
Pagi hari nya, Sienna dan Amber sedang berada di ruang tamu Caramel. Mereka belum di izinkan Caramel untuk pulang kerumah dengan alasan dia ingin pergi hangout bersama kedua sahabatnya.
Amber menyipitkan matanya sebal melihat Caramel yang sedang bermain ponsel sambil tersenyum sendiri. "CARAMEL!! GUE PULANG YAH." Teriaknya sambil menghentak-hentakkan kakinya sebal.
Caramel tersentak kaget lalu mendelik ke Amber yang terlihat sedang menahan emosi. "Apaan sih! Lo buat gue kaget ****." Katanya kembali beralih melihat ponselnya.
Amber berjalan mendekati Caramel. Tiba di sampingnya Amber menarik rambut Caramel gemas. Tak kuat tapi juga tidak terlalu pelan. Tetap saja membuat Caramel merintih kesakitan. "LO YA! LO BILANG GUE SAMA SIENNA GAK BOLEH PULANG! LO BILANG LO GAK ADA YANG NEMENIN! TAPI LO ASIK SENDIRI SAMA PONSEL LO!" Teriak nya melepaskan rambut Caramel.
Sienna yang sedang melihat TV pun sontak menoleh ke Amber dan Caramel. Dia terkekeh kecil melihat Amber yang menarik rambut Caramel. "Jambak terus Mber! Tuh anak kagak tau diri. Gue juga bosen kali!" Celetuknya sambil melahap camilan dan kembali menonton TV.
Caramel mendecak sambil mengusap kepalanya yang sakit akibat dijambak oleh Amber. Cewek itu kalau sudah soal menjambak, bringas sekali. "Gue juga lagi mikir nih."
Amber melotot sebal seraya berkacak pinggang. "Gak usah sok mikir deh lo."
Sienna menggeleng melihat kedua sahabat nya yang sedang adu mulut. Cewek itu pun berdiri dari duduknya dan mematikan TV. "Gue pulang aja deh." Katanya sambil melambaikan tangannya.
Amber melirik sinis Caramel. "Gue juga mau pulang. BYE!" Katanya lalu berjalan mendekati Sienna yang hampir di ambang pintu.
Ketika Amber dan Sienna sudah berada di pagar, Langkah kaki mereka terhenti ketika Caramel berteriak heboh.
"GUE TAU KEMANA KITA HANGOUT."
Sontak membuat Sienna dan Amber menoleh. "Kemana?" Kata mereka bersamaan.
Caramel berlari mendekat ke Sienna dan Amber. Cewek itu tersenyum riang bahkan sesekali melompat-lompat. "Gimana kalau kita ke kantor Azka?"
Sienna membelalak lalu mendengus galak. "Gue gak mau." Tolak nya galak.
Lain dengan Amber yang sudah berbinar. "Gue setuju. Gue juga penasaran kantor si Ken!" Katanya menyutujui membuat Caramel mengangguk senang.
Sienna mendecak dan menghentak-hentakkan kaki nya sebal. "Kalian mah gak setia kawan. Jangan kesana dong. Gimana kalau kita ke dufan aja?" Usulnya menoleh ke Caramel dan beralih ke Amber.
Caramel dan Amber menoleh melirik satu sama lain. Kemudian mereka menggeleng bersamaan. "Gak mau."
Sienna melongo. "Lho! Kenapa? Ke dufan kan seru."
Caramel menghela napasnya. "Dua hari yang lalu gue ke Dufan bareng sepupu."
Amber menoleh ke Caramel dan terkekeh. "Dih gue tiga hari yang lalu juga ke Dufan."
Sienna mengembungkan pipinya, menatap kedua sahabatnya malas. "Gue pulang aja dah."
"Udah lo ikut aja Na!" Amber dan Caramel menarik paksa kedua tangan Sienna erat. Sesekali mereka juga mendorong Sienna kembali masuk ke rumah.
