Can'T Stop Loving You

Can'T Stop Loving You
Chapter 3



"Ken-Kenneth? Lo Kenneth kan? Ya ampun lama banget ya kita gak ketemu?" Pekik Sienna seraya memukul pelan lengan cowok di hadapannya ini.


Melihat Kenneth hanya diam saja, Sienna kembali bertanya. "Lo kemana aja Ken? Reuni kemaren kok lo gak dateng sih?" Tanya Sienna menatap Kenneth.


Sienna mendongakkan kepalanya menatap Kenneth yang hanya diam. Kemudian melambaikan tangannya. "Woi! Lo kok diam aja sih. Lo ngelamun?"


Cowok itu tersentak, menatap Sienna kembali. Kali ini Kenneth tidak menatap nya teduh seperti tadi melainkan tatapan sedikit tajam. "Lo ada perlu apa kesini?"


Sienna mengepalkan tangannya kuat. Menahan sesak di dadanya. Sudah tiga tahun berlalu kenapa dia masih sama, masih dingin dan tak tersentuh. "Loh kenapa? Gue gak boleh kesini?" Sienna terkekeh. "Canda. Gue ke sini nganter Caramel. Dia ada perlu sama temennya gitu. Kalau gak salah namanya Azka deh. Lo kenal gak?"


Kenneth menghiraukan pertanyaan Sienna. Masih menatap Sienna intens kemudian dia menghela napasnya berat. Mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah mata Sienna. "Mata lo merah."


Mata Sienna membulat besar, lupa dengan mata bengkak nya. Karena tak berani menatap Kenneth, Sienna melirik kanan kiri mencari jawaban. "Eung ta-tadi gu-gue teringat dra-drama korea yang kemaren gue streaming. Iya drama korea. Sedih banget tau." Jawabnya gagap seraya meremas jarinya pelan.


Kenneth tak merespon apapun, kembali menatap tajam Sienna dengan intens. Sedangkan Sienna yang di tatap seperti sudah lemas. Tidak mungkin dia menangis di hadapan cowok ini. Bahkan matanya sudah terasa perih.


"Jangan nangis Na! Bodoh banget lo kalau nangis sekarang. Kuat Na!" Batin Sienna.


Tiba-tiba Kenneth beranjak pergi begitu saja. Sienna mendongak kaget melihat Kenneth pergi meninggalkan nya tanpa pamit. Sendirian.


Cewek itu mendecak keras. "Bodoh banget kalau gue nangisin tuh orang. Masa gue di tinggal sih. Dasar es batu." Sienna pun juga meninggal kan tempat itu.


Dia tidak tahu bahwa seseorang masih melihat nya dari kejauhan. Bersembunyi di balik tembok. Dan ketika Sienna sudah pergi, Orang itu memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya di dinding.


-------


Sienna Menuju parkiran mobil, menunggu Caramel yang sedang berduaan dengan Azka. Tidak apa lah menunggu nya. Membuat sahabat senang kan juga berpahala.


Tiba di dalam mobil, Sienna merogoh ponselnya didalam tote bag nya. Dia pun mengirimkan pesan kepada Caramel. Memberitahu kalau dia sudah menunggu di parkiran.


-------------------------------------------


Amel Annora


Mel! Gue udah nunggu lo di parkiran. Lo kalau udah selesai pdkt langsung aja ke mobil. Gausah buru-buru. Gue tunggu.


Kalau udah jadian jangan lupa PJ.


-------------------------------------------


Sienna meletakkan ponselnya kembali di dalam tas nya. Kemudian menundukkan kepalanya sambil memegang stir dengan kuat.


Tes!


Tak bisa ditahan lagi, Air mata Sienna mengalir perlahan-lahan sampair deras. Akhinya Sienna menangis kuat. Juga mencengkram stir mobil kuat, menyalurnya rasa sesak di dadanya. "Lo kenapa balik lagi si Ken! Udah bagus lo di luar negeri. Hiks. Hiks. Gue sakit tau kalau lihat lo."


Dia terisak kuat menyendarkan kepalanya di stir mobil. Ini salah satu kebiasaan Sienna. Dia tidak mau terlihat lemah. Selalu menyimpan kesedihannya. Belum banyak yang tau tentang kehidupan Sienna karena cewek itu berpura-pura tegar menutupi kesedihannya.


Setelah setengah jam menangis, Sienna mendongakkan kepalanya. Melirik kanan kiri mencari tisu. Mengusap wajah nya yang basah terkena air mata.


Cewek itu kembali menatap kedepan. Melihat gedung tinggi di depannya. Keningnya mengernyit heran. "Lho? Kok Kenneth bisa kerja disini? Bukannya bokapnya punya perusahaan?"


Gumam Sienna setengah melamun.


Brakk!!


Tiba-tiba seseorang masuk kedalam mobil dan membanting pintu mobil keras. "Woy! Lo kok ninggalin gue sih? Gue sampe pucet tau. Deg-degan berduaan sama Azka. Na?!" Teriak Caramel belum menatap Sienna.


