Can'T Stop Loving You

Can'T Stop Loving You
Chapter 9



Di tempat lain, Seorang pria menggunakan jas hitamnya sedang memeriksa beberapa berkas di atas meja nya. Sesekali pria tersebut memijat keningnya pusing akibat melihat semua berkas bertumpukan yang harus di selesaikan. Pria tersebut adalah Kenneth.


Brak!


Pintu ruangan Kenneth terbuka dan menampilkan seorang pria yang tak lain ada sahabatnya, Azka. Cowok yang mempunyai senyuman yang manis itu pun berjalan mendekati sofa yang tersedia di ruangan Kenneth.


Kenneth menghembuskan napasnya berat dan mendecak melirik Azka tajam. "Ngapain lo disini?" Tanya nya sinis melihat Azka duduk santai sambil memainkan ponselnya.


Azka menoleh ke Kenneth dan mengerutkan keningnya. "Mau ketemu lo lah." Ujar nya terkekeh dan beralih kembali ke ponselnya.


Kenneth mendesah lelah lalu memutarkan kursi nya menghadap jendela. Cowok itu menyandarkan badannya di kursi sambil melihat pemandangan kota saat ini. Menatap gedung-gedung yang menjulang tinggi dan padatnya jalanan.


"Woy Ken!" Panggil Azka keras.


Kenneth tersentak kaget lalu cowok itu membalikkan badannya menatap Azka datar dan tapi dengan lirikan mata sangat tajam membuat Azka kalut. "Apa?"


Azka membalas Kenneth dengan delikan."Gue mau nanya sama lo."


Kenneth berdehem mengiyakan dan kembali melihat pemandangan kota di hadapannya.


"Lo ada hubungan apa sama Sienna?"


Tentu saja pertanyaan Azka membuat Kenneth terdiam tak ingin merespon. Cowok itu sudah tau kalau Azka pasti akan menanyakan hal tersebut mengingat Caramel dekat dengannya.


Tak dapat respon dari Kenneth, Azka mendengus keras. "Gak usah lo jawab pun gue juga udah tau." Azka terdiam sebentar lalu menoleh kembali ke ke Kenneth. "Ehh tapi lo suka gak sama Sienna?" Tanya nya curiga seraya berjalan mendekati Kenneth.


Kenneth meliriknya sekilas. "Gue gak suka sama dia." Tegas nya dengan penuh penekanan.


Azka menggut-manggut. "Bagus deh kalau gitu. Gue juga mau comblangin Sienna sama karyawan sini. Karyawan yang baru itu. Sama si Levin. Cocok kagak?"


Kenneth berdiri dari duduk nya dan menabok keras kepala sahabat nya membuat cowok itu mengumpat dan merintih kesakitan. "Urusin dulu percintaan lo baru urusin punya orang." Ujar Kenneth datar tanpa ekspresi sambil berjalan melangkah melewati Azka dan menuju pintu ruangannya.


Azka mengelus kepala nya yang sakit lalu melirik Kenneth dengan tajam. "CARAMEL MAU DATANG KESINI." Teriaknya keras membuat langkah Kenneth terhenti.


Kenneth berbalik badan menampilkan wajah datar nya dengan tangan yang di masukkan ke saku celananya. Lalu cowok blasteran itu mengangkat sebelah alisnya. "Maksud lo?"


Azka menyengir dan menggaruk rambutnya tidak gatal. Mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menggoyang kan ponsel tersebut ke atas. "Gue ngajak mereka kemari. Lo free. Gue juga free. Gak apa kan?"


Mendengat kalimat Azka, Kenneth terdiam sambil mendelik tajam tapi tak lama kemudian cowok itu menghembuskan napas beratnya. "Lo aja yang ketemu sama mereka. Gue gak bisa."


Kenneth kembali melangkah menuju pintu ruangannya. Tangannya hendak meraih gagang pintu untuk membuka pintu tersebut, tapi terhenti ketika pintu tersebut terbuka dan menampilkan tiga wanita yang tak lain adalah Sienna, Amber dan Caramel.


