Broken Twins

Broken Twins
part 7



Kasih dukungan kalian dari votment  ya 💜


Kini hari sudah pagi namun mereka semua belom bangun dari mimpi indahnya.tapi berbeda dengan jessa yang sudah sadar dari jam 4 pagi namun ia enggan membangunkan teman-temannya karna jessa tau bahwa mereka sebenarnya kelelahan.


Jessa melihat kevin yang tidur disamping nya sambil menggenggan jari kecil miliknya.  Hal itu membuat hati jessa berdesir. Jessa menatap intens wajah kevin yang sedang tidur disampingnya. Kevin memiliki hidung mancung rahang yang kokoh nan tegas dan jessa juga mengakui kalau kevin sangat lah tampan.


"mikir apaan sih gue. "gunam jessa dalam hati sambil memejamkan matanya.


"Ututu my queen gue lagi di mabuk cinta ni  ye. " ejek anggel altar ego jessa.


"apaan sih lo ngaco. gue tu nggak sedang mabuk cinta ya. "batin kesal jessa.


"gi i ti nggik siding mibik cinti yi  .hillih basi orang tadi lo sedang mengagumi wajah seorang kevin arga alexander. " jawab menyemenye anggel.


"bacot. Diem lo iblis. "


"dan seorang iblis ini yang sedang menjaga seorang ratu jessalyn queendara fermilion buahahaha."


"eh iya queen sebentar lagi saat bulan purnama tiba akan ada dua orang lagi yang akan menjaga mu dalam tubuhmu ini" lanjut anggel.


"hah.la emang kenapa  dah. " jawab jessa dengan alis yang menyatu.


"gue nggk tau ini adalah perintah dari nenek moyang lo terdahulu yang nyuruh gue dan yang lain jaga in lo.  Karna dalam tubuh lo itu mengalir darah seorang bangsawan. " jelas anggel.


"WHATT!! apa lo bilang? darah seorang bangsawan??" kaget jessa.


"iyaa walaupun jaman sekarang sudah tidak ada peperangan antar kerajaan tapi tetep saja gue dan kawan-kawan di suruh buat jagaain lo. Karna nenek moyang lo dulu sudah meramal kan akan ada peperangan besar  di ganster black wolf lo itu maka dari itu nenek lo dulu nyuruh gue dan yang lain buat jagaain lo. " jelas anggel yang panjang kali lebar.


"oh"


"anjing! Gue ngomong panjang kali lebar tapi lo cuman jawab oh doangg? " kesal anggel.


"bodoamat wlekk"


"au ah gelap.untung gue sayang ama lo. "


"ehehe gue juga sayang ama lo kok. "kekeh jessa.


Setelah melakukan interaksi dengan alter egonya jessa kembali membuka matanya namun kevin dkk juga belom bangun dari tidur nyenyak nya padahal jam sudah menunjukkan pukuh 9 pagi.tetapi tidak lama kemudian kevin bangun dari mimpi indahnya.


"jes lo udah sadar? Kok lo gak bangunin gue sih kalo lo udah sadar?! "kesal jessa.


"eh babi gue ini tu perhatian ama lo pada makanya gue gak bangunin lo karna gue tau kalo lo semua tu sedang kelelahan. " balas jessa yang tak kalah kesalnya.


"tapi lo tu juga harus tetep bagunin gue. Kalo lo ada apa-apa gimana? Kalo lo mau minum terus nggak ada yang ambilin gimana? " tanya kevin yang beruntun.


"bukannya lo tu terkenal dingin ya?  Kok lo sekarang crewet sih?!" jawab jessa dengan nada yang naik satu oktaf.


"bodoamat suka-suka gue lah kan ni mulut gue wlekk. " ejek kevin.


"ihhh kok lo nyebelin sihh!! " kesal jessa sambil menjambak rambut jessa.


"aduh aduh ampunn sakit jesss"


"woy lo berdua bisa diem nggak sih!! " kesal varo sambil berusaha membuka mata nya karna matanya masih terasa sangat berat.


