
Flashback ON
SMA Erlangga high School
Di kelas 10 IPA 2, suasana kelas sangat rusuh. Mereka mengerjakan kegiatannya masing-masing. Ada yang sedang berpacaran lah. Ada juga yang sedang berghibah lah. Dan parah nya lagi ada cewek gemuk yang sedang berjoget-joget layaknya biduan. Parah sihh parah.
Lain halnya dengan tiga gadis remaja yang sedang duduk di lantai pojok. Mereka adalah Sienna, Caramel dan Amber. Sudah beberapa hari mereka berteman. Tepat nya sudah seminggu yang lalu.
Tapi pertemanan mereka bisa dibilang ajaib. Karena sifat-sifat nya yang berbeda. Kalau Sienna terkenal dengan sifat bobrok nya, Caramel terkenal dengan sifat polosnya yang mudah dibodohi, dan Amber terkenal dengan sifat galak nya.
"Gue bosen. Gue merana. Gue galau. Gue sedih." Ujar Sienna bersender di dinding sambil melamun.
"Aku juga bosen banget. Padahal kita baru aja masuk SMA tapi kok udah bosen ya. Gak ada hal yang seru." Kata Caramel sambil memeluk novel kesayangannya.
"Gue gak tuh. Gue happy aja kok. Kalian aja yang lebay." Ucap Amber memainkan game di ponselnya.
Sienna mendesah. "Kalian pernah denger gak orang mati karena bosen. Gue takut kalau kejadian sama gue. Gue kan mau kawin dulu sebelum K.O."
"Gak pernah." Jawab Amber dan Caramel serentak.
"Kalian pernah denger gak orang mati karena selama hidup dia gak pernah suka sama cowok?" Tanya Sienna kembali.
"Gak mati tapi bisa aja dia lesbi." Jawab Amber dan Caramel serentak.
Sienna mendecak. "Kalian tuh kok bisa sih jawab nya samaan. Gue kan iri. Gue iri tau. Tau iri kan? Tau kan!?"
Amber menjitak kening Sienna karena kesal dengan temannya yang kelewat bobrok ini. "Pertanyaan lo sama aja. Beratusan kali udah lo tanya ke kita. Lo juga udah pernah tanya ke pak satpam. Gila lo emang.
Cewek yang bernama Sienna pun mulai menidurkan badannya di lantai sambil melihat ke atas. "Gue tuh bingung. Selama 15 tahun gue belum pernah suka sama cowok. Semua orang bilang gue tuh lesby. Padahal gak, kalau gue lesby pasti kalian udah jadi inceran gue kan? Nyatanya gue masih normal kok."
Tak ada jawaban dari Caramel dan Amber, Sienna mulai menutup matanya. "Gue berharap ada cowok ganteng masuk kelas kita. Tipe gue sih bule, tatapannya tajam dan dia gak player karena dia dingin. Wahh kalau pun ada, gue bakal perjuangin dia sampai mati. Pastii! Pastii!!" Katanya sambil menegakkan badannya dan mengepalkan tangannya ke langit-langit.
Deg!
Mata Sienna membuat melihat pemandangan didepannya ini. Pemandangan yang membuat hati Sienna berdebar tak karuan.
Tampak seorang cowok memasuki kelas dengan wajah datar nya dengan tangan yang dimasukkan di saku celana seakan menambah kesan cool. Tak lupa juga rambut yang acak-acakan dengan teduh nan tajam. Alis mata yang tebal dan bibir berwarna merah muda. Jangan lupakan juga wajah blasterannya!
Sienna terpukau dengan cewek tersebut. Mulutnya bahkan ternganga. Begitu juga dengan Amber dan Caramel. Cowok yang dirumorkan menjadi teman baru di kelas mereka.
Sienna dapat merasakan detak jantung nya berdetak cepat. "Astaga harapan gue terkabul. Cowok idaman gue! Gue harus dapatin dia. Harus!"
"Caranya gimana? Setau aku sih cowok kayaknya dia itu dingin dan cuek. Kayak di novel yang aku baca ini." Caramel menunjukkan novel yang dibacanya. Menceritakan tentang seorang pangeran es.
"Ahh gue gak perduli. Kalau mau dapatin dia gue harus berusaha dong. Gue harus perjuangin dia. Amber lo bawa make up gak? Gue pinjam ya?" Sienna menepuk bahu Amber dan melangkah ke meja tempat Amber duduk.
Amber yang masih terbengong pun hanya mampu mengangguk saja. Dia masih terpukau melihat ketampanan cowok tersebut.
Setelah bermake up, Sienna juga mengucir rambut nya. Juga menyemprot sedikit parfume nya. Setelah di lihat penampilannya cocok dan pas. Dia langsung berjalanmendekati cowok tersebut yang terlihat sedang membaca buku sambil mendengar lagu menggunakan earphone.
