Broken Twins

Broken Twins
part 15



Kini jessa sudah di larikan ke rumah sakit international hospital jas'ly milik jastin dan jessa. Saat itu bertepatan juga dengan kevin yang membopong gea. Jastin yang menyadari itu terkejut saar melihat tubuh jessa berlumuran darah, sama hal nya dengan kevin ia juga terkejut saat melihat tubuh kekasihnya terbaring leman dalam gendongan alga.


Jessa dan gea di tidurkan di brankar yang di berikan oleh suster yang sedang bertugas, Jessa dan gea pun langsung di bawa masuk kedalam ruang operasi.


"apa yang terjadi sama adek gue."tanya jastin khawatir. Alga pun menceritakan semua kronologis nya.


Setengah jam telah berlalu tetapi dokter yang menangani jessa dan gea belum juga keluar.


"ckk lama banget sih."teriak jastin dengan memukul dinding di sebelahnya.


"jas lo jangan kayak gini. Jika jessa lihat lo kayak gini dia pasti sedih."ujar varo. Sedangkan kevin hanya duduk bagaikan patung.


Dokter pun yang menangani jessa dan gea akhirnya keluar.


"gimana keadaan jessa dan gea."tanya kevin.


"keadaan nona gea sudah melewati masa kritis. Tapi-" jelas dokter yang di gantung.


"tapi apa bangsat. Gimana keadaan adek gue." bentak jastin.


"kita sudah berusaha semaksimal mungkin tapi no-nona jessalyn tidak tertolong. Karna pisau yang digunakan untuk menusuk nona jessalyn sudan di laburi oleh racun"


"ahahaha lo pasti bohong kan?,"teriak jastin yang sudah seperti orang gila. Sedangkan dokter itu hanya menggelengkan kepalanya.


Bertepatan saat itu brankar jessa di bawa keluar oleh beberapa suster. Tubuh jessa sudah terbaring lebah dengan kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya.


"jessa."lirih kevin dengan membuka kain yang menutupi wajah jessa. Bisa dilihat tubuh jessa sudah pucat seperti tidak ada darah yang mengalir dalam tubuh nya.


"jessa bangun. LO NGGAK BISA NINGGALIN GUE!!!."teriak kevin dengan airmata yang mengalir deras.


"dek bangunnn. Gue nggak sanggup kalo nggak ada lo dek. Lo bagian yang paling berarti dalam hidup gue."ujar jastin dengan mengguncangkan tubuh jessa.


Semua orang menangis saat melihat tubuh jessa yang sudah tak bernyawa itu.


"princess lo nggak bisa ninggalin kita semua. Kalo lo ninggalin kita semua kita bakal hancur, lo sudah bagaikan jantung kita. Jadi tanpa lo kita nggak bakalan sanggup untuk lanjutin hidup. " ucap varo dengan air mata yang mengalir.


"dek bangun dekkk!!!!, " teriak jastin dengan memeluk erat tubuh kembarannya. Ia pun menangis sesenggukan.


"jessa gue mohon jessaaa bangunn!!! Lo adalah orang yang berarti dalam hidup gue jess gue mohonn jesaa!!!," ujar kevin dengan tangisan yang deras. Ia pun menciumi kening jessa dengan penuh kasih sayang.


"princess misi kita belom selesaii lo tega ninggalin kita semua?,"gumam alga dengan menahan air matanya.


Louwis pun berjalan mendekati jessa dan menggenggam erat tangan jessa.


"bangun miss lily. Lo nggak bisa ninggalin dunia ini dengan mudah. Tugas lo belom selesai. Bangun lah."gumam louwis dengan menghapus air matanya yang mengalir.Entah mukjizat apa tiba-tiba jari jessa bergerak.


"ja-jari lily tadi bergerak." ucap satria dengan nada gemetar. Jaatin dan kevin pun langsung mendongak dan ternyata apa yang di ucap kan satria benar. Dengan perlahan jessa membuka matanya tapi sedetik kemudian ia kembali memejamkan katanya.


"dek..dek.. Buka mata lo dekk."teriak jastin. Dokter yang di samping kevin pun langsung bergegas memeriksa detak jantung jessa.


"sus bawa nona jessa ke ruang vvip." perintah sang dokter yang di angguki suster itu.


"jessa akan baik-baik saja kan dok?, " tanya kevin.


"berdoa saja."


...***...


Kini jessa dan gea di tempat kan di ruangan vvip yang sama. Gea sudah sadar beberapa jam yang lalu tetapi jessa belum sadar karna efek dari racun itu yang blum semuanya keluar.


"jessa sekarang sudah baik-baik saja kan?," tanya lirih gea yang di jawab anggukan oleh kevin.


"gue mau ngomong makasih sama lo. Karna tadi lo sudah menyelamatkan nyawa gue."


"gapapa vin. Kita udah berteman sejak kecil jadi lo jangan ngucap makasih ke gue." jawab gea dengan senyuman yang kebar.


"apa yang di maksut xavier adalah ini."batin alga dengan memandang gea dan kevin.