"lo diem nggak usah ikut campur!!" sentak kevin dan jessa bersamaan. Hal itu membuat varo kaget dan langsung membelalakkan matanya yang kerasa berat itu.


"anjingg.kaget hati dedek bang."ucao dramatis varo.


"ini apaan sih pagi-pagi udah berantem. " ucap kesal jastin .


"bangg kevin nyebelin."rengek jessa.


"aduh lepas jess sumpah ini sakit banget. "


"nggak mauu!"


"princess lepasin ya kasihan tu muka kevin udah kayak orang ngempet boker buahahaha" ucap jastin sambil tertawa terbahak-bahak. Jessa pun melepas tangannya dari rambut kevin.


"lama-lama gue bisa botak kalo gini terus."lirih kevin namun masih bisa di dengar oleh jessa.


"apa lo bilang?."


"eh nggak princess peacee."


"udah-udah pagi buta kayak gini udah berantem."seru varo.


"bacot." umpat jessa.


"sungguh teganya dirimu dek kepada abang yang ganteng ini." dramatis varo.


"jijik gue var.eh iya alga mana?"tanya jessa tiba-tiba.


"noh dia masih ngebo tuh." jawab varo sambil menunjuk alga dengan dagunya.


"ck.bangunin elahh."decak jessa.


"males ah bangunun alga tu kayak lagi ngajarin batu ngomong."


"dasar temen laknat lo var."


"bangg gue mau pulang ya."pinta jessa.


"nggak."jawab jastin dan kevin serempak.


"lo tu baru sadar jek lo harus intirahat di sini dulu."ucap kevin.


"tapi gue mau pulang!!"rengek jessa.


"gak boleh princes."ujar varo.


"kalo kalian nggk ngijijin gue pulang nanti gue mau kabur aja langsung ikut oma dan nggak mau balik ke indonesia lagi." ancam jessa dengan memalingkan wajahnya kesamping.


"iya-iya ntar gue coba bilang ama banng ronald." ngalah jastin.


Setelah mengatakan itu jastin keluar untuk menemui dokter ronald.sementara di ruangan kini hanya ada kevin jessa varo dan alga yang masih tertidur pulas.jessa yang merasa gabut pun memanggil-manggil nama alga dengan cara teriak. Hal itu membuat telinga kevin sakit lantaran dia duduk di sebelah nya.


"ALGAA!!!BANGUN WOYY LO UDAH DI TINGGAL TEMAN-TEMAN LO PULANG.!!" teriak jessa yang sangat kencang


"CEPETAN BAGUN GAA KALO NGGAK LO BAKAL DI TINGGAL SENDIRIANN." lanjutnya.


"njirr telinga gue sakit bat dah."gumam kevin yang di hadiahi tawa oleh varo.sedangkan alga yang terkejut langsung berlari keluar.


"hah! woyyy tungguin gue dasar bajingan temen laknat kok gue di tinggalin sih." teriak alga yang matanya masih terbuka setengah sambil berlari menuju pintu. Namun naasnya saat ia tergesa-gesa membuka pintu ia malah menabrak dada bidang jastin dan ia langsung terjatuh dengan pantat yang memciun lantai dulu.


"buahahahaha"tawa mereka semua.


"njing pantat gue makin teposs."keluh alga sambil mengusap-ngusap pantatnya lalu menoleh kerah temannya dengan tatapan sengit.


"bangsat lo semua.nih gara-gara ulah lo pada pantat seksi gue jadi korban.kalo gini Pantat gue makin tepos!! " ketus alga sambil berdiri dan menuju sofa.


"huahahaha ampun gaa gue nggak ikut-ikutan tapi noh si jessa yang teriakin lo tadi. " tawa varo sambil memegangi perutnya yang terasa sakit dikarenakan kebanyakan ketawa.


"ampun alganteng.tpi itu juga salahnya mereka yang lebih fokus ama handphon nya dari pada ama gue. " jelas jessa sambil menggembungkan pipinya.


