
Sakit. itu yang di rasakan jessa kala melihat pacarnya lebih memilih mengantar pulang perempuan lain.
Kini jessa berjalan terlatih-latih karna menahan rasa sakit di perutnya,rangga yang melihat itu langsung menggendong jessa ala bridal style.
"bang gue bisa jalan sendiri."ujar jessa.
"gue tau lo nahan sakit di perut lo dek."jessa yang mendengar itu bungkam dan ia mengeratkan pelukannya yang di leher rangga.
"Thank you brother, you are the second person who can understand me besides Sis Jastin."
"don't thank you, i think of you as my own brother."jawab rangga dengan tersenyum kecil.
...***...
Sesampainya di depan mansion jessa dan jastin berdiri dengan bergandengan tangan dengan menghadap ke arah pintu utama.sedangkan rangga dan yang lain ia langsung pergi ke markas karna tadi ada penyerangan kecil.
"bang gue kok deg-degan sih."lirih jessa dengan memandang lekat jastin.
"gue juga dek."
"gue kangen sama mommy daddy tapi gue, gue juga nggak bisa nglupain kenangan pahit dulu.
"gue juga, apa kita harus kasih kesempatan mereka?, "
"em,, baiklah. Lagian tidak ada salahnya juga kasih mereka kesempatan."jawab jessa dengan senyuman kecil.
Jessa dan jastin pun melangkah masuk.mereka berjalan dengan sangat pelan tak juga di iringi dengan hati yang berdebar. Jastin menengok kanan kiri tapi tak juga menemui orang tuanya, sedangkan jessa ia berdoa agar ia tidak lepas kendali saat berhadapan dengan orang tua nya.
"twins."panggil seorang wanita dari arah dapur. Jessa dan jastin pun langsung menoleh kerah sumber suara.
"mommy."gumam sikembar. Dina, mommy si kembar pun ia berlari dan memeluk anak-anaknya itu.
"mom sangat merindukan kalian nak, maafkan mommy,maaf!! Maaf!! Maaf!!,"rancau dina dengan tangisan yang deras.
"hustt,,calm down mom jangan menangis lagi, aku dan bang jastin akan memberi mom and dad kesempatan."ujar jessa.
"seriously."jawab dina yang di angguki jessa dan jastin.
"oh ya mommy tadi masakin rendang favorit kalian loh. "seru dina dengan mengusap air mata nya.
"benarkah itu?ayo kita makan,aku sangat merindukan masakan mommy."ucap jessa dengan antusias.
Jessa pun berjalan terlebih dahulu dengan menarik tangan dina dan juga jastin.
"oh ya, daddy kemana mom kok nggak ada?, " tanya jastin.
"daddy ke kantor boy. Dia harus menanda tangani beberapa berkas."
"emm,masakan mommy sangat lezat."ujar jessa dengan mulut penuh.
"lo jorok banget sih dek, telan dulu makanannya baru bicara."omel jastin.
"lagian masakan mommy enak banget sih."
"makan nya pelan-pelan princess.jangan buru-buru kayak ini masakan terakhir mommy aja. " ucap dina dengan terkekeh saat melihat sang putri memakan masakannha dengan lahap.
"jangan bilang gitu mom."ujar jessa dan jastin bersamaan saat mendengar kalimat dina tadi.
"iya-iya ntar mommy masakin rendang yang banyak buat anak-anak kesayangan mommy. "
"janji,nggk boleh bohong. "
"iya mommy janji." jawab dinda dengan senyuman manis.
Mereka bertiga melanjutkan makannya dan tak lama kemudian nando daddy si twins datang. Awalnya nando terkejut kala melihat anak-anak nya dan juga istrinya duduk bersama dengan bercanda ria.ia pun mencoba berpikir potisif dan melangkah mendekati anak beserta istrinya itu.
"daddy."teriak jessa kala melihat nando menghampiri meja makan.
"princesnya daddy."gumam lirih nando. Jessa pun yang mendengar itu tersenyum lalu berjalan mendekati nando dan memeluknya erat.
"jessa rindu dad."
"daddy juga rindu sama princesnya daddy."
"berarti dad nggak rindu sama jastin?,"tanya jastin dengan cemberut.
"tentu saja dad sangat merindukan kau prince." jawab nando lalu ia memeluk jastin dan juga jessa bersamaan dengan erat.
"dad ayo kita makan masakan mommy,ini sngat enak lho." ucap jessa.
"waw,benarkah?,"jawab nando dengan semangat.
Mereka pun memakan dengan canda tawa. Jessa kali ini sangat bersyukur karna bisa merasakan kehangatan keluarga.jastin pun juga sama, ia sangat senang kala ia dan adiknya bisa bercanda tawa dengan orang tuanya lagi.
"twins,besok daddy mau ke LA karna di sana ada beberapa dokumen penting yang hilang di curi." ujar nando saat sudah selesai makan.