"Hai!" Semua murid dikelas shock melihat Sienna dengan PD nya duduk di depan cowok tersebut. Sienna yang juga terkenal dengan sifat cuek kepada lawan jenisnya.
Merasa ada yang memanggil, cowok tersebut melepaskan earphone nya dan melihat seorang cewek tersenyum manis sambil melambaikan tangannya.
Cowok tersebut menaikkan alisnya seolah bertanya. "Apa?"
Sienna yang mengerti hal tersebut pun menjulurkan tangannya. "Hai! Gue Sienna Meisie Elvarette. Teman sekelas lo. Lo boleh kok panggil Gue Nana, Meisy, atau yang lain."
Kenneth menatap nya tajam dan datar. kemudian mendengus. "Kenneth." Ujar cowok itu datar.
Sienna manggut-manggut, masih tersenyum manis. "Gak ada kepanjangan nya gitu? Kenneth doang? Btw rumah dimana? Nomor hp lo? Id line lo? Lo main WA kan? Gue minta dong."
Kenneth meletakkan buku yang berada di tangannya ke atas meja sambil menatap tajam Sienna. "Buat apa?"
"Buat gue nelpon lo lah. Soalnya gue mau jadi pacar lo." Sienna tersenyum sangat manis bahkan matanya membuat eye smile nya terbentuk sangat cantik.
Kenneth tersenyum miring dan mendekat wajah nya ke telinga Sienna. "Sorry gue gak minat buat lo jadi pacar."
Melihat kejadian itu, teman sekelas nya terkejut sekaligus tidak menyangka dengan Sienna. Bahkan meraka sampai menggigit buku sangking gemasnya. Juga ada seorang cewek yang menjambak rambut cowok disebelahnya sampai dia kesakitan.
Mata Sienna membulat mendengar ucapan cowok itu. Apakah ada yang salah dengannya? Atau dia bukan tipe nya Kenneth?. "Ada yang salah dari gue? Gue cantik-cantik aja tuh." Ujar Sienna over PD.
Kenneth memutar bola matanya malas. Sudah sering cewek yang mendekatinya. "Lo bisa pergi gak?"
Sienna menggeleng. "Gue gak mau pergi. Ya gue juga gatau faktor apa lo nolak gue. Tapi gue curiga apa lo udah punya pacar?"
Kenneth yang bodoamat dengan cewek dihadapannya ini pun hanya mendengus keras. Dia memakai kembali earphone nya melanjutkan kegiatan membacanya. Tapi pergerakannya terhenti saat cewek itu berbicara.
"Gue mau kok jadi selingkuhan lo." Sienna kembali tersenyum dan mengedipkan sebelas matanya. Bahkan memberikan Fly kiss nya ke cowok itu.
Flashback Off
"Hahaha. Lo ingat gak Na? Lo gituin si Ken? Genit banget sumpah!" Caramel tak berhenti tertawa.
Sienna memanyunkan bibir, kesal dengan sahabatnya satu ini. Padahal tadi dia ingin menceritakan betapa sedihnya kembali bertemu dengan Kenneth. "Lo ah gak seru. Gue mau curhat. Sedih ketemu mantan lagi. Ehh bukan mantan sih tepatnya gebetan tak jadi pacar. Alias gagal."
"Iya juga ya. Selama ini gue selalu sedih. Putus asa. Okee gue akan rubah itu mulai sekarang. Gue tegar! Gak boleh nyerah dan lemah! I'm a strong girl. Lupain dia! Lupakan perasaan sampah itu. Lo kuat Sienna!" Kata Sienna lantang. Meyakinkan dirinya kalau dia tidak lemah.
Caramel memeluk Sienna dan mengelus punggungnya. "Lo cewek terkuat Na! Satu hal yang ingin gue kasi tau. Lo terlalu tertutup. Sampai sekarang gue sama Amber masih nunggu lo terbuka."
Sienna membalas pelukan Caramel. "Maaf karena gue belum terbuka. Tapi dalam waktu dekat gue pasti cerita kok. Waktu nya belum tepat Mell."
Caramel melepaskan pelukannya lalu mengusap wajah air mata yang sempat menetes. "Gue tau kok. Haduhh kita kok mewek gini. Lo juga sih. Gue kan jadi lupa ke resto. Anterin gue balik ke resto. Hayukk Naa!"
Sienna tertawa. "Hayukk Mell."
--------
Di sisi lain, Cowok itu masuk keruangan temannya, Azka. Membanting pintu dengan kuat sehingga menimbulkan bunyi yang keras. Membuat Azka yang sedang makan pun tersedak.
