Broken Twins

Broken Twins
part 20



jessa dan jastin berjalan di koridor sekolah dengan raut muka yang amat datar,banyak yang terang-terangan memuji kesempurmaan yang mereka miliki dan  banyak juga yang iri dengan segala apa yang si kembar miliki.akan tetapi si kembar tidak memperdulikan itu semua. karna baginya buat apa memiliki semua harta tapi tidak jauh dari kasih sayang.


"pagi twins."teriak varo yang sudah duduk manis di tempat duduknya.


"hm."jawab twins bersamaan.


"buset kalian habis makan es batu yah?kok dingin amat."ujar varo bergidik ngeri.


"bacot."jawab kesal jastin.


"kevin mana?"tanya jessa penasaran karna tas kevin sudah ada di kelas tapi tidak dengan orang nya.


"uks."jawab louwis.


"hah! kevin sakit? "tanya jessa khawatir.


"bukan, tadi gea pingsan dan kevin buru-buru bawa dia ke uks."jawab alga pelan.


"oh."


sakit? itu yang ia rasakan saat ini saat mendengar bahwa pasangannya dekat dengan orang lain.


.


.


.


drrtt drrtt suara handphone jessa berbunyi dengan cekatan ia mengangkat nya.


"gue udah dapet informasi tentang orang yang lo bicarain semalem."


"bagus. "jawab jessa dengan tersenyum miring dengan meminum minuman yang telah ia pesan. karma kini jessa dkk tengah ada di kantin.


"ih jessa kerasukann!! "teriak varo heboh yang langsung di jitak alga.


"bacot lo nyakitin telinga gue."kesal alga.


"siapa yang telfon hm?"tanya kevin.


"temen."jawab jessa dengan tersenyum manis.


"jes cobain deh."ucap kevin dengan menyuapi jessa bakso. dengan senang hati jessa menerimanya.


"cuit cuitt kingkong nya banyak."pekik alga saat melihat kevin menyuapi jessa.


"yang ada nyamuk bukan kingkong tapi khusus buat lo, lo tu mirip babi." tungkas varo yang membuat semua orang tertawa.


"biarin babi kan unyuk-unyuk, warnanya pink pula kan jadi gemesss."jawab alga dengan menyengir lebar.


"ya, nanti gue akan kasih lo hadiah babi hutan."tutur jessa yang sontan membuat alga tersedak bakso yang ia makan.


"uhuk uhuk "batuk alga saat tersedak bakso yang ia makan.


louwis yang ada di sebelah alga langsung menepuk-nepuk pundak alga keras hingga bakso yang tersangkut di tenggorokan alga terjatuh menggelinding di lantai kantin. alhasil seluruh penghuni kantin tertawa terpingkal-pingkal karna melihat kejadian itu.


"air woy."ucap alga yang tak menghiraukan orang-orang yang menertawakan nya.


jastin menyodorkan minumannya yang langsung di sahut alga. baru saja meminum mata alga melotot karna merasakan minumannya sangat asin, dan dengan tidak sengaja alga menyemburkan minumannya ke muka louwis.


"anjing lo. "sengak louwis dengan membogem pundak alga.


louwis dengan segera mengguyur wajahnya dengan air mineral yang masih segelan lalu mengusap wajahnya dengan tisu yang di sediakan oleh pihak kantin.


"lagian jastin kasih minuman asin banget sih. ya jadi kalo gue nyembur muka lo jangan nyalahin gue dong tapi nyalahin noh si jastin."cecar alga santai.


"untung kawan kalo bukan udah gue habisin lo."kesal louwis.


"iya alga tu makanan enak banget malahan."jawab asal jessa.


"masak sih? gue mau nyobain."ucap varo dengan menggigit keras tangan alga.


pletak.


jitak alga yang kesakitan."sakit bodoh!!gue bukan makanan!!lo di bohongin jessa."teriak alga sembari mengusap-ngusap bekas gigitan varo.


"oh gitu?"jawab varo polos yang malah membuat semua orang tertawa.


Tanpa mereka sadari gea mengepalkan tanganya erat. Nafasnya naik turun melihat pemandangan saat kevin menyuapi jessa dengan penuh kasih sayang.gea menatap jessa tajam dan saat itu bertepatan netranya bertemu dengan netra jessa, sedangkan  jessa yang sadar akan hal itu ia juga menatap tajam gea.


"guys gue mau ke toilet bentar."pamit jessa yang langsung berdiri meninggalkan kantin.


Gea yang melihat jessa pergi ia buru-buru ikut pamit."gue juga mau ketoilet bentar."


