Can'T Stop Loving You

Can'T Stop Loving You
Prolog



Hujan. Satu kata yang mendefinisikan keadaan saat ini. Menemani kedua insan remaja untuk melepaskan perasaan terluka mereka. Dinginnya suasana tidak dapat merubah perdebatan hangat mereka. Menyalurkan rasa terluka dalam batinnya dengan tetesan demi tetesan air hujan.


"Kenneth! Gue suka sama lo sejak lo pertama kali masuk sekolah. Selama 2 tahun gue udah suka lo. Apa lo gak ada perasaan ke gue?!" Teriak seorang gadis remaja menghalau deras nya suara hujan saat ini.


Dialah Sienna Meisie Elvarette. Seorang gadis remaja yang telah lama menyukai seorang Kenneth. Memperjuangkan cintanya hanya untuk mendapat balasan dari lelaki yang di cintai. Tapi selama itu perjuangan nya tidak pernah di hargai.


Lelaki yang bernama Kenneth itu menatap Sienna dengan pandangan yang biasa. Tak ada pandangan iba sedikit pun. Mendongakkan kepaladan berkata "Gue. Gak. Suka. Sama. Lo!"


Sienna menundukkan kepalanya. "Walaupun hanya sedikit?"


"Gue gak suka sama lo. Walaupun hanya sedikit."


Sienna menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan perkataan Kenneth. "Gue udah perjuangin lo selama 2 tahun. Gue selalu suka sama lo. Selalu mikirin lo. Dan lo gak suka sama gue?!"


"Rasanya perjuangan gue selama ini sia-sia. Disaat gue perjuangin lo dan lo malah menjauh dari gue. Dan apa arti perhatian lo selama ini sama gue Ken! Gua capek perjuangin lo Ken!!" Lanjut Sienna dengan air mata mengalir dengan deras nya tetesan hujan.


Cowok itu tersenyum miring. "Kalau gitu kenapa lo gak berhenti aja. Gue juga gak ada suruh lo kan buat suka sama gue. Gue udah peringatin sama lo untuk jangan pernah suka sama gue. Sekarang lo tau kan akibat nya?


Sienna meremas dadanya kuat-kuat. Tak tahan dengan apa yang dilontarkan oleh cowok tersebut. "Lo jahat Ken! Gue benci sama lo! Apa yang gak lo suka dari gue Ken! Gue bisa berubah. Lo mau gue jadi cewek yang kayak gimana? Gue bisa kok."


Kenneth menggelengkan kepalanya dan menyentuh bahu Sienna dengan erat. "Lo cuman harus ubah perasaan lo ke gue."


Sienna memukul dada Kenneth dengan kuat. Menyalurkan rasa terluka nya selama ini walaupun tidak akan pernah di rasakan oleh cowok brengsek di hadapannya ini.


"Brengsek! Lo jahat Ken! Lo cowok terjahat Ken! Pergi lo dari sini! Pergi!!"


Kenneth menangkup wajah Sienna dengan lembut. Mendekat kan bibir nya ke dahi cewek itu. Dan mulai menciumnya dengan perasaan yang hanya dia sendiri yang tahu. "Lo harus lupain gue. Jauh dari gue. Saat ini gue belum bisa balas perasaan lo. Maaf untuk cowok seberengsek gue. Gue pergi."


Sienna menatap kepergian Kenneth dengan perasaanya yang sangat terluka. Kakinya lemas dan tidak dapat menopang dirinya lagi. Tubuhnya melemah dan meluruh ke jalanan yang sepi. Pandangan nya juga kabur. Badannya menggigil dengan wajah yang sangat pucat. Sienna memeluk dirinya sendiri. Berharap ada seorang yang akan memberinya kehangatan.


Mungkin ini adalah hari terburuknya. Hari dimana dia akan mengingat nya selalu. Kenangan pahit tentang perjuangan yang tidak terbalaskan. Ya ini kisah tentang Sienna, si gadis yang tegar dengan perasaan terluka nya.