"mommy juga ikut?," tanya jessa.
"tidak princes."jawab dina.
"emang daddy bisa tanpa mommy? Ntar kalo mommy di rumah dad di sana nggk ada yang masakin lho."gurau jastin yang membuat mereka semua tertawa.
"mom ikut dad ke LA aja.jessa tau kok kalo mom nggak bisa jauh dari daddy." ujar jessa dengan senyuman.
"tapi ntar kalian sendirian sayang."
"nggak kok mom, kan ada bang jastin."
"iya mom,kalo mom mau ikut daddy ke LA gapapa kita bisa jaga diri kok."lanjut jastin. Dina pun tersenyum saat mendengar ucapan jessa dan jastin.
"mom." panggil jessa.
"ya princes?,"
"aku mau kita tidur bareng udah lama kita tidak tidur bareng."pinta jessa dengan bergelayut manja di tangan dina.
"manja lo."ucap jastin dengan menjitak jidat jessa.
"sakit bang!! Dadd lihat bang jastin jahat sama jessa."
"prince nggak boleh gitu sama adeknya!!,"tegur nando.jastin pun hanya cengengesan saat mendengat teguran dari nando.
"uluh-uluhh nama yang sakit sini abang cium." seru jastin dengan merentangkan tangannya kearah jessa.
"nggak mau."
"kok gitu sih dek."kesal jastin.
"karna abang jelek wlekk."ejek jessa yang membuat jastin kesal. Sedangkan dina dan nando tersenyum lembut.
...***...
Si kembar kini berada di bandara guna mengantar kedua orang tuanya,jessa menangis dalam dekapan dina sedangkan jastin berdiri samping nando.
"jaga adikmu baik-baik boy. "ujar nando dengan memeluk jastin.
"pasti dad. "jawab jastin dengan matap.
"hati-hati mom dad jessa akan merindukan kalian. "ucap jessa dengan sesenggukan.
"kami akan segera kembali sayang."jawab nando.
"prince jaga dirimu dan adekmu baik-baik ya,mom sangat menyayangi kalian berdua." pinta dina.
"itu pasti mom. "jawab jastin. Lalu mereka ber empat berpelukan sebentar sebelum nando dan dina memasuki pesawat.
Dina menoleh kebelakang dan melambaikan tangan kearah anak-anak nya.jessa yang melihat itu tersenyum sedih.
"kok perasaan gue nggak enak ya. "batin jessa.
"dek mau pulang atau ke markas?, "
"markas bang. Udah lama nggak ke markas." Mereka berdua pun berjalan ber iringan dengan jastin yang merangkul pundak jessa.
Mereka berdua memasuki mobil dan langsung menancap gas menuju markas. Jessa duduk termenung di samping jastin, entah kenapa hatinya kini merasa gundah.
"dek lo gapapa kan?, "tanya jastin khawatir.
"gue gapapa bang cuman agak pusing?,"
"mau ke rumah sakit dulu?,"
"nggak usah bang,kan cuman pusing aja." ujar jessa dengan senyuman manis. Jastin pun tersenyum sekilas lalu mengalihkan pandangannya ke depan arah jalan.
Jastin memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi yang membuat mereka sampai di markas hanya beberapa menit saja. Jastin keluar lalu berlari memutari mobilnya guna membukakan pintu untuk kembarannya.
Jessa keluar dengan senyuman merekah. Ia sangat bersyukur karna ia mempunyai kakak sekaligus kembaran yang sangat menyayangi nya. Merekapun berjalan yang di sambut beberapa bodyguard yang berjaga di depan pintu utama.
Jessa pun berlari menghampiri kevin yang duduk membelakangi di sofa.naasnya saat sampai di sisi kevin jessa seperti memakan pil pahit karna kini ia melihat gea yang tidur di pangkuan kevin.
"lily.sini duduk sebelah gue."ucap kevin dengan senyuman.
"emm gue duduk sebelah alga saja."kevin pun hanya mangguk-mangguk dengan jawaban jessa.
"princesku datangg."teriak varo yang dari arah dapur.
"jangan lari-larian varo ntar jatoh."peringat jessa.
"maaf princes."jawab varo dengan kekehan kecil.
Jastin berjalan duduk di samping rangga dengan tatapan tajam yang di arahkan ke kevin dan juga gea. Ia sangat tidak terima kala melihat adiknya di sakiti orang lain bahkan pacar adiknya sendiri. Ia akan menjadi orang pertama yang akan menghajar laki-laki yang menyakiti hati adik kesayangannya.
"ga louwis mana sih gue kangen." tanya jessa yang langsung di hadiahi tatapan tajam dari kevin.
"gue nggak tau.orang itu udah kayak setan aja bentar-bentar nongol bentar-bentar hilang." lawak alga.
"huaahhhhh bosen gueeee."teriak zaki.
"gimana kalo kita main truth or dare."usul dimas yang di angguki semua orang kecuali rangga.
