Crazy But She'S Mine

Crazy But She'S Mine
47



*Agak wow, dibaca malam saja ya🙈 Maapkeun diriku 😆


...****************...


Sreeeekkkk


Raka menarik lingeri yang digunakan oleh Adelia sehingga kini tubuh perempuan itu telah terpampang dengan sempurna di depan suaminya. Bagaimana raka tidak semakin menggelora jika melihat betapa indahnya tubuh sang istri tercintanya.


Raka menciumi leher jenjang Adelia yang putih dan mulus. Tidak hanya itu saja, ia juga mengisapnya dan memberikan tanda kepemilikan di sana. Sampai-sampai Adelia men-de-sah berkali-kali akibat ulah Raka yang sudah seperti vampir saja.


Raka memposisikan tubuhnya berada di atas Adelia. Ia meraba setiap inci titik sensitif dari istrinya tersebut. Bahkan ia sudah tidak tahan untuk menyentuh dan menyesap puncak gunung kembar yang sudah menantang dirinya sejak awal permainan. Adelia yang sudah tidak lagi mampu menahan dirinya hanya bisa meracau tidak jelas. Akan setiap merasakan hisapan yang Raka lakukan. Tubuhnya seakan-akan terbakar dan meronta-ronta meminta lebih dari itu.


Raka terus memuja semua keindahan tubuh Adelia. Kini ia menciumi perut Adelia yang ramping dan mulus. Adelia me-leng-uh panjang, badannya tak bisa diam. Ia terus beraksi terhadap apa yang Raka lakukan terhadap dirinya.


Adelia semakin menggila saat merasakan Raka kini telah menenggelamkan kepalanya diantara kedua paha Adelia.


"Akkhhh... Raka!" jerit Adelia saat Raka sudah memulai aksinya di bawah sana.


Ia menganga dan menengah ke atas saat Raka mulai memanjakan dirinya. Memasukkan, membasahi bahkan keluar masuk dengan lembutnya di area yang membuat seluruh tubuh Adelia merinding dengan hebatnya. Tanpa sadar Adelia pun melebarkan pahanya dan mencengkeram rambut raka.


Hingga tak berapa lama Adelia mencapai kenikmatan surgawinya. Dia me-leng-uh panjang dengan napas yang masih tersengal-sengal tentunya.


Suara-suara manja Adelia bagaikan alunan musik yang mengalun indah di telinga Raka. Ia pun sudah tidak sabar untuk segera menyatukan dirinya dengan Adelia. Ia memposisikan dirinya berada di antara kedua paha Adelia. Dengan si junior yang sudah siap berdiri tegak menantang sempurna. Perlahan-lahan Raka mulai melakukan penyatuan diantara mereka berdua sampai pada akhirnya Adelia menjerit kesakitan akibat ulah junior si Raka.


"Sakit mas! Berhenti...." lirih Adelia sedikit terisak merasakan perih di bawah sana.


Sedangkan Raka justru merasakan kebalikannya. Ia benar-benar bahagia dan bangga karena bisa mendapatkan Adelia seutuhnya. Apalagi dia adalah lelaki pertama yang menyentuh Adelia. Dia akan memastikan bahwa ialah yang pertama dan juga selamanya untuk Adelia.


Raka membiarkan agar Adelia merasa terbiasa dengan kehadiran juniornya dalam dirinya. Sambil menghapus air mata Adelia yang membasahi pipinya. Raka berusaha menenangkan istrinya tersebut dengan menciumi kedua kelopak matanya. Namun tidak hanya itu saja, ia juga terus beraksi dengan mencium kedua pipi chubby Adelia. Turun ke bibir dan itu berlangsung cukup lama.


Begitu Adelia mulai men-de-sah kembali. Raka mulai menggerakkan tubuhnya dengan pelan. Gerakan itu makin lama makin cepat menghantam semakin dalam membuat Adelia seperti dihempas dan dijungkirbalikkan dunianya oleh Raka. Adelia hanya pasrah dan mengikuti apapun yang Raka lakukan kepadanya.


Sungguh kenikmatan yang tidak bisa dijabarkan dengan banyak kata karena begitu indahnya. Hanya mampu dirasakan sampai peluh keringat membasahi tubuh keduanya. Malam pertama yang begitu indah. Telah menyatukan kedua insan dengan rasa cinta di hati masing-masing.


Keduanya pun mencapai pe-lepa-san nya bersamaan.


Raka mencium kening istrinya yang basah oleh keringat dengan penuh sayang.


"Terimakasih karena kamu sudah mempercayaiku dan menyerahkan sesuatu yang berharga untukku. Aku sangat mencintaimu, istriku," Raka mengatakannya sambil memeluk tubuh Adelia yang masih polos tersebut.


Adelia hanya menganggukkan kepalanya saja sambil mengatur deru napasnya yang belum teratur. Sedangkan Raka yang berada di atas tubuhnya masih dengan erat memeluknya sambil berkali-kali menciumi pucuk kepalanya.


Terimakasih sudah mengirimkan dia kepadaku, Tuhan. Aku akan berusaha untuk selalu membuatnya bahagia.


❤️❤️❤️


TBC 🙈