"woyy gue lapar." teriak dino.


"kalo lapar ya makan lah bege."sungut keano.


"ma-"ucapan dino terpotong kala mendengar teriakan zaki yang sangat cempreng.


"zaki yang tampan datang uyyy dengan membawa makanan yang berlimpah dan juga selamat sentosa amin ya robbal alamin."teriak zaki yang mulutnya langsung ditutup rangga.


"diem babi."umpat rangga.


"uchh babang rangga manggil gue baby OMG huaaaa ini kejadian yang sangat lang-"satria yang kesal langsung menyumpali mulut zaki dengan kaos kakinya.


"wong bangsat!! Jorok banget sih lo. Kaos kaki bau banget njirr udah berapa hari lo nggak cuci tuh kaos kaki?, "kesal zaki.


"satu bulan."jawab satria yang membuat zaki melongo.


"oh tuhannn gue sudah keracunan kaos kakinya bangsatt.TOLONG GUEE!!! Varo tongong gue."heboh zaki dengan berlari menuju varo.ia juga menggoncang-goncangkan tangan varo.


"lebay."jesal varo dengan mengambil plastik makanan yang di tenteng zaki. Sedangkan semua orang yang ada di ruangan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah zaki.


Seperti itulah persahabatan mereka, suka duka mereka lalui bersama.


"uhuk uhuk..lo nggak ikhlas kasih makannya ya ki?? Makanya gue keselek kayak gini."teriak dino dengan terbatuk-batuk, rangga yang ada di setelahnya langsung memberikan minuman kaleng kepada dino.


"bacot lo. Udah untung gue beliin tapi masih juga gue di nistain. Sunggih terla....lu. "ucap zaki dengan mengusap dadanya sabar.


"vin tolong ambilin minum dong."pinta gea. Kevin pun langsung mengambilkan Aqua gelas.


"gue maunya yang dingin vin!,"rajuk gea.


"lo masih sakit ge."


"huh yaudah deh."kesal gea dengan memonyongkan bibirnya.


"nggak usah ngambek ntar kalo lo udah sembuh gue beliin es krim."bujuk kevin dengan mengusap lembut kepala gea.


"janji?,"pinta gea dengan mengangkat jari kelingking nya.


"janji." jawab kevin sembari menautkan jari kelingking nya dengan gea.


Semua orang yang ada di ruangan melihat interaksi antara kevin dan gea tercengang, Karna mereka sangatlah mengetahui sifat kevin yang tidak pernah suka dengan gea.


"ga itu beneran kevin kan?, " bisik varo kepada alga.


"gue rasa bukan deh, Mungkin itu jin yang masuk kedalam tubuh kevin."jawab alga dengan berbisik.


"kalo gitu kita harus ruqyah kevin supaya jin nya bisa keluar."


"ide bagus tuh!! Tapi ntar kalo itu beneran kevin bisa bonyok muka kita di gebukin ama tuh anak."


Saat varo ingin membisiki alga lagi tiba-tiba ia tersentak kaget dengan suara melengking louwis.


"zaki jelek."kaget alga dan varo yang tidak sengaja sama.


"perasaan gue nggak ikut-ikutan deh. Tapi ujung-ujung nya gue juga yang kena sasaran."rajuk zaki dengan memonyongkan bibirnya.


"nggak usah di monyong-monyongin juga tuh bibir. Udah jelek jangan di jelek-jelekin lagi. " celetuk dimas yang membuat semua orang tertawa sedangkan zaki bertambah kesal.


"markas siapa yang jaga?," tanga jastin.


"anak-anak yang lain."jawab rangga yang di angguki jastin.


Beberapa jam telah berlalu tetapi jessa tak kunjung sadar juga. Keano dan satria sudah pulang satu jam yang lalu untuk mengurus balap liar yang ada di adakan malam ini.


Kevin senantiasa duduk di sebelah brankar jessa sedangkan jastin ia harus pulang di karnakan orang tuanya tiba-tiba pulang. Varo tidur di lantai bersama dino dan alga dengan posisi yang saling memeluk satu sama lain. Rangga yang duduk di sofa dengan bermain game onlinenya,sedangkan dimas dan zaki harus kembali kemarkas untuk berjaga-jaga kalau ada musuh yang tiba-tiba menyerang markas.


Dengan perlahan jessa membuka kan mata nya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali untuk menyeimbangkan dengan cahaya yang ada di ruangan. Jessa menoleh kekanan mendapati kevin yang tertidur di sebelahnya, ia juga melihat gea yang terbaring di brankar sebelahnya.


"v-vin."ucap lirih jessa yang membuat kevin bangun.


"lily.gue panggil kan dokter ya."ujar kevin yang di Jawab gelengan oleh jessa.


"ha-haus."dengan siap kevin mengambilkan minuman yang ada di atas nakas.


"ada yang sakit?,"tanya kevin yang di jawab gelengan oleh jessa.


"bang jastin mana."


"dia pulang, tadi katanga nyokab bokap lo pulang."jawab lembut kevin.


"mommy daddy."gumam jessa.


...***...


