Can'T Stop Loving You

Can'T Stop Loving You
Chapter 14



"Kakek tendang bolanya kesini." Teriak Bald kepada sang Kakek akek.


"GOLLL!!" Teriak gembira terdengar dari bagian kiri lapangan.


Bian menghampiri Selena,"Lihatlah dia tumbuh dengan baik"


Selena menoleh. "Yah, sepertinya aku memiliki banyak kekhawatiran berlebihan kepadanya." Selama ini Selena selalu berusaha menjadi Daddy and mommy terbaik bagi Bald. Mengingat Bald tidak mengenal Daddynya sejak dalam kandungan.


"Percayalah kamu adalah seorang mommy yang terbaik bagi Bald. Kamu mommy hebat ke dua yang pernah ku kenal. Bald pasti tumbuh menjadi anak yang hebat. Dia sangat beruntung memilikmu dalam dunianya. Dan aku yakin ia sangat bangga terhadap mu. Jadi hentikan kekhawatiran yang tidak penting itu. " Mereka berpelukan cukup lama.


"Aku tebak yang pertama pasti mamah." Bian mengangguk dan Selena tertawa.


"Mamah adalah seseorang yang hebat dalam duniaku. Aku ingin menjadi seperti dia. Aku ingin kuat sepertinya. Aku sangat ingin menceritakan hal-hal yang pernah ku lalui. Aku ingin dia tau kalau aku juga sudah menjadi seorang mommy. Aku ingin menceritakan betapa lucu dan pintarnya cucu laki-laki nya. " Selena menatap langit karena jika bersangkutan dengan mamahnya ia akan selalu ingat pesan sang mamah.


'Jika kamu merindukan mamah kamu bisa melihat langit. Karena disitu mamah bisa menemani dan mendampingimu selelu.'


Bian menggenggam tangan Selena dan tersenyum ke arahnya.


Bian juga sangat senang dengan Selena sekarang. Selena yang manja tergantikan dengan Selena yang dewasa.


"Kamu tau Selena aku sangat iri dengan dirimu " Selena menengok. Dan mengangkat salah satu alis. Ada rasa terkejut yang menyerangnya.


Selena sedikit tau masa lalu Bian karena Bian sangat tertutup dengan masa lalunya. Dan tiba-tiba Bian membahas, setan apa yang merasukinya!?!?


"Dulu aku pernah merasa hidup sebatang kara, aku tidak memiliki arah dan tujuan hidup. Sejak kecil ayahku tidak pernah menginginkan ku. Dia bahkan menghilang sejak aku belum lahir. Ibuku mulai gila saat itu dan tepat pad ahari ulang tahun ku yang ke 10 ia bunuh diri. Aku tidak tau perasaan apa yang aku rasakan saat itu."


"Tidak ada rasa sedih yang kurasakan. Hidupku tidak banyak berubah setelah kepergiannya. Kehidupanku berubah saat bertemu dengan seorang perempuan yang sangat cantik. Dia sangat baik, dia sangat lembut hingga tidak pernah marah. Dan dia adalah Nyonya Xinz." Bian meneteskan air mata saat menceritakan masa lalunya.


Ia sangat berterima kepada Tuhan karena telah mempertemukan dengan seorang peri yang sangat cantik. Seseorang yang telah menjadi tujuan hidupnya.


Bian berdiri. "Aku kembali kehilangan tujuan hidupku saat dia pergi untuk selamanya. Aku merasakan sesuatu yang tidak aku rasakan dulu. Aku hancur. Tetapi aku melihat senyum seorang anak perempuan yang sangat cantik. Dia adalah kau. "


Bian dan Selena berpelukan.


"Aku akan menjagamu seperti mamahmu menjagaku. Aku sangat bangga padamu Selena. Ketahuilah kamu adalah seorang mom terbaik bagi Bald." Bian menyemangati Selena. Ia tahu jadi seorang ibu sangat sulit.


•••••


"Bos, bos perusahaan sedang diserang!" Sam membuka pintu ruangan Davide dengan kasar.


"What the ****. SAM" Davide yang dari tadi pusing dengan dokumen yang menumpuk muncullah Sam dengan teriakan yang membuat kepalanya semakin pusing.