Sedangkan Sienna yang ditarik paksa berusaha melepaskannya. "Lepas gak! kalau gak gue gigit lo berdua!" Cewek itu mengarahkan mulutnya ke tangan sahabatnya seperti hendak menggigit.
Sontak membuat Amber dan Caramel melepaskan tangan Sienna. Mereka berdua menatap Sienna datar membuat Sienna seketika merinding.
"Serah lo aja deh." Kata Amber membalikkan badannya menuju pintu rumah diikuti Caramel. Sementara Sienna menatap mereka melongo tak percaya, bukannya tadi dia yang sedang marah tapi kenapa jadi mereka yang ngambek.
Sienna ternganga kecil lalu mendesis kecil. Dengan terpaksa dia kembali ke rumah Caramel dan ikut mereka pergi ke kantor Azka yang tak lain milik Kenneth.
Cewek yang berwajah mungil itu duduk di atas ranjang Caramel kemudian membaringkan tubuhnya dengan kaki yang masih menggantung ke bawah. Sienna menghela napasnya pasrah. "Iya gue ikut. Gak usah ngambek lo berdua."
Amber menoleh kaget dan mengacungkan kedua jempol nya senang. "Bagus dah."
Sedangkan Caramel melemparkan bajunya ke Sienna membuat cewek itu mengumpat karena dahinya terkena gantungan bajunya. "*****! Sakit tau dahi gue. Au ah."
Karena Amber dan Sienna tidak membawa baju mereka kembali meminjam baju Caremel.
Sienna menegakkan badannya, meneliti baju yang Caramel berikan dan melotot kecil. "Kok lo kasi dress sih? Gue gak mau. Dikira mau kondangan gue. Gue pinjam celana lo aja Mel." Kata cewek itu melempar dress tersebut ke sampingnya.
Caramel mendekati Sienna dan melihatnya dari ujung kaki sampai ujung kepala membuat Sienna mengernyit heran. Caramel mendengus kecil. "Celana gue kagak muat sama lo. Kaki lo pendek."
Merasa diejek, Sienna berdiri di hadapan Caramel menantang. "HEH! gue tinggi yah."
Caramel terkikik lucu melihat Sienna yang dengan PD nya berdiri dihadapan Caramel. Padahal sudah terlihat sekali kalau Caramel lebih tinggi dari pada dia. lalu cewek itu menyentil dahi Sienna pelan. "Udah tau pendek malah sombong. Sombong tuh kalau tinggi. Dasar aneh."
Amber yang sedang memilih baju di lemari Sienna pun menoleh kemudian mendecak kecil. "Woy! Kalian yang di sana." Sienna dan Caramel pun menoleh ke amber. "Ya kalian yang sedang beradu mulut. Tolong cepat siap-siap."
Amber beralih menatap Sienna dan mengacungkan telunjuknya kearah Sienna. "Lo juga Sienna! Sadar aja kalau lo paling pendek di antara kita. Sadar diri ya Na!"
Caramel dan Amber pun terbahak keras lalu mereka bertos ria.
--------
Saat ini mereka sudah berada di depan perusahaan Kenneth. Mereka pergi menggunakan mobil Amber. Hampir satu jam setengah mereka menghabiskan waktu untuk bersiap-siap. Pasalnya mereka harus membujuk Sienna agar memakai dress nya Caramel.
Menuju pintu masuk, tiba-tiba Sienna berjalan mundur dan berbalik arah menuju parkiran. "Gue pulang aja deh."
Refleks Amber menahan lengan Sienna yang hendak pergi. "Apa sih! Dah nyampe tau. Hayuk lah." Amber menggandeng lengan Sienna.
Sienna menggeleng kemudian menunjuk orang-orang yang sedang melihat mereka. "Lo gak lihat? semua orang natap gue. Pasti mereka ngelihat gue aneh. Emang aneh sih gue pake dress kayak gini."
Caramel memutar bola matanya malas. PD sekali Sienna menganggap orang disekilingnya sedang manatapnya. "Ngebacot mulu! Mereka tuh bukan lihat lo tapi gue. Karena disini gue yang paling cantik."