Di lain sisi kini jastin memasuki mansion mewah milik keluarga fermilion,ia melangkah malas memasuki kediaman fermilion. Bisa di lihat dua orang paruh baya duduk di sofa ruang keluarga.


"jastin."pekik dina mommy jastin dan jessa. Dina segera berlari memeluk jastin yang tidak di balas oleh jastin.


"mommy rindu nak.di-dimana adekmu?, "tanga dina dengan air mata yang mengalir.


"anda tidak perlu tau."


"tolong maafkan kesalahan kami nak, kami menyesal karna telah gila harta hingga menelantarkan kalian. "ujar nando daddy si kembar.


"kemana saja kalian? Kenapa baru sekarang kalian menyesali kesalahan yang sangat fatal ini?," tanya jastin dengan nada dingin.


"nak mommy mohon nak maafkan mommy." mohon dina dengan sesenggukan.


Jastin pun yang mendengar itu hanya menaikkan satu alisnya."jangan minta maaf kepada saya,minta maaf lah kepada adik kesayangan saya. Dan jika anda ingin menemuinya maka tetaplah dirumah untuk beberapa hari kedepan." ucap datar jastin dengan melangkahkan kaki keluar mansion.


Kevin berjalan memasuki mobilnya dan keluar dari lekarangan mansion.ia mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata-rata dan mengabaikan umpatan serah serapah pengendara lain,karna tujuan nya hanya ingin bertemu dengan kembarannya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk jastin sampai di rumah sakit. Ia segera memarkirkan mobil nya dan bergegas menuju ruangan. Saat membuka ruangan hal pertama yang ia lihat adalah jessa yang duduk manis bercanda dengan varo dan alga,akan tetapi tatapannya terpaku kala melihat kevin yang menguapi gea.


"bang jastin."pekik jessa kala ia menyadari abangnya berdiri di depan pintu. Jastin pun tersenyum dan berjalan mendekati jessa, ia langsung memeluk erat tubuh mungil adiknya ita.


"kok lama sih bang."ucap jessa yang merajuk.


"tadi ada problem sedikit di rumah." jawab jastin dengan mengusap lembut kepala jessa.


"mommy daddy?,"tanya jessa lirih. Jastin pun langsung menjelaskan yang terjadi di mansionnya tadi.


"princes nggak usah sedih lagi dong."ujar varo dengan memonyongkan bibirnya.


"panas varo."celetuk jessa asal.


"yee orang dingin begini lo bilang panas."sela alga. Sedangkan jastin yang peka langsung menoleh ke arah kevin dan gea yang kini sedang bercanda gurau.


"dek lo baik-baik saja kan?,"jessa pun langsung melihat abang nya dan mengikuti arah pandang jastin.


"baik. "jawab jessa dengam senyuman kecil.


"woy vin! Sebenarnya pacar lo tu yang mana sih?," tanya alga dengan berteriak kencang.


"pacar gue jessa lah." jawab kevin dengan berjalan mendekati jessa.


"mau makan apa hmm?, tanya kevin lembut.


"gue udah kenyang."jawab jessa dengan senyum manis.


"lo dari tadi belom makan jess lo harus makan biar maag lo nggak kambuh."


"gimana jessa mau makan orang dari tadi lo malah mentingin orang lain dari pada pacar lo sendiri."sindir dino.


"kalo kau balas budi gak gitu juga kali vin.kasian pacar lo."lanjut rangga.


"kalian kenapa sih? Lagin gue baik ke gea karna gue hutang nyawa sama dia."sulut kevin.


"lagi pula yang sakit di sini bukan cuman gea vin. Pacar lo juga sakit, dia baru saja lolos dari kematian."ujar alga.


"udah-udah,apa-apan sih kalian.kita ini kan sahabat,gue mohon  jangan bertengkar hanya karna gue."lerai jessa lirih.


"jes maafin gue ya,karna gue lo sampek telat makan."pinta gea,jessa pun menoleh menghadap gea.


"gapapa ge,lo tu sahabat gue.jadi dalam persahabatan itu tidak ada kata maaf, dan lo juga nggak ada salah kok sama gue."jawab jessa lirih tak lupa dengan senyuman yang sangat manis.


"makasih ya jes."ucap gea yang di angguki jessa.


"bang gue mau pulang."rengek jessa.


"nggak boleh lo baru sadar.tubuh lo masih lemah."selak kevin.


"gue bosen di sini kevin."


"besok aja ya?,"


"nggak mau pokoknya sekarang!!!"


"huft.kalo gitu lo makan dulu habis itu pulang."


Jessa pun menatap kevin dengan tatapan binar.


"janjii."


"janji."jawab kevin dengan mencium kening jessa.


Sakit.itu definisi yang di rasakan oleh gea,ia berjanji pada dirinya sendiri ia akan merebut kevin dari jessa.kalau pun ia tidak bisa mendapatkan kevin maka bagaimana pun caranya jessa juga tidak boleh mendapatkan hati kevin.


Egois? Ya!! Gea akan egois untuk mendapatkan hati kekasih pujaannya.