"Gawat Bos. Sistem perusahaan diretas"


Davide nampak berpikir. Cobaan apa lagi ini... Hari yang berat.


"Keruangan Keamanan perusahaan sekarang!" Davide mematikan handphone dan berjalan cepat diikuti Sam.


Tidak ada raut kepanikan dari wajah Davide. Berbeda dengan Sam yang sangat gelisah.


BRAK!!!


Semua orang yang ada di ruangan terkejut bukan main.


Davide duduk. "Apa yang terjadi?" Ia mengeluarkan tatapan yang tajam.


"iitu tu..tuan"


"Jawab dengan benar" Bentak Davide.


"Gawat tuan. Ada seseorang yang menyerang sistem keamanan perusahaan. Mereka ingin merobohkan sistem. Dan membuat kita rugi banyak "


Salah satu karyawan menjelaskan dengan menghidupkan komputer. "Belum diketahui dengan jelas apa maksud dari mereka. Tetapi mereka mungkin menyalin atau menyelidiki tentang perusahaan dan anda."


Davide tersenyum miring. 'Tikus mana yang ingin bermain denganku. Hahaahaa. Aku akan mengabulkan keinginanmu!'


Davide menatap tajam ke arah jendela yang menampilkan pemandangan indah malam hari. Mata Davide memerah. Entahlah sosok bayangan seorang perempuan muncul dalam benaknya.


Sejujurnya ia sangat merindukan dia. Meskipun ia tidak mengenal secara individual.


Tring!


Davide mengambil handphone. "Hallo mah."


"Ya aku akan pulang sekarang."


"Baiklah. See you. Bye"


Davide menutup telponnya. Dan berjalan keluar menuju pintu. Dia terlihat sangat berwibawa saat ini.


Saat Davide berada di ambang pintu, "Selesaikan itu. Saya mau besok sudah seperti semula. Dan satu hal lagi cari tau siapa dalang dibaliknya!"


Davide mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Entahlah mengapa ia melakukannya. Tetapi ia ingin sekali menikmati udara malam.


Udara malam hari ini terasa sangat berbeda. Sejuk, hangat, dan merindukan.


Setelah menghabiskan beberapa waktu perjalanan, tibalah di depan masion yang sangat megah dna besar. Banyak bodyguard yang mengawasinya.


Davide turun dari mobil.


"Selamat malam tuan" Sapa para bodyguard yang melihat Davide. Davide hanya membalas dengan anggukan kepala.


"Hai mah" Davide mencium pipi mamahnya dan mendapat pukulan di perutnya.


"PAH" Sang mamah menatap nyala kepada Anderson. Memang seringkali Anderson dengan Davide bertengkar hanya karena Danita (mamah Davide). Yah anak dengan papah yang tidak akur.


Danita kemudian menawarkan apel yang ia potong tadi. Tetapi Davide menatap curiga kepada mamahnya itu.


"Langsung saja ke topik inti mah!" Ucap Davide sambil memakan apel.


Danita menyenggol lengan Anderson. Ia memberi kode untuk suaminya tetapi Anderson pura pura tidak mengerti.


"Davide sayang, tadi mamah ketemu dengan anak teman mamah. Di sangat can.." Sebelum Danita menyelesaikan omongannya.


"Mah pah Davide ke kamar dulu" Davide langsung pergi meninggalkan kedua sejoli yang sedang beradu pandangan itu.


"Tuh kan papah sih." Anderson yang tidak tau apa-apa terseret dalam masalah yang dibuat istrinya itu.


"Pokoknya papah tidur diluar hari ini." Danita langsung meninggalkan Anderson.


"Mah gak bisa gitu dong." Padahal tadi ide Danita untuk memperkenalkan Davide dengan anak perempuan temannya. Danita sering menjodohkan Davide tetapi sering juga ditolak mentah-mentah oleh Davide.


Dan yang kena imbas dari hal tersebut adalah Anderson.


...❀❀❀❀❀...


Hai guys terima kasih sudah membaca novel ini.


see you next time.


and Love your self.


Monaramoon (Ig)


bye