Can'T Stop Loving You

Can'T Stop Loving You
Chapter 1



3 tahun kemudian...


Kring! Kring! Kring!


Terdengar suara deringan ponsel di atas meja. Tangan mungil nan halus itu pun meraba meja di sebelah nya. Mencari asal suara ponselnya dengan mata yang masih tertutup. Deringan yang menandakan adanya panggilan telepon.


👄Amber👄 is calling you...


"Halo." Sapa Sienna mengangkat panggilan.


"Ya ampun Na! Lo belum bangun juga? Kita ada jadwal kuliah pagi. Lo gak inget? SIENNA!" Teriak seorang wanita nyaring. Yang tak lain adalah Amber, sahabatnya di SMA.


"Apa sih? Masih pagi juga. Lo gak lihat hari masih gelap gini."


"Ini jam 8.30 Sienna! Emang harinya gelap. Cuaca hari ini mau hujan tau."


Sontak Sienna menegakkan tubuhnya dan melihat jam di dinding. "What? Astaga gue lupa. Aduh jadwal pak Robert lagi. Gimana nih."


"Lo kalau mau cepat. Gak usah mandi aja. Telat kalau lo mandi. Udah ah gue mau masuk kelas dulu. Buruan!" Kata Amber seraya mematikan panggilan.


Sienna mengacak rambutnya frustasi. "Masa gue gak mandi sih? Tapi kalau gue mandi pasti telat. Bodo amat lah gue harus mandi. Gila aja gue kagak mandi." Sienna berlari ke kamar mandi. Dia menghabiskan waktu mandi nya selama 10 menit saja. Yang biasanya sampai 30 menit.


Setelah mandi dan berpakaian, Sienna menyisir rambutnya dan memoleskan sedikit make up. Dia memakai sweater oversize dan celana jeans biru.


Dia pun mengambil tas dan segera turun ke lantai bawah. Sienna memiliki rumah berlantai 2. Tidak besar tapi tidak juga tidak terlalu kecil.


Sienna sampai di tangga terakhir, dia melihat sekeliling rumah nya yang sepi. Tak ada keluarga hangat yang selalu menemaninya. Tak ada canda tawa. Sienna tersenyum miring, kehidupan yang sangat miris.


Tak ingin larut dalam kesedihan, dia berjalan menuju teras rumahnya dan menghidupkan mobil nya. Menancap gas menuju gedung kuliah nya secepat mungkin. Sepertinya Sienna harus terjebat macet. Jalanan sangat padat. Apalagi cuaca hari ini tak mendukung.


Sienna menatap lurus, melihat hujan yang turun sangat deras. Mengigat kenangan pahit di masa lalu. Sudah tiga tahun tapi dia tidak bisa melupakannya kenangan tersebut. Sangat menyakitkan untuk melupakan kenangan tersebut.


------


Sienna memarkirkan mobilnya di parkiran yang telah di sediakan. Dia pun langsung berlari menuju kelas. Menghiraukan tatapan bingun disekelilng nya. Sudah pasti mereka keheranan melihat Sienna berlari.


Tiba di depan kelas, Sienna mengatur napas yang ngos-ngosan akibat berlari tadi. Merapikan sedikit tatapannya yang sedikit berantakan. Dia meraih gagang pintu di dan mendorong nya pelan.


"Permisi." Katanya sambil tersenyum manis.


"Sienna telat lagi. Astaga!"


"Emang nih univ di kira punya bapaknya kali."


"Yaelah Sienna mah udah biasa telat. Gak usah heran kali."


Bisikan demibisikan keluar dari teman-teman. Ada juga yang menatap nya sinis. Seperti tidak suka. Ada yang menatapnya dengan tatapan meremehkan. Berbagai tatapan yang berbada di berikan oleh teman nya.


Tapi walaupun begitu, Sienna tak menghiraukan mereka. Tujuan nya hanya meminta maaf kepada dosennya yang satu itu.


Dia menundukkan kepalanya dan berjalan mendekat ke dosen yang tengah menatap nya tajam. "Saya minta maaf pak karena telat pada jadwal kali ini."


"Alasan kamu hari ini apa?"


"Tadi jalanan padat pak. Saya terjebat macet parah pak. Hujan juga salah satu alasan saya terlambat." Ujar Sienna masih dengan menundukkan kepala.


Pak Robert menghembuskan napas nya dan berkata. " Yasudah kali ini saya maafkan kamu tapi kalau kamu mengulanginya lagi. Saya akan kurangi nilai kamu semester ini."


Ucapan pak Robert membuat satu kelas kaget. Terlebih juga Sienna, dia mendongakkan kepalanya dengan mata yang berbinar. "Seriusan pak?"


"Hmm." Dehem pak Robert.


"Terimakasih pak. Saya akan berusaha untuk tidak terlambat lagi pak. Saya juga akan giat belajar untuk meningkatkan nilai saya pak. Kalau gitu saya permisi pak." Sienna berjalan ke tempat duduk nya.


Rasanya lega sekali pak Robert membiarkannya masuk. Bagaimanapun dia juga mahasiswi yang takut akan nilainya menurun.


"Stt Sienna!" Panggil seseorang yang berada di sampingnya.


Sienna menoleh kesamping. "Apa?" Dengan suara yang sangat pelan. Seperti sedang berbisik.


"Lo apain pak Robert? Kok dia bisa biarin lo masuk sih? Curiga gue." Tanya Amber dengan mata menyipit.


