Crazy But She'S Mine

Crazy But She'S Mine
38



Perusahaan Chalandra.


"Bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya Bagas Chalandra kepada sang putri yang baru tiba di kantornya. Tentunya bersama dengan suaminya, Raka Shaquille.


"Keadaan aku baik-baik saja kok yah? Kenapa ayah mengundang kami ke kantor. Kenapa tidak berbicara di rumah saja. Apakah di rumah masih ada mama dan juga kak Jennifer?" tanya Adelia.


Bagas Chalandra menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada sayang, rumah kita sudah tidak ada kehadiran mereka. Ayah sudah mengusir mereka berdua. Dan rumah itu terbuka kapanpun kamu dan suamimu datang ke sana, nak. Ayah juga sudah mengurus perceraian ayah dengan mamanya Jennifer," ucap Bagas Chalandra kepada sang putri.


Sedikit banyak Adelia menghela napasnya panjang. Dia melihat raut wajah ayahnya yang menurut dia semakin tak terawat. Apakah keputusan ayahnya untuk berpisah dengan ibu tirinya itu membuat ayahnya menjadi sedih.


"Kenapa wajah ayah tampak kusut sekali? Apakah ayah banyak pikiran? Ataukah ayah merasa terpaksa untuk berpisah dengan mama? Kalau memang ayah masih mencintai mama, aku tidak akan memaksa ayah untuk pisah kok," ucap Adelia yang merasa tidak enak melihat kondisi ayahnya saat ini.


Bagas Chalandra tersenyum mendengar ucapan sang putri. Sifat Adelia mengingatkan dia dengan almarhumah Istrinya. Ibunda Adelia adalah sosok yang lembut, baik hati dan juga perhatian. Sama seperti Adelia saat ini. Meski awalnya dulu tingkah Adelia tomboy. Namun setelah mengalami kecelakaan, Adelia menjadi sosok yang kalem dan lembut.


"Tidak sayang, ayah tidak lagi memikirkan dia. Itu semuanya sudah menjadi masa lalu. Masa sekarang dan nanti ayah adalah bersama kamu, dan juga menantikan cucu buat ayah," ucapan pak Bagas Chalandra tentu saja membuat Adelia tersipu malu.


Belum juga melakukan apapun. Dia sudah diminta untuk membuatkan cucu oleh sang ayah. Bagaimana Adelia tidak merasa pipinya memerah? Sudah ditodong cucu saja.


"Doakan saja secepatnya nanti ayah. Lagipula kondisi Adelia juga baru saja pulih dari sakitnya," ucap Raka setelah melihat wajah salting sang istri membuat dia segera bertindak. Dia tidak mau melihat istrinya semakin memerah seperti itu. Menggemaskan sekali sikap Adelia yang seperti ini.


Adelia menoleh ke arah suaminya. Raka memberikan kode kepadanya untuk membuka map tersebut. Adelia pun menurut. Dia mengambil map itu dan membukanya. Di sana tertulis dengan jelas nama pemilik perusahaan CH sekarang.


"Ya nak, sekarang perusahaan ini adalah milik kamu. Karena ini semua adalah warisan dari kakek dari bundamu. Jadi sudah sepatutnya perusahan ini menjadi milik kamu sayang," jelas ayah Bagas.


"Kenapa ayah?" tanya Adelia tiba-tiba.


Bagas Chalandra dan juga Raka Shaquille menjadi tidak mengerti dengan ucapan dari Adelia.


"Maksud kamu apa sayang?" tanya Bagas Chalandra.


"Kenapa ayah mendadak melakukan ini semuanya. Kenapa ayah ingin mewariskan perusahaan ini. Padahal adelia tidak meminta semua ini ayah. Karena aku sendiri juga belum bisa menjalankan perusahaan. Pendidikan saja aku belum selesai ayah," ucap Adelia merasa tidak mampu jika harus menghandle perusahaan seorang diri. Apalagi dia selama ini tidak pernah ikut campur masalah di perusahaan. Tidak seperti kakak tirinya yang begitu berambisi memiliki kedudukan di perusahaan CH.


"Raka bisa membantu kamu nak. Dia yang akan mengajari kamu banyak hal. Dan ayah percaya kalau Raka bisa membuat kamu mengerti banyak hal tentang perusahaan," ujar Bagas Chalandra sambil menatap yakin kepada menantunya.


❤️❤️❤️


TBC