Sienna mencibir kecil. "Cantik tapi kok digantungin." Katanya membuat Amber tertawa.
Sienna mendelik tajam. "Sialan lo! Gue bukan digantungin ya sama Azka. Tapi belum tepat waktunya untuk dia nembak gue."
Sienna dan Amber saling melirik kemudian tersenyum sambil menaikkan alisnya menggoda. "Kita gak ada lho bilang Azka. Kok lo bisa kepikiran dia ya? Hayo lo baper kan sama dia?" Goda Sienna.
Caramel tersentak lalu mengerjap tersadar. Cewek itu berdehem menutupi rasa malunya saat ini. "Udah ah gak usah bahas itu. Kuy lah masuk!" Katanya melangkah duluan meninggalkan Sienna dan Amber.
Karena Azka sudah memberi pesan kapada Caramel, mereka pun langsung menuju ruangan yang telah di beritahukan cowok itu. Sepertinya kali ini mereka bukan menuju ruangan Azka melainkan ruangan Kenneth.
Terlihat dari kejauhan seorang wanita sedang bekerja di mejanya tepat di samping pintu ruangan yang di yakini adalah ruangan Kenneth.
Amber menyenggol lengan Sienna pelan lalu cewek itu berbisik pelan. "Stt! saingan lo berat. Tuh cewek montok banget!"
Sienna menyipitkan matanya melihat wanita yang sedang bekerja tersebut. Kemudia cewek itu mendecak. "Kayaknya itu sekretaris nya."
Caramel mendekat ke arah Sienna dan berbisik pelan. "Gue tau tuh cewek sekretarisnya. Tapi lo gak cemburu setiap hari tuh cewek ketemu Kenneth."
Sienna terdiam sesaat lalu menggeleng. "Gue gak cemburu kok. Hati gue kebal." Katanya membuat Amber dan Caramel memutar bola matanya malas
Tiba di depan ruangan tersebut, Caramel berdehem pelan membuat sekretaris Kenneth mendongak menatap mereka. "Apa benar ini ruangan Kenneth?"
Sekretaris itu pun mengangguk. "Iya ini ruangan Pak Kenneth. Ada perlu apa ya?"
Caramel tersenyum kalem. "Oh kami teman SMA nya Kenneth. Mau jumpa dengan beliau."
Sekretaris Kenneth menatap mereka dai bawah sampai atas. Kemudian melipat kedua tangannya di dada. "Sudah buat janji? Kalau belum tidak boleh masuk." Katanya sinis.
Amber melotot kecil kemudian merogoh tas Caramel dan membuka chatroom Caramel dengan Azka. "Nih lo lihat! Bos lo Azka bolehin kami masuk."
Amber manatap cewek itu garang. "Apa lo gak percaya juga? Perlu gue telpon si Azka?"
Sekretaris tersebut mendengus kemudian mengambil ponselnya menghubungi seseorang. "Permisi pak. Ini di depan ruangan pak Ken ada tiga orang wanita. Katanya teman SMA pak Ken? Apa boleh saya biarkan masuk pak?" Tanya nya pada seseorang di telepon.
"[ Ya biarkan mereka masuk]" Kata seseorang di seberang telepon dan mematikan panggilan tersebut.
Belum sempat sekretarisnya berkata, Amber sudah berbicara duluan. "Iya gue tau! Bolehkan kita masuk? Dari tadi kek. Lo sih gak percayaan." Kata Amber berjalan menuju pintu diikuti Sienna dan Caramel membuat sekretaris tersebut meliriknya sinis dan tajam.
Bersambung....
Dih mbak nya gak kalem ya. Natap kok sinis kali sih mbak. >•<
Maaf jika typo bertebaran dan kata baku kurang tepat.
Jangan lupa like, komen dan Vote ya.
Tokoh :
• Sienna Meisie Elvarette
• Amberlie Curtina Aster
• Caramel Annora
Thank You ^•^