"Gue juga gatau. Udah ah gue mau belajar dulu. Gue gak mau yah ngikutin ajaran sesat kayak lo. Malas belajar." Sienna menatap kedepan. Mendengarkan materi yang di sampaikam pak Robert.


"Cihh nyesal gue ngajak lo bicara. Lo gak cocok jadi rajin kampret!" Kata Amber kesal karena di hiraukan Sienna.


-------


"Oke. Sampai disini saja materi kali ini. Kita lanjutkan di jadwal selanjutnya. Terimakasih." Pamit pak Robert membuat semua isi kelas bersorak senang. Bahagia karena terbebas ceramahan dari pak Robert yang membuat mereka mengantuk.


"Woy! Hari ini kita gak ada jadwal lagi kan? Free class ?" Tanya Sienna.


Amber menoleh ke Sienna dan menggelengkan kepalanya. "Gak ada. Free."


Sienna Mengangguk- angguk dan kepikiran untuk mengajak Amber hangout. "Hangout kuy? Gue bosen di rumah."


"Gue kagak bisa. Hari ini nyokap ada arisan. Gue di suruh bantuin nyiapin acaranya. Sorry.


"It's okey. Gue ke tempat Kara aja deh. Udah lama banget gak kesana. Sekalian mau makan. Laper gue belum sarapan."


Mereka berjalan keparkiran dan berpisah disana. Sienna pun pergi menuju Ke tempat Kara. Sahabat nya juga di SMA. Mereka bertiga bersahabat sejak SMA. Tapi hanya Caramel saja yang tidak ingin melanjutkan pendidikan sebab dia ingin meneruskan restoran milik keluarganya. Dibidang kuliner.


Sienna memarkirkan mobil nya di depan restoran milik sahabat nya, Caramel. Dia masuk ke restoran tersebut dan menemukan meja kosong yang berada di sudut pojok. Tempat kesukaan nya ketika berada disini.


Dia menunggu Caramel dengan melihat pemandangan luar jendela. Melihat berbagai kendaraan melintas di jalanan. Sangat padat.


"Sienna!" Teriak Caramel berlari mendekat kearahnya. Mereka pun berpelukan erat menyalurkan rasa rindunya. Sudah lama sekali Sienna tidak mengunjungi Caramel.


"Gue kangen banget sama lo. Ya ampun. Lo sih gak kesini. Gue kan kangen sama lo." Kata Caramel masih memeluk Sienna.


"Gue juga kangen banget sama lo Mel. Gila! Gue kangen kepolosan lo. Kebodohan lo. Ketotolan lo."


Caramel melepaskan pelukannya dan menjitak kepala Sienna. "Fix. Lo gak berubah. Masih sama kayak dulu. Dasar gila!"


Sienna tersenyum dan duduk kembali di bangkunya. "Gue gak berubah. Masih sama kayak dulu. Perasaan gue juga gak berubah kok."


Melihat Sienna menundukkan kepalanya, Caremel menepuk pundak Sienna. "Lo gak usah ingat itu lagi. Lo juga harus ubah perasaan lo. Sia- sia lo masih mendam perasaan lo ke dia. Hilangkan. Cari pasangan yang bisa buat lo lupain dia."


Sienna mendongakkan kepalanya dan menghapus tetesan air mata yang mengalir di pipinya. "OMAIGAT! Gue nangis. Gue gak boleh nangis. Gimana nih Mel?"


Caramel memutar bola matanya malas. "Gue bingung deh sama lo. Kok bisa sih lo gak berubah. Jadi dewasa gitu."


Sienna mengendikkan bahunya. "Gue nyaman kok sama sikap gue kayak gini. Lo aja yang berubah. Lo tau gak? Dulu lo sering gue bodohin. Habis polos banget."


Caramel mendecak. "Ck. Itu kan dulu. Jangan bahas masa lalu deh. Gue malu tau."


Sienna tertawa melihat wajah cemberut Caramel. Sesekali mereka juga tertawa mengingat masa-masa SMA yang penuh canda tawa.


"Ya ampun! Gue lupa! Gue janji sama tetangga gue mau kirim dia makanan. Kok bisa lupa sih." Kata Caramel histeris. Dia melupakan janji untuk mengirimkan makanan ke tetangganya.


"Lo pikun sih. Hmm gimana gue anter lo kesana. Lo gak bawa mobil kan? Kita bareng aja kesana." Usul Sienna membuat Caramel berbinar.


"Seriusan." Melihat Sienna mengangguk. Caramel memeluknya sekali lagi. "Thanks banget Na! Lo emang babu terbaik gue."


Sienna mendecih. "Cih gak usah lebay lo. Gue juga bukan babu lo ya. Emang tetangga lo dimana sih? Deket rumahnya lo ya?"


Caramel menggelengkan kepalanya. "Bukan. Gue di suruh anter ke kantornya. Deket kok disini. Tetangga gue tuh dia kerja di perusahaan gitu sih. Kalau jabatannya gue kurang tau."


"Nama perusahannya apaan?"


"Kalau gak salah sih Achilles Group. Tapi gue tau kok arah jalannya. Sekalian lihat kantornya."


Sienna terdiam sepertinya dia tidak asing dengan nama perusahaan tersebut. "Gue kayaknya pernah denger. Tapi dimana nya? Namanya gak asing gitu?" Batin Sienna bertanya.


Bersambung...


Ini cerita pertama aku yah Gays. Jadi maaf kalau masih banyak kurang. Typo juga masih bertebaran.


Tokoh :


• Sienna Meisie Elvarette


• Amberlie Curtina Aster


• Caramel Annora


Thank you,:)