"gue tu lagi cari cara gombalin cewek jes. biar cewek-cewek IHS pada kecantol ama gue. " jawab varo.


Jessa yang mendengar terkekeh. "illih ngapain susah-susah cari di internet. orang di sisi lo ada pakar penggombal sejati. "


"bener tuh nanti lo gue ajarin rumus-rumus gombal yang bener. "sombong alga dengan menyugarkan rambutnya.


"nyesel gue muji lo ga. " ujar jessa sambil memutar bola matanya setengah.


"bang gimana? Gue boleh pulang kan? " lanjut jessa.


"boleh. "


"huaaa senengnya guee. "


"lebay loo. "ketus kevin sambil melempar bantal yang ada di sofa.


"yee sirik aje lu."


...***...


Kini jessa dan jastin berasa di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi mereka hanya diam dan tidak ada niatan untuk membuka pintu gerbang itu.sampai akhirnya ada orang paruh baya yang datang dengan berlari menuju pintu gerbang guna untuk membukakan pintu gerbang untuk tuan dan nona mudanya.


"maaf atuh tuan dan nona muda.tadi akang ma baru selesai nyiram tanaman di belakang jadi akang te nggak tau kalo tuan dan nona muda udah pulang." jelas pak maman satpam di mansion twins.


"gapapa pak." jawab jessa yang langsung masuk kedalam mansion yang di ikuti jastin di belakangnya.


"sayangg." teriak mommy sambil berlari memeluk kedua anaknya.


"kalian kemana aja?mommy sama daddy bingung cariin kalian"ucap nya dengan nada lembut yang sangat amat dirindukan oleh jessa.


"rumah sakit."jawab singkat jastin.


"siapa yang sakit nak."tanya daddy yang barusaja pulang dari kantor.


"jessa.gara-gara anda yang mau menjodohkannya adik saya hampir saja loncat dari atas rooftop sekolah."jawab jastin dengan nada dingin lalu menatik tangan mungil jessa meenuju kamarnya.


Nando dan dina terkejut atas apa yang di ucapkan oleh jastin mereka merasa gagal menjadi orang tua tetapi mereka juga tidak bisa berbut apa-apa lagi. Mereka merasa menyesal telah meninggal kan jastin dan jessa selama bertahun-tahun.


Kini nando menarik lembut tangan mungil dina menuju kamarnya dan langsung duduk di pinggir kadung king size nya.


"mah. Gimana kalo kamu tinggal di rumah saja sama anak-anak biar mereka tidak semakin jauh dari kita. " ucap nando. Dan dina langsung menggelengkan kepalanya.


"tapi gimana dengan anak-anak? "tanya nando.


"gimana kalo kita setiap pindah kita juga ajak mereka? Semoga aja mereka mau." saran dina yang di setujui langsung oleh nando.


"boleh juga semoga aja mereka mau. " jawab nando dengan memeluk lembut istrinya.


...***...


Kini sinar matahari dengan malu-malu menerobos memasuki celah-celah gorden kamar gadis cantik.gadis cantik itu pun menggeliat saat sinar matahari mengenai separuh wajah cantik nya.dengan perlahan pula ia membuka mata indahnya itu.


"emm selamat pagi dunia.semoga tidak akan ada drama lagi setelah ini." gumam jessa dengan menggeliatkan tubuhnya.


Ia pun bangkit dan langsung menuju kamar mandi guna melakukan ritual paginya. hanya membutuhkan waktu 25 menit ia sudah selesai mandi ia juga mengoleskan sedikit bedak baby johnson dan juga memakai sedikit lip blam agar bibirnya tidak kering.


Setelah ia merasa cukup ia memutuskan untuk keluar dari kamarnya bertepatan dengan jastin yang keluar dari kamar nya juga . Mereka pun bertatapan sebentar lalu mereka tertawa terbahak-bahak.


"buahahaha. "tawa mereka.


"bang kok kita bisa samaan ya."tanya jessa yang sambil terus tertawa.


"buahaha gue juga nggak tau."jawab jastin yang juga sama tertawanya.