Sesampainya di toilet jessa langsung membasuh wajanya dengan air agar lebih segar. Akan tetapi saat ia mendongakkan wajahnya ia melihat pantulan gea yang berdiri di belakang nya dengan seringai.


"apa? "tanya jessa dengan memutar tubuhnya menghadap gea.


"lo udah rebut kebahagiaan gue jes."jawab gea dengan raut datar.


"gue? Kapan gue rebut kebahagiaan lo?"tanya jessa santai.


"semenjak lo balik ke indonesia lo udah rebut alga dan varo dan yang lebih parahnya lagi lo udah rebut kevin dari gue."bentak gea seraya menunjuk wajah jessa.


Jessa yang menahan emosi langsung menghempas kasar tangan gea." punya hak apa lo berani bentak gue?"ujar jessa dengan nada rendah tak lupa aura yang sangat menakutkan. Gea yang merasakan aura itu mempertahankan diri agar tidak menggigil.


"gue nggak pernah rebut varo alga bahkan kevin,  bukannya lo ya? Yang berusaha rebut kevin dari gue?? Pura-pura pingsan agar bisa berduaan dengan kevin."cecar jessa dengan seringai.


"kalo iya kenapa? Gue Gea aurora patisson akan rebut kevin dari lo Jessalyn Queendara fermilion." tantang gea.


"gue nggak nyangka ge. Lo adalah teman perempuan gue satu-satunya tapi lo malah buat kepercayaan gue hancur.lo tu nggak pantas di sebut manusia tapi lo lebih pantas di sebut sampah." ujar jessa yang membuat gea seketika terdiam dengan tangan yang mengepal.


Disisi lain jastin dkk yang masih ada di kantin kebingungan karna jessa dan gea tak kunjung kembali padalah sudah hampir 30 menit mereka berdua pamit. akhirnya mereka memutuskan untuk menyusul jessa dan gea karna mereka khawatir kalau ada apa-apa dengan jessa dan gea.


"ya! Karna musuh lo adalah orang yang paling dekat dengan lo."jawab sinis gea, saat gea mendengar langkah kaki ia dengan buru-buru menjambak rambutnya sendiri dan menampar keras wajahnha hingga darah mengalir dari sudut bibirnya tak lupa ia membasahi tubuhnya dengan air.


"lo apa-apaan sih ge!!"bentak jessa karna gea menarik tangan jessa dan mengarahkan tangan jessa kerambutnya.


"jessa!!"bentak kevin.


Jessa menoleh dan mendapati kevin dan yang lain berdiri di depan pintu toilet.


"ke-kevin to-tolongin gue."ujar gea lirih.


Kevin mendekat."lepas jes!!"bentak kevin dengan menghempas tangan jessa kasar.


"lo kekanak-kanakan banget sih jes? Lo tau kan kalo gea tadi pagi pingsan!!kenapa sekarang lo malah jambak dia dan mukul wajahnya." lanjut kevin yang membentak jessa.ia pun membopong tubuh gea dan keluar dari kamar mandi.


Akan tetapi langkah nya terhenti saat jessa berucap." lo belain dia vin??  Dia yang lakuin itu sendiri."ucap jessa lirih.


"hanya orang bodoh yang melukai dirinya sendiri."jawab kevin dingin lalu berlalu meninggalkan toilet dan bergegas menuju uks.


"parah lo jes."ucap alga yang ikut berlalu meninggalkan jessa sendirian.


Jessa menjatuhkan diri saat semua orang sudah meninggalkannya sendirian ia menangis sesenggukan di lantai yang terasa dingin.


"lo nggak percaya sama gue vin? Bu-bukan gue yang lakuin itu."gumam jessa menundukkan kepalanya dengan airmata yang mengalir deras.  ia menengepal kan tangannya erat lalu berdiri meninggalkan toilet.


Jessa berjalan menuju parkiran ia memasuki mobil dan langsung menancapkan gas menuju gerbang sekolah.ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata hingga membuat pengguna jalan yang lain mengumpat serapahi jessa akan tetapi sang empu hanya acuh akan hal itu.


Hanya butuh waktu 5 menit ia sudah sampai di mansionnya,ia pun berlari menuju kamarnya dan bergegas mengganti sragamnya dengan pakaian santai sebelum meninggal kamar ia juga mengambil beberapa baju dan memasukkannya kedalam tas kecil.


Jessa kembali mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata tak memperdulikan sumpah serapah yang di lontarkan pengguna jalan yang lainnya dan tujuannya kini hanya satu yaitu pergi kerumah devian.