam saja. Seperti ayam sakit," sindir Bagas Chalandra kepada putri dan juga menantunya.
Keduanya hanya bisa tersenyum nyengir begitu saja mendapatkan pertanyaan seperti itu. Ya namanya habis kepergok meskipun udah sah masih aja kan kakunya belum ilang, hehehe.
"Papa berharap kalian segera mendapatkan momongan. Biar rumah ini menjadi lebih ramai lagi kedengarannya kalau ada penghuni barunya," harapan Bagas Chalandra diaminkan perlu keduanya.
"Aamiin ya rabbal alamin, semoga saja pa, segera terwujud. Aku juga sudah rajin nabung kok pa," ujar Raka mulai kumat bicaranya tanpa di filter.
"Mas Raka ih," ucap Adelia dengan sorot mata tajamnya memperingati sang suami yang mulai sembarangan bicara.
"Alhamdulillah kalau begitu nak, papa titip Adelia. Kalau dia bandel jewer aja telinganya," ucap Bagas bercanda cukup membuat Adelia menjadi sewot mendengarnya.
"Baik pa."
"Ih, apaan papa ini ya. Mana pernah aku bandel pa. Aku kan anaknya baik hati dan tidak sombong," balas Adelia tidak mau kalah.
"Iya deh iya," sambut pak Bagas Chalandra dengan gelak tawanya melihat wajah sang putri yang kembali manyun akibat ulahnya.
Setelah sarapan Adelia mengantarkan dua lelaki hebatnya ke halaman rumah sang papa yang megah. Pak Bagas Chalandra pun lebih dulu berangkat ke kantor disusul oleh Raka di belakangnya.
"Aku berangkat dulu ya sayang," pamit Raka hendak masuk ke dalam mobilnya tetapi ditahan tangannya oleh Adelia.
"Sayangnya mana dulu mas," pinta Adelia dengan memajukan pipinya lebih dekat ke wajah Raka.
"Udah mas kerja dulu, nanti malam aku janji bakalan kasih servis yang dobel," bisik Adelia karena Raka hampir aja membatalkan acaranya ke kantor pagi itu.
"Beneran ya musti yang dobel," ujar Raka tidak mau jika istrinya nanti malam melupakan apa yang sudah ia janjikan sendiri.
"Iya mas, pasti kok, tenang aja," janji Adelia. Dia hampir tidak bisa menahan tawany karena suaminya mulai merajuk seperti anak kecil masalah ranjang untuk nanti malam.
"Ya sudah, mas berangkat dulu, cup, cup, cup, assalamualaikum," pamit Raka dengan tiga kecupan yang lagi-lagi mendarat di wajah sang istri.
"Waalaikumsalam mas, semangat kerjanya ya sayang," balas Adelia sambil tersenyum manis dan melambaikan tangannya.
"Pasti istriku tercinta."
......................
Sementara di sebuah apartemen di tengah kota. Tampak seorang wanita tengah mengendap-endap mencari cara agar bisa keluar dari mobil miliknya tanpa ada seorang pun yang tahu. Setelah dirasa aman, diapun mulai berjalan menuju ke lobi apartemen dan segera menuju ke ruangan yang dia inginkan.
"Semoga saja Gilang bisa membantuku keluar dari permasalahan ini. Hidupku benar-benar sial bange sih. Permasalahan satu belum kelar udah datang lagi masalah yang lain."
❤️❤️❤️
TBC
Maaf lama update ya, pantengin aja, karena sebentar lagi ceritanya akan segera tamat