Yap! Kini mereka tidak sengaja memakai hoodie couple mereka yang  di bagian dada jastin ada tulisan king  sedang kan bagian dada jessa ada tulisan queen nya.


...



...


Mereka pun juga tidak sengaja memakai topi couple yang mereka beli waktu jalan-jalan di amrik. Tidak jauh beda dari hoodi nya,setiap masing-masing topi memiliki tukisan kind dan queen nya.


...



...


Dan satu lagi kini mereka pula juga memakai kacamata couple pemberian opanya saat mereka ulang tahun yang ke 15 tahun.


...



...


"apa jangan-jangan kita... Jodoh buahaha." ucap jessa dengan menekan kata jodoh lalu ia tertawa terbahak-bahak.


Pletak


" gundulmu gue  ini abang lo bambank mana bisa jadi jodoh. " jawab jastin dengan menjitak jidat jessa.


"ihh kok lo jitak gue sih kan gue cuman becanda. " ketus jessa sampil mengusap bekas jitakan jastin.


"ututu tayangg cini-cini mana yang sakit ntar abang ketekin. " ujar alai jastin.


"ihhhh abangg nggak mau gelayyyyy. " teriak jessa sambil berlari meninggalkan jatin yang sedang Tertawa terpingkal-pingkal.


Sesampainya di meja makan suasana mendadak menjadi hening dan canggung.


"pagi sayang. "ucap dina dan nando bebarengan.


"pagi. "jawab singkat jessa dan jastin.


"nak, nih mama udah siapin roti nya ini spesial buat jessa mama kasih selai kacang merah. Dan yang ini spesial buat jastin rotinya mama kasih selai delima."ucap riang mommy dina dengan menaruh roti di piring anak-anaknya.


"segitunya ada tidak tau apa yang kami suka dan tidak."batin twins.


"maaf saya alergi kacang merah."ucap singkat jessa lalu mengambil selai raspberry.


"saya juga tidak suka selai delima. "lanjut jastin dengan mengambil selai tiramisu.


Dina yang melihat itu merasa kecewa dengan dirinya sendiri ia merasa tidak becus menjadi seorang ibu karna dia tidak mengetahui apa yang di sukai dan yang tidak di sukai oleh anak-anak nya. Nando yang melihat itu langung Mencoba mencairkan suasananya.


"ekhmm jessa jastin gimana kalo kalian sekarang ikut daddy dan mommy saat kami pindah posisi kerja? Biar kita bisa selalu bersama terus?" tanya nando jessa yang mendengar langsung kesedak roto lapisnya.


"ukhuk ukhuk " batuk jessa yang langsung di sodori jastin dan mommy minuman tapi jessa memilih mengambil minuman yang di sodorkan oleh abangnya. Dina hanya melihatnya miris lalu menurun kan tangannya.


"maaf tuan fermilion jika anda mau kerja kemanapun silahkan dan satu hal yang harus anda ketahui saya tidak akan pernah ikut anda kemanapun anda pergi."ucap dingin jessa dengan ekspresi datar.


"saya kira anda nyonya fermilion sekarang akan tinggal bersama kami tapi nyatanya? Cih tetap saja. Dengan datangnya kalian kemari itu malah membuat luka baru di hati kita." lanjut jessa yang langsung berdiri dan pergi dari ruang makan tersebut. Jastin pun sama dia langsung berdiri tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Kini Jastin dan jessa sampai di Parkiran sekolahan mereka membuka helm full face nya bersamaan.kemudian jastin dan jessa turun dari motornya ia langsung memakai topi dan kacamatanya hal itu membuat murid-murid IHS memekik bersamaan.


"anjir ntu orang cakep bat."


"ntu biang onar cantik bat dah."


"makk gue insecuree. "


"illih cantikan gue kemana-kama lah."