Amber masuk terlebih dahulu dengan melambaikan tangannya. "Hola semua." Sapa nya kemudian melihat sekeliling ruangan Kenneth dengan terpukau.


Sementara Caramel dan Sienna juga terdiam ikut terpukau bahkan meraka sampai ternganga kecil. Caramel menggeleng takjub sambil mendecak kagum. "Wahh! Keren banget ya ruangannya."


Amber mengangguk setuju. "Iya yak. Gak kayak ruangan Azka." Katanya mengejek membuat Azka mendengus keras.


Azka berjalan mendekat dan berdiri di samping Kenneth yang masih terdiam tidak berkutik. Azka melihat arah pandang Kenneth yang tengah memandangi Sienna yang sangat anggun.


Tawa Azka meledak mengundang semua tatapan mengalih kepadanya. Dia melihat Sienna dari atas hingga bawah yang memakai dress. Terlihat lebih beda dan lebih anggun dari biasanya. "Lho Sienna? Lo abis kondangan? kok pakai dress segala."


Sienna menyipitkan matanya sebal melihat Azka yang sudah terbahak-bahak mengejek nya. Cewek mungil itu berkacak pinggang menatap Caramel dengan tajam. "C-A-R-A-M-E-L." Panggilnya dengan penuh penekanan.


Caramel yang di beri peringatan pun langsung menoleh ke Azka yang masih tertawa. Kemudian cewek itu memberikan isyarat kepada Azka untuk berhenti tertawa melalui lirikan tajam matanya dan membuat cowok itu terdiam seketika.


Lain dengan Amber yang sudah menoleh ke Kenneth dan Azka. "Kita gak di bolehin duduk nih? Kaki gue udah pegel lho." Kata Amber menunjuk sofa besar di ruangan Kenneth.


Sedangkan Sienna yang sudah kesal setengah mati, merentangkan kedua tangannya membuat Amber dan Caramel oleng hampir terjatuh. "AWAS! gue mau duduk." Kata cewek itu setengah berteriak. Lalu Sienna dengan muka masamnya duduk di sofa sambil mengeluarkan ponselnya di dalam tas.


Kelakuan Sienna yang sedang marah itu pun membuat semua melongo tak percaya terkecuali Kenneth yang masih memasang wajah datarnya.


Azka mendekat ke arah kedua cewek sahabatnya Sienna. Cowok itu mengarahkan dagunya menunjuk Sienna yang tengah bermain ponsel tetapi masih bermuka masam. "Tuh cewek kenapa? Garang amat." Tanya nya kepada kedua cewek tersebut


Caramel mengendikkan bahunya tidak tahu. "Aku juga gak tau tuh anak kenapa jadi gitu ya. Apa dia marah sama kamu gegara masalah dress tadi?"


Azka mendelik tak lama kemudian cowok itu mengangguk pasti. "Udah pasti Sienna marah sama gue." Katanya menoleh ke Sienna yang sudah melotot tajam.


Sienna mendecak dan merunduk memainkan ponselnya. Membuka game dan menekan-nekannya kesal. Cewek itu meluapkan kekesalannya dengan bermain game di ponselnya.


Sudah agak lama Sienna duduk sambil bermain ponselnya. Tak lama kemudian cewek itu merasakan seseorang duduk di sampingnya, Sienna tidak menoleh karena dia mengira Amber lah yang duduk di samping nya. "Mber! Gue aneh ya pakai dress. Gue gak cantik ya? Abis nya gue kesal banget sama si Azka."


Deg!


Tunggu? Bukannya Amber perempuan? Tapi kenapa suaranya seperti suara laki-laki. Dan Sienna sangat kenal dengan suara itu.


Cewek itu merutuk dalam hati dan menoleh ke samping dengan perlahan. Mata bulatnya membesar melihat cowok di samping nya saat ini. Kemudian Sienna langsung memegang pipinya yang panas akibat mengingat pujian cowok disampingnya. Dan cowok tersebut adalah Kenneth.


Masih dengan memegang pipinya, Sienna memberanikan diri untuk bertanya. "Lo udah lama duduk di sini?"


