Can'T Stop Loving You

Can'T Stop Loving You
Chapter 13



Di bandara terlihat seorang wanita cantik dengan kaca mata hitam terlihat sangat mempesona. Memakai pakaian dari brand ternama dunia dengan harga fantastis menambah kesan memukau yang ditunjukkan. Tak lupa tas Hermes di tangan kirinya serta stroller baby di tangan kanannya.


Dia berjalan dengan penuh wibawanya. Seakan akan kedatangan seperti bunga yang menarik serangga.


"Siapa dia?"


"Wow, dia sangat cantik!"


"Wah Sugar mommy nih!"


Banyak orang yang membicarakan Selena. Tetapi ya Selena hanya acuh dengan semua itu. Tetapi para bodyguard yang mengelilinginya mempunyai tatapan horor yang dilayangkan kepada siapapun.


'Hai U.S.A aku kembali' Gumaman Selena dalam hati sambil merentangkan tangannya.


"Hai baby, wake up." Selena membangunkan anaknya yang tidur di stroller.


"Mommy, dimana ini?" Tanya anak Selena.


"Kita berada di rumah kakek"Jawab Selena sampai mencubit pipi anaknya gemas


"Seriously" Selena mengangguk.


"Wah mommy tau, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kakek. I MISS YOU KAKEK"


Selena tersenyum, "Kakek pasti merindukan anak mommy juga"


Selena mendorong stroller dengan beberapa pertanyaan yang terlontar dari mulut sang anak. Ia sangat beruntung memiliki buah hati yang telah membuat hidupnya lebih berwarna.


"Kenapa banyak orang yang melihat kita mah?" Tanya salah satu putra Selena.


"Melihat...kita... Mungkin karena putra mommy yang tampan ini" Selena mengedarkan pandangan ke sekitar memang benar mereka menjadi pusat perhatian.


Selena yang memakai setelan berwarna seaweed dipadukan dengan jas senada. Tak lupa dengan polesan make up yang membuat ia terlihat sangat cantik. Diusianya yang menginjak 26 tahun terlihat dia semakin mengeluarkan aura positif.


Seorang yang menggunakan pakaian hitam dengan kaca mata hitam melangkah menuju Selena. "Permisi nona, mobil yang anda tumpangi sudah siap." Pria itu membungkus sebagai tanda hormat.


"Ayok Bald." Selena mnggandeng tangan anaknya pertamanya meski jarak dengan adiknya hanya 5 menit sih.


"Anak mommy, Let's go" Selena bertos ria dengan anak laki-lakinya.


"Wah mommy. Lihat banyak banget mobilnya"


"Mommy lihat itu ada banyak orang di restoran "


Selena tersenyum," Kapan kapan nanti kita kesana ya..." Selena mengelus rambut Bald. Ia sangat senang dengan sikap Bald. Saat ia berada di pulau pribadi selama 3 tahun ia bosan karena hanya bermain dengan orang itu itu saja.


Di sepanjang jalan Bald terus berceloteh dengan senyuman. Sementara Selena sesekali menjawab pertanyaan dari Bald.


Bald adalah anak yang telah ia lahirkan. Ia sangat mencintai anak laki-laki itu. Mungkin ia bukan orang tua yang sempurna, tetapi percayalah ibu mana yang tidak akan memberikan kesempurnaan kepada anaknya. Percayalah ibu adalah seseorang yang sangat berharga di dunia. Jadi sayangilah ibu kalian yaaa.....


Setelah beberapa saat mobil yang mereka tumpangi memasuki gerbang yang menjulang tinggi. Di balik itu terdapat rumah bak istana megah. Kedatangan mereka ternyata telah dinantikan.


"Mommy ini rumah kakek?" Tanya Bald.


"Yes, ini rumah kakek sama momy" Selena menengok tak sadar matanya mengeluarkan air. Banyak kenangan yang telah baik buruk dan indah.


Bald yang menyadari langsung menghapus air mata sang mommy. "Mommy don't cry. You know I love you so much and forever"


Bald memeluk sang mommy. Dia berjanji dengan dirinya sendiri bahwa ia tidak akan pernah membuat mommynya menangis dan tidak akan pernah pula membiarkan siapapun membuatnya menangis.