"Astaghfirullah! Lo mau buat pintu ruangan gue hancur? Mau lo ganti rugi?" Kata Azka marah tetapi juga terkejut dengan kelakuan Kenneth.
Kenneth menatap Azka tajam. Seolah dia ingin membunuh Azka saat ini juga. Dia menunjuk pintu yang di banting nya. "Gue yang punya tuh pintu."
Azka mendecak kesal. "Ampun sultan. Ampun. Gue tahu lo yang punya nih perusahaan. Apa daya gue yang cuman jadi pekerja doang."
Kenneth mendengus."Bokap gue yang punya bukan gue."
"Ya ya ya gue tau Ken! Ngapain lo disini? Gak liat gue lagi makan. Atau lo mau ngemis minta makan?" Tanya Azka sinis kembali melahap makanannya.
"Kenal dari mana?"
Azka mengernyit keningnya, heran dengan spesies dihadapannya. Irit berbicara. "Lo kalau ngomong yang serius ****. Gue kagak ngerti."
Kenneth menghela napasnya. "Lo kenal Caramel darimana?"
"Gitu napa **** kalau nanya. Jangan singkat-singkat. Gue tetanggaan sama dia. Sekitar 3 bulan yang lalu gue pindah. Lumayan tetanggaan sama cewek cantik."
Kenneth masih menatap datar Azka yang sedang melahap makanannya. "Lo suka sama dia?"
Azka tersedak makanannya. Dia segera meraih botol mineral dan meminumnya hingga tandas. Mendelik ke arah Kenneth. "KAGAK. Kepoan lo jadi orang. Lo gak cocok jadi kang kepo."
Azka menoleh kearah Kenneth. Menatap Kenneth dengan tatapan menyelidik. "Eits tapi lo kok kenal Caramel?" Tanya Azka curiga.
"Kawan SMA." Kenneth mengambil ponsel dari saku jas nya. Membuka chatroom di ponselnya. Membalas pesan masuk yang menurutnya penting saja.
Azka manggut-manggut. "Di kelas dia orang kayak gimana?"
Kenneth meliriknya sekilas. "Polos."
Matanya membulat mendengar ucapan Kenneth. "What? Seriously? Beuuh agak nyangka gue. Yang gue lihat sampai sekarang, Caramel tuh orang nya dewasa. Ckck emang ida..- mau kemana lo?" Tanyanya melihat Kenneth beranjak pergi.
Sebernanya Kenneth bosen dengan percakapan Azka. Pasalnya ia ingin kesini hanya untuk mencari sesuatu yang ada di pikrannya. Tapi tak terjawab karena Azka asik sendiri dengan kekagumannya kepada Caramel. "Gue mau kerja."
Azka mendecak malas. "Yaelah Ken! Baru aja lo istirahat udah kerja lagi. Uang lo udah banyak. Kagak udah kerja keras aja pun lo udah hujan duit. Dasar workacholic!" Teriak Azka memanggilnya.
Kenneth mengabaikan teriakan Azka dan hanya berjalan menuju ruangan kerja nya. Melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
"Permisi pak. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Sekretaris nya ketika hampir sampai di pintu ruangannya. Berhubung Kenneth seorang CEO, dia pasti mempunyai seorang sekretaris untuk membantunya meringankan pekerjaan.
Kenneth berhenti sesat. "Siapkan materi untuk rapat nanti." Kata Kenneth dingin melangkah ke ruangannya. Datar dan tak ada senyuman sama sekali.
Dia pun melangkah menuju kursi kerja nya. Memeriksa berkas-berkas yang belum di periksanya. Tapi Kenneth hanya membolak-balikkan kertasnya saja. Tidak fokus untuk melanjutkan pekerjaannya.
Kenneth menghembus napasnya berat. Lelah dengan batinnya. Lelah dengan pikirannya. Dia ingin berhenti saat ini juga. Dia seperti boneka yang di kekang. Tidak bisa melakukan kemauannya sendiri. Lebih tepat nya di melakukannya dengan terpaksa.
Cowok itu memutar kursi nya menghadap jendela. Menatap pemandangan dengan gedung-gedung tinggi dan dibawahnya kendaraan melintasi jalan. Ditemani dengan senja yang cukup indah.
"Gue kangen sama lo." Lirih Kenneth mulai memejamkan matanya.
Bersambung...
Huwaa! Kenneth rindu sama siapa yah? Mungkin rindu sama author kali. Aowkwo canda. Penasaran? tetap pantangin cerita aku yah.
Maaf jika typo bertebaran dan kata baku yang kurang tepat man teman:v
Tokoh :
•Kenneth Raefal Achilles
•Sienna Meisie Elvarette
•Amberlie Curtina Aster
•Caramel Annora
•Azka Aldrich Pradipto
Thank you:v