Kenneth menggeleng kecil. "Belum lama." Katanya singkat lalu mengeluarkan ponsel nya dari saku celana nya.


Sienna mengangguk ragu. Cewek itu terdiam sesaat kemudian menoleh sekeliling ruangan Kenneth dan tidak mendapati kedua sahabatnya. Sienna mendecak kesal lalu menoleh ke Kenneth. "Mereka kemana?" Tanya nya kepada Kenneth.


Kenneth hanya meliriknya sekilas dan mengendikkan bahunya. "Gak tau." Jawabnya lalu kembali beralih menatap ke ponselnya.


Mendengar jawaban Kenneth yang singkat, Sienna mendesis dan mendelik ke Kenneth. "Masa lo gak tau sih? Mereka juga jahat banget ninggalin gue sendirian."


Kenneth menghela napas nya lalu cowok itu menoleh ke Sienna. Memandangi cewek itu yang sedang memanyunkan bibir nya. "Gue beneran gak tau. Dan lo gak sendirian disini. Ada gue yang nemenin lo."


Sienna mengerjap kaget mendengar ucapan Kenneth yang tiba-tiba. Cewek itu berdehem kecil menetralkan keterkejutannya. "Iya lo kan ada. Tapi gak seru ah. Lo kan es mana bisa di ajak bicara."


Kenneth tersenyum samar membuat Sienna tersentak. Setelah 3 tahun tidak berjumpa, baru kali ini cewek itu melihat Kenneth tersenyum walau hanya senyuman kecil. Senyuman yang bisa membuat hati Sienna berdebar kencang.


"Sienna lo harus kuat. Tuh senyuman palsu. Lo bisa aja di tipu sama manusia dihadapan lo ini. Lo gak boleh ambyar Sienna!" Batin Sienna berteriak.


Sienna memutar bola matanya berpura-pura tidak peduli dengan senyuman tersebut. "Baru aja gue bilang. Lo tuh gak bisa di ajak bicara. Diem mulu. Lo juga salah satu manusia yang gak punya hati."


Kenneth mengangkat sebelah alisnya. "Gue gak punya hati?" Tanya nya tersenyum miring.


Sienna mendelik tajam dan mengangguk. "Iya! Lo gak punya hati." Jawab Sienna dengan lantang.


Cowok itu kembali tersenyum kemudian mendekat ke arah Sienna. Bergerak menuju Sienna yang duduk di samping kanannya. Cowok blasteran itu semakin mendekat membuat Sienna juga menjauh dari nya.


Dug!


Gawat! Sienna sudah berada di ujung sofa karena Kenneth terus mendekatinya. Cewek itu pun langsung melirik kanan kiri mencari celah untuk kabur.


Ketika Sienna hendak berdiri, tangannya malah di tarik dan kembali terduduk di atas sofa. kali ini Sienna sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena kedua tangan Kenneth sudah mengurung cewek itu.


Kemudian Kenneth mendekatkan wajahnya ke wajah Sienna. Menatap dalam mata bulat dan bening milik Sienna. Yah! Sienna memiliki mata yang sangat indah. Semua yang melihat mata Sienna akan terpana dengan keindahan tersebut.


Sedangkan Sienna sudah menutup matanya sambil mengggit bibir bawahnya. Menenangkan perasaan yang sudah membuncah saat ini. Dia juga sudah sangat deg-degan di tambah lagi hatinya yang sudah berdetak tidak karuan. Bahkan pipinya saja sudah merah seperti kepiting rebus.


Wajah Kenneth semakin mendekat hingga hidung mereka bersentuhan. Dan akhirnya...


Bersambung...


Waduhh kalian penasaran yah? kira-kira apa yang bakal terjadi yah? Tunggu kisah selanjutnya.


Maaf jika typo bertebaran dan kata baku yang kurang tepat.


°Jangan lupa like komen dan vote yah.


°Jangan lupa tinggalkan jejak juga.


Tokoh :


•Sienna Meisie Elvarette


•Kenneth Raefal Achilles


•Amberlie Curtina Aster


•Caramel Annora


•Azka Aldrich Pradipto


Thank you>•<