Can'T Stop Loving You

Can'T Stop Loving You
Chapter 7



Saat ini mereka sedang berada di rumah Caramel. Sepulang dari rumah Azka, Sienna dan Amber memutuskan untuk menginap di rumah Caramel. Lagi pula besok mereka tidak ada jadwal kuliah dan Caramel free di restoran.


Karena tidak membawa baju ganti, Sienna dan Amber pun meminjam baju Caramel dan untung saja ukuran baju mereka sama. Mereka bergantian mandi untuk membersihkan badan mereka yang sudah lengket dengan keringat.


Setelah mereka mandi, Sienna berjalan menuju balkon kamar nya Caramel, menatap bintang yang bertaburan di malam hari. Sangat indah membuat Sienna terpukau.


Amber yang melihat Sienna yang berada di balkon pun berjalan mendekatinya. Menepuk bahunya Sienna. "Ngapain lo disini?"


Sienna tersentak kemudian menoleh melihat Amber di sampingnya. Cewek itu lalu mendecak lalu kembali mendongak menatap bintang. "Lo hobi banget buat gue jantungan."


Amber memutar bola matanya. "Lo juga hobi banget ngelamun. Emang ngelamun apaan sih?"


Belum juga Sienna merespon, Caramel datang dengan membawa camilan untuk mereka ngemil. Cewek itu meletakkan camilannya meja kecil di kamarnya. "Woy! Pada ngapain di situ. Sini woy! Ada camilan nih."


Sienna dan Amber pun melangkah mendekat Caramel. Kamar Caramel lumayan besar dan terdapat sofa kecil di sudut ruangannya.


Sienna mengambil terlebih dahulu camilannya dan langsung membukanya membuat Caramel mendengus. "Sienna mah rakus. Lo belum izin ke gue ya."


Sienna menoleh ke Caramel. "Lah nih camilan buat gue kan? Yaudah dong gue makan." Katanya seraya menjulurkan lidahnya.


Amber terkekeh kecil lalu memeriksa satu-satu camilannya dan tidak menemukan camilan kesukaannya. "Lah chitato gue mana? Kok gak ada sih?"


Caramel mengambil salah satu camilan dan memberikannya kepada Amber. "Udah di colong sama adek gue."


Amber membelalak. "Adek lho mana? Adek lo balek ke sini Mel?" Katanya bersiap untuk berdiri tapi ditahan oleh Caramel.


Caramel mendecak kesal sambil melotot tajam ke Amber. "Jangan ganggu adek gue. Dia lagi di kamarnya. Lagi marahan sama bokap gegara motornya di sita. Bisa abis lo sama adek gue."


Amber kembali duduk di sofa dan menghela napas nya pasrah. "Ya sih adek lo kalau ngeri kalau lagi ngamuk. Ehh tapi gue sama bokap lo aja ya?" Katanya menoleh ke Caramel sambil menaikkan alisnya menggoda.


Karena gemas dengan Amber, Sienna tak tahan untuk menjitak kuat kepalanya membuat Amber merintih kesakitan dan sesekali mengumpat. "Lo ah banyak ngebacot. Gedek gue sama lo."


Amber mengusap kepalanya pelan. "Lo ngapa si Na? Sensian amat dari tadi?"


Caramel juga menoleh ke Sienna dan mengangguk menyetujui perkataan Amber. "Iya. Lo dari tadi sensian. PMS lo?"


Sienna menghela napasnya lalu menyendarkan badannya. "Gue belum bisa lupain dia." Gumam nya pelan tapi masih bisa di dengan Caramel dan Amber.


Amber dan Caramel sengaja tidak berbicara agar Sienna melanjutkan perkataannya. "Gue bodo banget ya gak bisa lupain dia." Sienna mendongak ke atas melihat langit-langit kamar Sienna yang di penuhi stiker bintang. "Mau move on tapi masih sayang. Kata orang-orang sih gitu."


Amber membuka camilan yang diberikan Caramel dan melahapnya. "Kalau lo masih belum lupain dia kenapa gak lo perjuangin lagi?"


Caramel mengangguk setuju. "Yang gue lihat lo masih cinta sama Ken! Gak ada niatan untuk perjuangin dia lagi?"


Sienna menegak menoleh kaget. "Ya kagak lah. Gak mau gue."


"Kenapa?" Tanya Caramel mencomot camilan Amber membuat cewek itu mendelik tajam.


