
Malam harinya, di apartemen mewah di tengah kota. Malam itu adalah malam yang dinanti-nanti oleh sepasang suami istri yang sudah mulai menyelami dalamnya perasaan di antara keduanya. Raka sengaja menahan adelia di kantornya dan juga mengajaknya pulang bersama.
Adelia pun menurut dan ia kini sudah selesai mandi. Dirinya sedang galau memilih baju dinas malam yang cocok untuknya warna apa. Astaga, belum juga ngapa-ngapain kenapa malah Adelia merasa panas dingin meriang nggak karuan ya.
Astaga, nggak boleh! Nggak boleh!
Adelia sudah bertekad bahwa malam ini ia akan memberikan hak untuk suaminya. Bagaimanapun Raka berhak atas diri Adelia seutuhnya.
"Bagaimana kamu ini Del, niatnya mau nyenengin suami kok malah mau mundur gitu. Semangat!" ucap lirih adelia menyemangati dirinya sendiri.
Akhirnya ia memilih baju yang memang sudah ia persiapkan sebelumnya. Lingerie berwarna mocca dengan kain yang tipis dan cukup menerawang. Hanya saja menurut Adelia ini masih sanggup ia kenakan.
"Baguslah, semprot parfum banyak-banyak buat Raka suka," ujar Adelia yang masih berdandan paripurna demi suaminya.
Ceklek
Begitu Raka selesai dari kamar mandi. Ia mencium aroma yang begitu harum di kamar tidur mereka. Ya, mulai malam ini adelia mengajak Raka tidur berdua di kamar mereka. Lebih tepatnya kamar yang ditempati Adelia sebelumnya.
"Harum bener baunya," ucap Raka sambil menggosok rambutnya yang basah karena ia habis keramas. Raka sambil celingak-celinguk mencari sang istri tetapi nggak ada di kamarnya.
"Kemana Adelia? Ini kenapa lampu kamar dimatikan sih," gerutu Raka menuju ke saklar lampu kamarnya.
"Surprise!!!"
Teriakan Adelia dari belakang tubuh Raka membuat lelaki itu terkejut. Apalagi setelah ia melihat sang istri dengan pakaiannya yang begitu menggoda jiwa kelelakian Raka. Lingeri yang digunakan Adelia membuat Raka berkali-kali menelan salivanya susah payah.
Ya Tuhan, dia cantik sekali malam ini...
"Sayang, hei, sayang..kok malah bengong sih?" tanya Adelia sambil melambaikan tangannya di depan wajah raka. Pria itu segera terdaftar dengan apa yang istrinya lakukan.
"Ap..apa sayang?" tanya Raka dengan suara beratnya sambil menatap adelia dengan sangat intens.
"Kenapa malah bengong sih? padahal aku mau meminta pendapat mas Raka soal penampilanku malam ini. Bagaimana? Bagus nggak?" tanya Adelia dengan semangat menatap wajah tampan suaminya.
"Ba...bagus kok, perfect banget," kata Raka sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Aaaaccchhh ......senangnya kalau mas Raka bilang bagus. Jadi makin sayang deh sama mas Raka," ucap Adelia dengan manjanya sambil mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.
"Mas ... tunggu? aku nggak salah denger kan?" tanya Raka yang berkali-kali mendengar panggilan baru sang istri untuk dirinya.
Adelia mengangguk," iya bener, mas Raka. Mas Raka keberatan kalau aku mulai sekarang manggilnya mas Raka?" tanya Adelia sambil mengedipkan matanya lucu.
"Enggak sayang, justru aku seneng banget karena sekarang kamu sudah benar-benar mau menerima aku sebagai suamimu," kata Raka sambil mencubit gemas hidung minimalis Adelia yang begitu menggemaskan.
"Maaf ya mas kalau selama ini aku belum bisa melakukan kewajibanku sebagai istri mas Raka. Tetapi mulai malam ini dan seterusnya aku akan belajar menjadi istri yang baik buat mas Raka, aku janji," ucap Adelia sambil menyodorkan jari kelingkingnya di hadapan Raka. Lelaki itupun menyambutnya dengan menautkan kedua jari kelingking mereka.
"Mas pegang janji kamu sayang," jawab Raka dengan senyuman manisnya.
Adelia menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Raka.
"Tapi sebelumnya mas mau tanya dulu sama kamu sayang?" ujar Raka yang membuat Adelia menautkan kedua alis begitu mendengarnya.
"Tanya apa?"
"Kenapa kamu tidak bilang sama mas kalau tadi siang kamu diganggu sama Gilang. Dia menemui kamu di minimarket saat kamu berbelanja?"
Adelia menghela napasnya panjang. Ia tidak kaget bagaimana Raka bisa tau berita itu. Tentu saja dari para bodyguard yang sudah disewa suaminya untuk menjaga dirinya. Adelia menganggukkan kepalanya.
"Iya, dia tadi siang menemuiku. Entah bagaimana ia bisa tau kalau aku ada di sekitaran sini," keluh adelia.
Raka menarik lengan sang istri sehingga tubuh Adelia duduk dipangkuannya. Ia membelai lembut rambut panjang Adelia sambil berkata.
"Makannya lain kali tetep bilang kalau ada siapapun yang gangguin kamu ya. Jangan diem aja. Meskipun ada bodyguard yang mas sewa buat jagain kamu," tutur Raka lembut sambil mengelus lengan sang istri.
"Iya mas...."
"Apa karena dia mantan kamu jadinya kamu merahasiakannya dariku?" tiba-tiba Raka mempertanyakan sesuatu yang membuat Adelia menjadi kesal.
"Apaan sih mas. Aku sudah nggak ada hubungan apa-apa sama dia. Hubungan diantara kami sudah nggak ada sejak ia memutuskan untuk selingkuh. Maaf kalau aku nggak ngomong. Aku cuma nggak mau memperpanjang masalah aja. Lagian sudah ada para bodyguard yang menjagaku kalau dia macem-macem," kata Adelia menjelaskan.
"Ya tetapi aku khawatir sayang kalau dia nekat berbuat sesuatu sama kamu."
"Iya mas maaf, lain kali aku akan memberitahu mas kalau dia mengganggu," kata Adelia menyudahi pembicaraan ini daripada semakin panjang.
"Hmmm ..baiklah karena kamu sudah nakal. Tidak mau ngomong sama mas, maka malam ini kamu dihukum," kata Raka penuh makna namun Adelia menanggapi dengan hal lain.
"Dihukum? Astaga mas, kayak aku anak kecil saja pakai acara dihukum segala," gerutu Adelia dengan bibirnya yang sudah manyun tersebut.
"Aku akan menghukummu secara dewasa," kata Raka sambil menyunggingkan senyuman tipisnya melihat wajah bingung sang istri.
❤️❤️❤️
TBC