Crazy But She'S Mine

Crazy But She'S Mine
46



"Aku akan mengajarimu sebuah hukuman orang dewasa," ucap Raka langsung membopong tubuh Adelia dan membawanya ke ranjang.


Setelah meletakkan istrinya di atas ranjang yang akan menjadi saksi bersatunya sepasang suami istri tersebut. Raka mencondongkan wajahnya untuk mencium Adelia.


Namun, baru juga bibirnya akan menyentuh bibir tipis sang istri. Suara dering ponselnya membuat Raka menghela napasnya. Ia lupa tadi tidak mensilent handphonenya lebih dahulu sebelum mengajak Adelia tidur. Raka bersiap hendak mencium sang istri namun derinh ponselnya terus berbunyi membuat Raka mendengus kesal. Adelia pun tak kuasa menahan tawanya melihat respon sang suami.


"Angkat saja dulu mas, siapa tau penting," kata Adelia sambil mengelus wajah Raka dengan lembut.


Adelia tahu kalau suaminya sedang kesal karena acara malam pertama mereka mendapat gangguan seperti itu.


Tanpa banyak bicara raka segera turun dari atas tubuh Adelia. Dia melangkah menuju nakas melihat panggilan dari siapa yang sudah berani mengganggu malam pertamanya ini. Astaga, asisten Deon!


"Ada apa!" sentak Raka begitu dia mendengar suara asistennya yang sudah mengganggu acara sakral dia dengan Adelia.


"Emm..maaf tuan, ada informasi yang harus saya sampaikan. Ini penting sekali, masalah pelaku yang menabrak nona muda. Dia sudah mengaku siapa pelakunya. Dan orang itu adalah kakak tiri nona, yaitu Jennifer. Kini pihak berwajib sedang mencari keberadaan Jennifer yang kabur. Kini dia dinyatakan sebagai buronan," jelas asisten Deon.


"Ya sudah kamu yang urus semuanya. Oya, jangan ganggu aku lagi malam ini. Aku ada urusan penting."


KLIK


Raka mematikan sambungan teleponnya.


Dari seberang sana asisten Deon tampak terperangah mendengar ucapan singkat tuan mudanya.


Sementara itu Raka yang sudah tidak ingin mendapatkan gangguan lagi. Ia segera mematikan handphonenya. Tak lupa juga ia meminta Adelia mensilent handphone miliknya. Bisa saja kan gangguan nanti justru pindah dari pihak adelia. Bisa-bisa acara malam sakral ini akan terhenti ditengah jalan. Oh, tidak! Raka tidak akan membiarkan hal tersebut.


Adelia tampak tertawa geli melihat tingkah laku suaminya. Raka berjalan mendekati Adelia.


"Mengapa kamu mentertawakanku?"


"Kamu sangat lucu mas," kata Adelia memegang wajah tampan Raka.


"Itu karena aku ingin malam ini kamu menjadi milik aku seutuhnya. Aku tidak ingin gagal lagi."


Tanpa aba-aba Raka mencium bibir Adelia dengan pelan dan lembut. Ia tidak mau tampak terburu-buru dan membuat Adelia merasa tidak nyaman. Namun lama-kelamaan juga ciumannya semakin menuntut dan bahkan terkesan ganas. Raka memegang wajah Adelia agar ia bisa leluasa memperdalam ciumannya.


Raka sudah cukup kelaparan menahan hasratnya karena mempertimbangkan kesehatan Adelia yang baru sembuh dari komanya. Tetapi malam ini melihat Adelia yang begitu menggoda membuatnya tak mampu lagi menahan diri. Adelia menawarkan kesegaran yang ingin segera ia teguk dan menyegarkan dahaga yang selama ini ia tahan.


Raka mencecap bibir itu dengan kuat. Menelusupkan lidahnya masuk ke dalam dan mengabsen setiap rongga yang ada di mulut adelia. Bahkan Adelia sendiri tak mampu mengimbangi ciuman membara seorang Raka. Ia hampir saja kehilangan keseimbangannya kalau saja Raka tidak menahan pinggangnya dengan kuat. Bibir manis Adelia yang menggoda membuat candu bagi seorang Raka.


Sreeeekkkk...


❤️❤️❤️


TBC