Tiba-tiba Sienna menutup wajahnya denga kedua telapak tangannya. Tak lama itu terdengar suara isakan kecil dari Sienna. "Gue aja udah di tolak sebelum gue perjuangin untuk kedua kalinya. Gue gak mau terulang lagi kayak dulu." Katanya dengan suara bergetar.


Caramel mengubah duduk nya menjadi mendekati Sienna yang menangis dan mengelus punggung Caramel pelan. "Lo udah di tolak? Maksudnya gimana sih?"


Sienna melepaskan telapak tangannya dari wajahnya. Masih sedikit sesegukan, cewek menceritakan tentang Kenneth yang memperingatinya untuk tidak boleh menyukainya. Kejadian yang terjadi saat meraka berada di halaman belakang rumah Azka tadi sore.


Mata Amber melebar lalu mendecak keras. "Serius dia bilang kayak gitu ke lo?" Tanya Amber diangguki Sienna.


Caramel mencolek lengan Amber yang berada di samoing Sienna. Cewek itu mendelik memperingati Amber. "Lo gak ingat rencana kita mau nyatuin mereka?" Katanya tanpa suara.


Flashback On


"Kita pulang dulu ya." Teriak Amber di ambang pagar rumah Azka. Mereka pulang menuju rumah Caramel.


Sebelum melanjutkan langkahnya, lengan Amber terlebih dahulu di tarik oleh Caramel. Hampit saja dia terjatuh kalau tidak menyeimbangkan badannya. Amber menoleh dan melotot sebal ke Caramel. "Apa sih lo?"


Caramel menahan lengan Amber untuk berhenti agar Sienna masuk kerumah terlebih dahulu. Ketika Sienna sudah masuk ke rumah, Caramel berbisik pelan ke Amber. "Gue sama Azka punya rencana mau nyatuin Kenneth san Sienna. Lo mau kan bantuin gue?"


Amber mengernyit heran. "Bukannya Kenneth dah punya cewek ya? Gue gak mau ya Sienna dibilang pelakor."


Caramel mendecak gemas. "Bodo banget sih lo. Azka bilang Kenneth belum pernah bawa cewek. Bisa aja Kenneth bohong sama kita. Lo gak lihat tatapan tuh cowok ke Sienna?"


Amber menggeleng pelan. "Gue gak mau aja lihat Sienna sedih. Kadang gue bingung gue udah jadi sahabat baik atau belum. Gue pengen lihat Sienna happy lagi."


Sontak Caramel tersenyum senang. "Jadi lo mau kan bantuin gue sama azka untuk nyatuin cinta sahabat kita?"


Amber mengangguk. "Hm gue mau bantu lo nyatuin Kenneth sama Sienna."


Flashback Off


Amber berdehem tenang. "Gini aja. Lo gak perlu perjuangin dia lagi. Tapi lo harus bisa ubah perasaan lo ke dia. Kan lo gamon tuh."


Caramel mendelik kembali ke Amber tapi dihiraukannya. "Ya lo pura-pura aja gak ada perasaan lagi sama Kenneth. Jadi Sienna yang gue kenal. Sienna yang periang, bobrok, receh dan centil. Dengan begitu perasaan akan hilang sering waktu berjalan." Kata Amber menoleh ke Sienna.


Sienna mendesah berat. "Gue juga gak tau bisa gak ya gue jadi kayak dulu. Tapi gue usahain deh."


Sienna menoleh ke Amber dan menatapnya sinis. "Ehh tapi lo kok bisa jadi bijak gini sih. Heran gue. Makan apa lo kok bisa pintar gini."


Amber memanyunkan bibirnya. "Tau. Gue tau banget kalau dulu gue bodo. Ya itu kan dulu. Gue udah berubah kali. Gue juga makin cantik." Kata Amber sengaja mengibaskan rambut nya.


Membuat Sienna dan Caramel menjauh dan menatap nya jijik.


Bersambung...


Rencana Caramel sama Amber kira-kira apa ya? Kalian kepo? Tetap pantangin cerita aku yah.


Maaf jika typo bertebaran dan kata baku yang kurang tepat. Ini cerita pertama aku. Jadi maklum kalau masih banyak kesalahan dalam penulisan.


✓Jika mau di follow back. Komen di bawah ya dengan syarat kalian vote dan dan like cerita aku.


Tokoh :


•Sienna Meisie Elvarette


•Amberlie Curtina Aster


•Caramel Annora


Thank You>•<