"Ayo Bald" Ajak Selena


Selena kelua dengan Bald yang berada dalam gendongannya.


Dia adalah Bald.


"Selamat datang tuan muda" semua membungkuk dna sesekali melirik wajah tampan sang tuan muda.


Blad hanya menampilkan wajah yang dingin. Dia cukup bingung dengan segalanya.


Selena tersenyum manis dan mengucapkan "Terima kasih"


"KAKEK" Bald langsung berlari menuju Jhors.


Jhors langsung menggendong Bald.


"Kakek tau, Bald kangen Kakek" Blad bercerita banyak kepada kakeknya. Dan Jhors semakin gemas dengan cucunya.


Sedangkan Selena berbicara dan melepas rindu dengan orang rumah. Dan tak sedikit dari mereka yang menagis. Menangis karena memang sudah lama mereka tidak bertemu nonanya. Serta menangis karena bahagia mereka bisa bertemu seseorang yang kelahiran telah dinanti nantikan.


"Nona selamat datang kembali" Bian membungkuk dengan senyuman yang sangat lebar serta mata yang meneteskan air. Ia sangat bahagia melihat nona kecilnya. Ralat nonanya tidak kecil lagi sekarang.


"Tuan makanannya sudah siap" Lanjutnya.


"Hai Bian. How are you?" Tanya Selena di dalam pelukan Bian


"I miss you Sele, I miss you so much. Hiks hiks" Bian menengis di pelukan Selena. Waktu Selena berada di pulau pribadi ia memang jarang bertemu. Terakhir kali Bian menengok Selena sekitar lebih dari 2 tahun waktu Bald lahir.


"Kakek aku capek melihat drama ini" Keluh Bald yang sedari tadi jengah.


"BALD" Selena mengeluarkan tatapan tajam.


"Kakek lihat mommy" Bald mengadukan Selena kepada sang kakek. Ya karena keinginan Bald tidak pernah dibantah. Dsn Bald selalu dimanja oleh Kakeknya itu.


"Selena dia cucuku. Karena cucuku sudah lelah sudahi dramanya. Ayo masuk" Selena memutar bola matanya malas. Kenapa rasanya ia tidak dipedulikan lagi setelah lahirnya Bald. Bisa bisa Selena tergeser oleh Bald nihh...


"Lihatlah kamu berhasil menjadi seorang ibu yang hebat" Ucap Bian menepuk pundak Selena.


Sekarang mereka berada di taman belakang masion. Setelah makan bersama tadi Bald dan kakeknya bermain sepak bola dengan beberapa bodyguard.


Sementara Bian dan Selena duduk di tepi taman di bawah pohon rindang.


"Hmm. Hanya saja aku belum bisa seperti mamah. Dia panutan bagiku " Bian merangkul pundak Selena. Ia juga merasakan apa yang Selena rasakan. Ia lahir dari seorang ibu yang tidak menginginkannya. Sejak kecil ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tuanya. Ibu yang tidak menginginkannya serta ayah yang tidak pernah muncul lengkap sudah penderitaannya.


"Kamu sudah menjadi mommy yang terbaik bagi Bald. Mungkin kalau aku jadi kamu belum tentu aku bisa. " Ucap Bian


"Dahulu kelahiran ku sangat tidak diinginkan. Ibuku tidak pernah menginginkanku. Dia tidak pernah memberikan kasih sayang. Dan sedati kecil aku tidak tau siapa ayahku. " Lanjut Bian. Selena yang berada di sampingnya mendengarkan cerita Bian dengan sangat seksama.


...❀❀❀❀❀...


Hai guys. Kita ketemu lagi nih!!!


OMG waaaaaaaaw


Manusia adalah makhluk sosial. Jadi kalian jangan merasa sendiri. Banyak yang menyayangi kalian dengan tulus mungkin hanya menunggu waktu saja ia akan datang. Jadi tetap sayangi diri kalian sendiri. Jangan lakukan hal yang aneh aneh......


Thank you for the time


Aku Hanya mau bilang KALIAN HEBAT


Sekian dan see you...


See you bayyyyyy love


@monaramoon(Ig)