"pede bat lo.lo tuh cuman rempahan rengginang kalik. "


"abang jastinn sini ama dedek yang cantik ini. "


Jastin dan jessa terus berjalan dengan menulikan telinganya.sesampainya di kelas jessa langsung duduk di bangkunya dan langsung menelengkup kan kepalanya di lipatan tangannya .


"woy jes lo pagi-pagi udah nglentruk aja lo"


Ucap gea yang baru datang.


"hm"


"idih ni anak pms kali ya gunam gea. " gunam gea.


"jes kantin kuy lah." lanjutnya.


"males."


"ayolah jess lo nggak kasihan ama gue yang belom makan 1 hari satu malam ini apa. "


"nggak. "


"ihh ayo lah jes. "rengek gea sambil menggoyang-goyangkan tangan jessa. Sementara tiga curut lainnya yang baru datang langsung membuat suasana kelas ips 1 heboh.


"HELLO EPRIBADEHH ALGA YANG GANTENG INI DATANG UWUYYY."Teriak alga.


"DAN SAYA VARO YANG KECE MENBUAHANAAA DATANGG NAMA SAMBUTANYA."


"DIAM."bentak jessa.


"woho atiku mak deg mak."ucap alay alga.


"jantung gue rasanya mau loncat dari tempatnya bung."sahut varo.kevin pun hanya menggelengkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya untuk duduk di bangku sebelah jastin.


"lo kenapa sig pagi-pagi udah ketus amat." tanya kevin.


"bukan urusan lo."ketus jessa lalu melangkakan kakinya menuju keluar kelasnya.


Jessa melangkahkan kakinya menuju taman belakang sekolah.jarang ada murid yang ketaman ini bahkan hampir tidak ada satupun murid yang datang ke tempat ini.jessa melangkahkan kakinya menuju pohon yang sangat rindang lalu dia duduk di bawah pohon itu sambil memejamkan matanya.


Tanpa ia sadari matanya meneteskan satu air mata namun lama kelamaan matanya meneteskan air mata yang sangat deras bagaikan air terjun yang langsung terjun dari pegunungan.cukup lama jessa menangis dengan mata yang tertutup hingga ia membuka matanya saat ia merasa sentuhan halus yang mengusap air mata yang mengalir di pipinya.


Pertama yang di lihat jessa saat membuka matanya bertemu dengan mata sesosok pria yang sangat tampan.beberapa menit mereka saling pandang hingga jessa memutuskan untuk melihat kearah lain.


Setelah itu suasana menjadi hening.


"ratu gue nggk boleh nangis."ucap lembut kevin sambil menghapus air mata yang terus keluar dari mata jessa. Jessa yang mendengar itu pun langsung menatap manik mata kevin.


"hiks gue kira mommy sama daddy gue akan tinggal di sini hiks tapi nyatanya? Hehe gue juga ingin kayak yang lain vin hiks tinggal sama nyokap bokapnya.setiap pagi mendapatkan pelukan dan ciuman hangat dari orang tuanya hiks...hiks.. Lah gue?."


"ratu gue nggak boleh lemah. Lo masih beruntung jes lo masih bisa melihat wajah orang tua lo.di luar sana masih ada kehidupan orang yang lebih buruk dari lo. Masih ada orang yang sama sekali tidak pernah melihat wajah orang tuanya." ucap lembut kevin yang langsung membuat hati jessa tenang.


"gue capek vin."lirih jessa. Kevin pub langsung membawa jessa dalam bekapannya dan mencium pucuk kepala jessa.


"stttt pulang sekolah ikut gue sebentar gue mo ngajak lo ke suatu tempat lo pasti suka"


Jessa hanya memberi tanggapan dengan menganggukkan kepalanya.hingga jessa teringat ucapan anggel saat ia masih berada di rumah sakit.


"vin bulan purnama akan tiba kapan? "


"tiga hari lagi emang napa? "


"emm gapapa nggak jadi deng. " jawab jessa sambil terkekeh.


"dasar aneh.kekelas kuy." ajak kevin sambil menarik tangan  jessa.


Tbc!!


Jangan lupa vote and comment ya 💜


...Salam manis dari author 💜...