Karena belum mendapat respon, Caramel menoleh menatap Sienna yang sedang terlihat melamun. Kemudian mendecak keras. "Pantes aja gue di kacangin. Dianya aja melamun. Kalaupun ada bom pun meledak dia kagak bakalan sadar." Gerutu Caramel kesal.


Dia pun menoyor kepala Sienna pelan. Membuat kening Sienna terbentur stir mobil. Memang tak terlalu kuat tapi kan rasa sakitnya tetap ada. "Aduh! kening limited edition gue..!!" Sienna menoleh ke arah Caramel yang menatapnya tajam. Kemudian terbengong. "Lho? Lo kapan masuknya?"


Sienna menyengir lebar dan mengacungkan dua jarinya membentuk peace. "Sorry. Tadi gue habis mikirin masa depan."


Caramel mendecih. "Lo ngelamun apaa? Masa depan? Kayak punya aja lo."


Seketika Senyuman Sienna menghilang. "Lo kok bisa jahat benget sih. Nyesek tau gak. Tadi sebenarnya gue mau curhat sama lo. Tapi kagak jadi. Dah badmood gue."


Mendengar Sienna yang mau curhat, Caramel pun tersenyum manis dan mendekati Sienna sambil mencolek lengannya. "Canda elah. Gue kan orangnya suka bercanda. Emang nya lo mau curhat apa?"


Sienna mendengus keras. "Kagak jadi. Gue takut lo malah nyinyirin gue."


"Kali ini gue serius. Janji deh." Caramel mengacungkan jari kelingkkingnya.


Cewek bertubuh mungil ini pun membalas dengan mengaitkan jari kelingking nya ke Caramel. "Janji." Setelah jari mereka terlepas. Sienna menarik napas nya dalam. "Tadi...gue...ketemu...Kenneth."


Caramel mengernyit heran. "Kenneth siapa?"


Sienna yang mulanya menunduk pun jadi mendongak. Mendelik kepada Caramel yang menatapnya polos. Masa dia sudah lupa Kenneth. "Lo beneran **** ya? Atau pikunan. Emang di hidup gue Kenneth ada berapa?" Tanya Sienna sewot.


Caramel terdiam sebentar. Mengigat nama yang di katakan Sienna. Kemudian menoleh kepada Sienna dengan mata yang membulat. "KENNETH? KENNETH SI BULE GANTENG ITU? SI ES BATU?!" Teriak Caramel histeris.


Mendengar teriakan Caramel yang mengalahkan jeritan anak kecil, Sienna menutup kedua telinganya. "YA IYA LAH. KENNETH BULE. EMANG SIAPA LAGI HA?!" Balasnya tak kalah nyaring.


Caramel melongo. "Lho kok teriak-teriak gitu sih. Kalem mbak kalem."


Sienna mendengus. "Nih orang kagak nyadar diri ya."


Caramel mengibaskan tangannya. "Kok lo bisa ketemu sama dia? Kalian ketemu dimana? Ada romansa yang uwu-uwu gitu kagak?"


Sienna mendelik. "Bukannya uwu tapi malu. Sial banget tau gak. Masa gue ketemu nya karena dia nolong gue pas jatuh. Kan apes banget sih."


Caramel tertawa sambil menepuk-nepuk bahu Sienna pelan. "Wahh! Lucu tuh pertemuan lo sama dia. Langka tau gak. Ngalah-ngalahin film India."


"Lo mah ketawa. Bukannya nyemangatin gue. Nyesal gue curhat sama lo."


Caramel menggigit pipi dalamnya agar berhenti tertawa. Kasihan juga melihat Sienna cemberut gitu. "Terus pas dia nolong lo? Langsung canggung gitu? Lo pasti diem kan?"


Sienna menggeleng. "Gue kagak diem. Emang sih gue kaget banget ketemu dia. Tapi karena kaget. Gua malah nabok tangannya, supaya keliatan akrab gitu. Ehh tapi dia ngeliat gue datar aja. Seakan gue tuh goda dia. Genit gitu."


"Pfttt..." Caramel kembali tertawa. Kali ini dia tertawa keras sambil memegangi perutnya yang terasa geli. "Speechless gue Na! Emang dari dulu lo udah genit kali. Astaga ngakak gue ngebayangin komuk Kenneth pas lo genit ke dia."


"Ah Caramel! Gue kagak genit ke dia. Sejak kapan sih gue genit. Kagak pernah." Kata Sienna menggoyang-goyangkan lengan Caramel agar berhenti.


"Lo tanya sejak kapan lo genit? Lo kagak inget pertama kali Kenneth masuk kelas kita? Si anak baru?" Tanya Caramel masih terkekeh.


Bersambung...


Dulu sifat Sienna gimana ya? Part selanjutnya ada sedikit flashback ketika Sienna masih di SMA loh. Jadi terus pantangin cerita aku yha.


Maaf jika masih banyak kesalahan penulisan. Seperti typo dan kata baku. Cerita pertama jadi maklumi ya gaes.


Tokoh :


•Kenneth Raefal Achilles


•Sienna Meisie Elvarette


•Caramel Annora


Thank you,")