
Setelah makan siang bersama, Azka mengajak mereka pergi ketaman belakangnya. Di halaman belakang nya terdapat kolam dan gazebo serta bunga yang sangat indah yang berada ditamannya. Apalagi keluarga Azka memelihara 3 ekor kelinci yang sangat menggemaskan.
"Cantik banget halaman belakang lo Ka! Ada kelincinya lagi. Sienna paling suka sama kelinci. Ya gak Na?" Tanya Amber tapi tak dijawab Sienna.
Amber melirik kanan kiri. Mencari keberadaan Sienna. Kemana cewek itu pergi? matanya mencari sekeliling. Dan dapat! Dari kejauhan Sienna terlihat sedang memberi makan kelincinya milik Azka. Bener kan! Dia memang suka sekali dengan kelinci.
Caramel mendecak. "Tuh anak main nyelonong aja ah."
Amber mengibaskan tangannnya ke Caramel. "Udah biarin aja. Sienna mah kalau udah jumpa kelinci kagak bakal inget lagi sama kita-kita." Amber mengacungkan telunjuknya menunjuk Azka." Dan lo Ka! Jagain tuh kelinci. Bisa aja tuh kelinci di colong sama Sienna." Amber pergi meninggalkan Caramel dan Azka dan berjalan menuju gazebo.
Sama seperti Amber, Azka dan Caramel pun meninggalkan Sienna yang asik dengan dunianya bersama kelinci. Mereka pergi menuju pinggiran kolam. Yahh! Berbincang-bincang layak nya gebetan gitu lah.
Lain halnya dengan Kenneth yang baru keluar dari toilet . Cowok itu pun bingung hendak pergi kemana. Di gazebo, ada Amber yang tiduran sambil mendengarkan lagu. Sedangkan dikolam, ada Azka dan Caramel yang sibuk lagi kasmaran. Gak mungkinkan tiba-tiba Kenneth nongol disana ? Bukan Kenneth banget.
Akhirnya Kenneth menghampiri Sienna yang asik memberi makan kelinci. Dia berjalan dengan memasukkan tangannya ke saku celana. Tiba di samping Sienna, cowok itu pun berjongkok disebelah Sienna. "Masih suka sama kelinci?" Tanyanya tanpa menoleh ke Sienna.
Sienna yang belum menyadari kedatangan Kenneth terkejut. "Astaga!" Sienna sampai terduduk ditanah bahkan makanan kelincinya yang dtangannya ikut terlempar sangking kagetnya.
Kenneth mengambil makanan kelinci yang terlempar oleh Sienna dan memberikannya kepada kelinci yang sangat menggemaskan itu. "Segitu kaget nya lo sama kedatangan gue?" Tanya Kenneth tanpa menoleh.
Mata bulat sienna membulat lalu berdehem menghilangkan kekagetannya seolah bersikap tenang. "Gue? Kaget? Gak kok. Biasa aja." Katanya seraya mengibaskan tangannya dan kembali menoleh kepada kelinci di hadapannya itu.
Kenneth menoleh ke Sienna. Memandangi cewek itu dalam. Sedangkan Sienna yang merasa sedang di tatap pun juga menoleh ke arah Kenneth. Cewek itu tertegun dan membeku kaget melihat Kenneth tengah memandanginya. Tatapan yang tidak bisa diartikan. Tatapan antara terluka dan rindu.
Tapi Sienna terlebih dulu memutuskan pandangannya. Tak ingin berlama-lama menatap cowok itu. "Lo apa kabar Ken?" Tanyanya menuduk melihat kelinci yang sudah berada di bawahnya.
Cowok itu terdiam sesaat lalu mendesah. "Buruk. Hidup gue sama aja kayak dulu. Gak berwarna."
Sienna menggigit bibirnya ke dalam kemudian tak sadar cewek itu mengelus punggung Kenneth sesekali menepuknya pelan. Hal yang dilakukan untuk menenangkan seseorang. "Lo kuat kok Ken. Kadang kita ngerasa hidup kita tuh paling sengsara di dunia ini. Tapi sebernanya enggak. Banyak orang didunia ini lebih menderita. Lebih parah dari lo. Lo cuman harus ubah warna hidup lo. Lebih bersinar dan berwarna. Gue percaya lo pasti bisa kok."
Kenneth menoleh melihat tangan Sienna yang berada di punggungnya. Cowok itu mengambil tangan Sienna dan menggenggam nya kembali menatap Sienna, tak lama kemudian cowok itu melepaskan tangan Sienna lalu mengalihkannya pandangannya kedepan. "Lo masih sama ya. Gak berubah sama sekali."
Sienna juga mengalihkan pandangannya ke depan dan langsung mengambil makanan Kelinci yang ada di tangan kiri Kenneth. Terkejut Kenneth memegang tangannya? Pasti itu lah yang di rasakan Sienna. Tapi dia harus menghilangkan keterkejutannya itu. "Semua orang juga bilang gue gak berubah sama sekali."
Kenneth terkekeh kecil. "Termasuk perasaan lo sama gue?"
