
Ceklek!
Raka keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja di pinggangnya. Dia tersenyum gemas melihat Adelia yang masih tertidur. Tubuh polosnya hanya ditutupi selimut saja. Raka pun mendekati adelia, menciumnya lembut untuk membangunkan istrinya tersebut.
"Sayang, ini sudah siang, ayo bangun, kamu tidak lapar, hmmm?" Raka mengelus-elus lembut pipi chubby istrinya.
"Euughh....." Adelia hanya melenguh mendengar suara Raka.
Tampaknya ia begitu kecapekan karena Raka sudah menggempur dirinya. Bahkan ia tidak tahu jam berapa dirinya tertidur. Karena Raka seolah-olah tidak ada lelahnya. Dia ingin lagi, lagi dan lagi. Tidak ada jeda sedikitpun sampai Adelia jatuh tertidur saking lelahnya.
"Katanya pengen main ke rumah ayah," ujar Raka kembali sambil mengelus pelan pundak polos sang istri.
"Aku masih ngantuk," keluh Adelia dengan mata yang masih terpejam.
Raka tidak mau membuat istrinya melewatkan lagi jam makannya. Ia segera menggendong tubuh Adelia yang tidak memakai sehelai kain pun. Raka membawa istrinya itu ke kamar mandi. Adelia reflek mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.
"Mas Raka, iihh....." Raka hanya terkekeh mendengar Adelia yang tampak protes dengan apa yang dia lakukan.
Namun ternyata tindakannya itu justru membuat Raka kelabakan sendiri. Bagaimana tidak jika hanya dengan melihat tubuh Adelia saja itu sudah mampu membangkitkan juniornya. Ia ingin sekali bercinta di siang hari ini dengan Adelia.
Raka meletakkan tubuh Adelia ke dalam bathtub.
"Biar aku mandi sendiri," kata Adelia yang masih juga merasa malu tubuhnya dilihat oleh suaminya. Padahal semalaman Raka sudah melihat bahkan mengingat setiap inci tubuh indah Adelia tersebut. Apalagi Raka memperhatikannya dengan intens sedari tadi.
"A-aku akan membantumu biar cepet," kata Raka dengan suara beratnya. Ia menahan dirinya agar tidak terbawa has-rat yang menggebu sedari tadi.
Beberapa kali Adelia meminta Raka untuk keluar dari kamar mandi. Tetapi percuma saja karena suaminya itu tidak mendengarkan ucapannya. Ia justru dengan asyiknya mengoleskan sabun ke tubuh Adelia. Ia terus menyabuni Adelia dengan terus meraba-raba dan mengusap tubuh adelia yang berada di dalam bathtub.
Adelia sendiri sedari tadi menghela napasnya panjang dengan apa yang suaminya lakukan pada dirinya. Apalagi saat tangan suaminya menyentuh area da-da dan juga bagian intim bawahnya. Astaga, Raka terniat sekali untuk membantu dirinya mandi. Sama sekali Raka tidak memperboleh Adelia melakukan hal tersebut sendiri. Padahal detak jantung adelia sudah berdetak kencang sedari tadi menahan dirinya. Bukan hanya Adelia saja, tetapi Raka juga sih. Dia sudah berusaha menahan dirinya agar tidak menekan Adelia saat itu juga.
Selesai mandi, Raka memakaikan bathrobe pada tubuh adelia. Kemudian kembali menggendongnya ke kamar dan diletakkan di tepian ranjang tempat tidur keduanya yang masih berantakan.
Ia tetap ingin memperlakukan Adelia dengan istimewa. Karena istrinya juga sudah memberikan sesuatu yang berharga untuk dirinya.
Raka mengeringkan rambut basah Adelia dengan menggunakan hair dryer.
"Kamu pasti kelelahan karena aku. Apalagi semalam aku cukup kasar padahal kamu baru pertama kali melakukannya. Aku juga baru pertama kali juga sih, jadi belum bisa terlalu lembut kepadamu. Maaf ya sayang," ucap Raka membuat Adelia merasa malu mendengar ucapan suaminya tersebut.
Membahas tentang kejadian semalam tentu saja membuat wajah Adelia menjadi bersemu merah karena ingat kembali betapa luar biasanya yang telah terjadi.
"Kata orang kalau kita rajin melakukannya, maka akan lebih cepat hamilnya sayang," kata Raka sambil membelai lembut rambut Adelia yang panjang dan hitam tersebut.
"Hamil? Anak? mas Raka tidak apa-apa kalau aku cepat hamil nantinya?" tanya Adelia menatap suaminya dan Raka tersenyum sambil memeluk pinggang ramping sang istri.
Menatap dengan dekat wajah cantik Adelia yang tampak begitu menggemaskan.
"Tidak apa-apa. Aku justru akan senang sekali kalau kamu segera hamil sayang. Kita akan buat Raka dan Adelia junior yang banyak."
Berada di jarak kedekatan dengan Adelia membuat hasratnya menjadi memuncak lagi. Raka mencium bibir adelia, menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka. Raka sudah tidak mampu lagi menahan dirinya. Hanya dengan menatap Adelia saja sudah membuatnya ingin kembali menerkam sang istri. Apalagi semalaman ia sudah tau bagaimana rasanya bercin-ta. Dan itu kembali membuatnya candu.
Drrttt
Drrttt
Drrttt
❤️❤️❤️
TBC