Sienna kembali terdiam terkejut. Kenapa bisa Kenneth bertanya seperti itu dan apa yang harus dikatakannya kepada Kenneth. Haruskah Sienna berbohong atau jujur dengan perasaannya.
Belum sempat merespon, Tiba-tiba Kenneth berdiri dan mengulurkan tangannya. "Gue tau perasaan lo ke gue udah gak ada. Gak mungkin lo masih suka sama gue." Katanya seraya membantu Sienna berdiri.
Sienna terdiam merunduk sambil meremas jarinya dan tak lama kemudian dia mendongak membalas tatapan Kenneth. "Kalau gue masih suka sama lo? Masih ada perasaan sama lo? Gimana?" Tanya membalas tatapan Kenneth.
Kenneth menurunkan dan mengepalkan tangannya sambil menggeleng tegas. "Sama seperti dulu. Lo gak boleh suka sama gue."
Sienna berdiri dan terkekeh sinis menatap Kenneth. "Dan lo masih sama Ken! Hati lo masih beku dan dingin. Tapi tenang aja karena gue udah buang jauh perasaan sampah gue ke lo sejak 3 tahun yang lalu. Sejak..." Sienna menjinjit mendekat ke telinga Kenneth dan berbisik. "...Lo ninggalin gue."
Cewek itu langsung beranjak pergi meninggalkan Kenneth yang terdiam. Sepertinya dia menghampiri Amber. Meninggalkan Kenneth yang terdiam sambil mengepalkan tangannya.
-------
Caramel menoleh kaget ke Azka. Belum juga sempat merespon, Azka kembali berbicara. "Keliatan sih. Aku jarang aja lihat tatapan Kenneth ke Sienna. Tatapannya yang beda."
Refleks Caramel menatap Kenneth yang sedang menatap dalam Sienna yang pergi meninggalkannya. "Percaya gak kalau Sienna pernah perjuangin Kenneth?" Tanyanya kembali menoleh ke Azka.
Mata Azka membukat besar dan terdiam sesat sebelum berakat. "Percaya." Azka terkekeh. Dia menunjuk Sienna yang sedang berjalan menunduk ke arah Amber. "Terluka banget gak Sienna? Pasti perjuangannya sia-sia."
Caramel juga terkekeh membalas perkataan Azka. "Ya iya lah. Kenneth tuh cowok gak punya hati. Aku aja kalau jadi Sienna pasti udah ku buang tuh cowok. Gila aja perjuangan aku sia-sia. Sakit hati banget tuh pasti." Sungut Caramel emosi tapi juga sedih mengingat perjuangan sahabatnya kepada Kenneth
Melihat Caramel emosi, Azka kembali tertawa. "Udah sering kali Kenneth nolak cewek. Dari SMP malah."
Sienna mengernyit heran, bingung kenapa Azka bisa tau banyak tentang Kenneth. Tapi keheranan Caramel dimengerti membuat Azka kembali menjelaskannya. "Aku tau karena dari kecil kita udah barengan. Walau aku lebih tua, tapi kita tetap besar bareng. Dan Kenneth begitu karena dia udah tertekan dari kecil."
Azka kembali menatap kedepan. "Kadang aku kasihan sama Kenneth. Masa kecilnya tuh gak ada. Dan tatapan datarnya emang udah dari kecil. Kata lainnya tuh hidupnya gak berwarna. Dia dibawah tekanan orangtuanya."
Mata bulat Caramel membulat. "Maksudnya di tekan tuh dipaksa orangtuanya?"
Azka mengangguk. "Iya. Emang aku gak bisa kasih tau tentang keluarga Kenneth. Tapi percaya deh sebernarnya Kenneth gak sedingin itu. Dia hangat tapi dengan caranya sendiri."
Caramel tersenyum kalem menatap Azka. "Kamu mau gak bantu aku nyatuin mereka. Yang aku lihat sih Sienna masih suka sama Ken. Gatau kalau Kenneth suka sama Sienna apa gak."
Azka kembali menoleh ke Caramel dan membalas dengan tersenyum juga. Tapi kali ini senyumannya lain. Terlihat lebih manis membuat pipi Caramel merona. "Ken gak pernah natap cewek sedalam itu. Aku rasa Sienna cewek pertama yang ditatap beda sama Kenneth."
Caramel berdehem menenangkan hatinya yang berdebar melihat senyuman manis Azka. Kemudian dia mengulurkan tangannya nya ke Azka. "Ehmm sepakat nih kita satuin mereka?"
Azka terkekeh dan membalas uluran tangan Caramel dan mengenggam nya hangat.
"Sepakat!"
Bersambung...
Hayoo kok mereka pada genggam tangan sih. Haduh pasti Sienna dan Caramek grogi banget tuh tangannya di genggam sama Cogan. Mimin mau atuh. Mau tau lanjutannya? Tetap ikutin cerita aku yah.
Maaf jika typo masih bertebaran dan kata baku yang kurang tepat.
✓ Jika kalian mau aku Follback,Silahkan komen aja yah. Jangan lupa vote dan like.
Tokoh :
•Sienna Meisie Elvarette
•Kenneth Raefal Achilles
•Amberlie Curtina Aster
•Caramel Annora
•Azka Aldrich Pradipto