Rangga pun memutar bola matanya malas."ck. gue nggk ikut." ujarnya dengan mengalihkan pandangannya ke handphone yang ia genggam.
"ahh nggk asik lo rang." kesal keano yang dering di panggil ken.
"ayo lah bang ikutt kalo nggk ikut ntar jessa ngambek sama bang rangga."rengek jessa.
"huft.iya gue ikut."pasrah rangga.
"ini nih kalo udah jessa yang nyuruh pasti rangga langsung mau."canda satria dengan tertawa yang di ikuti semua orang kecuali kevin.
"woy ge lo tidur mulu di paha pacar orang. Kuy lah main dari pada tidur mulu." sulut dino.
Alhasil dengan berat hati gea bangun dari rebahannya dan mengikuti permainan yang di adakan dimas.
"oke gue mulai ya." aba-aba dimas dengan memutarkan botol di atas meja.
Ujung botol kini mengarah ke arah rangga yang membuat si empu jengah.
"yesss.mampus lo ngga."ejek zaki gang kelewat senang.
"oke karna gue yang mutar botolnya maka gue yang akan kasih lo pilihan. Sekarang lo harus pilih truth or dare?."tanya dimas dengan senyuman yang sangat menyebalkan dimata rangga.
Karna rangga sangat Malas di tanya-tanya maka ia lebih memilih dare."gue pilih dare."
"yahh gue harap lo tu pilih truth. Tapi gapapa ndeng dare lebih asik." dimas pun tertawa sebelum melanjutkan ucapannya.
"oke tantangan dari gue yaitu...lo haris cium pipi jastin."lanjut dimas yang membuat semua orang tertawa kecuali rangga dan juga jastin.
"yah yahh kok bengek sih."tawa alga yang sangat kencang.
"gue masih normal anjing."ketus rangga.
"lo mau gue bunuh."ancam jastin.
"no no no. Kalian harus melakukan tantangan yang di berikan oleh dimas."ujar jessa dengan cekikikan.
"dekk gue normal dek." melas jastin dan juga rangga bersamaan.jessa pun hanya menggelengkan kepalanya.
Dengan berat hati rangga mencium pipi jastin sontak membuat semua orang tertawa puas lain halnya jastin dan juga rangga yang sangat kesal serta malu yang menjadi satu.
"njir sumpah gue ngakak." ujar varo dengan tertawa kencang.
"abang-abang gue udah nggk normal lagi." lanjut jessa dengan tawa yang sangat puas kala melihat abang-abanya menderita.
"lanjut woy. Sekarang giliran lo ngga yang mutar botolnya."seru ken yang sangat antusias.
Rangga pun memutar botol,dalam hati ia berdoa ujung botol itu akan mengarah ke arah dimas. Dan ya!! Dewi fortuna tengah berpihak kepada rangga karna sekarang ujung botol itu mengarah ke arah dimas.
Dalam hati dimas mengumpat dan memaki dimas dengan sebutan hewan-hewan yang ada di kebun binatang karna ia tau rangga akan balas dendam karna tadi ia menyuruh rangga mencium jastin.
Rangga pun menyeringai."truth or dare."tanya nya to the point.
"karna gue laki-laki gue pilih dare."ucap dimas dengan percaya diri.
"oke.mulai besok lo jadi babu gue dalam satu minggu." ujar rangga entang yang membuat dimas melongo.
"ogahh."tolak dimas mentah-mentah.
"kalo lo berani nolak maka lo harus tarung sama gue." ancam jastin.dimas pun dengan terpaksa menganggukkan kepalanya karna ia tidak mau mukanya babak berlur di hajar jastin.
"lanjut woy. "ujar gea.
"tadi kan dimas udah puter botolnya sekarang giliran....jastin aja deh yang muter. "ucap alga.
Jastin pun mulai memutar botolnya yang kini ujung botol itu menunjuk kearah kevin.
"truth or dare.?"
"truth."jawab singkat kevin. Tanpa ada yang menyadari jastin menyeringai kecil.
"kalo ada pertanyaan lo di suruh milih antara jessa dan gea lo pilih yang mana?,"tanya jastin yang membuat jessa spontan menatap kearah kembaran nya itu.
"gue nggak bisa milih. Karna mereka berdua berarti dalam hati gue. "jawab kevin yang membuat jessa tersenyum paksa.
Jessa tersentak akan lamunannya karna handphone miliknya bergetar.
"eh bentar bang gue mau angkat telfon dulu." seru jessa dengan dengan menangkat panggilan masuk yang tidak ia ketahui siapa pemiliknya.
"hallo apakah benar ini dengan nona jessalyn putri dari tuan nando dan nonya dina?,"
"iya benar.anda siapa?," tanya jessa dengan perasaan yang sudah mulai tidak enak.
"saya dari anggota kepolisian ingin menyampaikan bahwa tuan nando dan juga nyonya dina mengalami kecelakaan pesawat yang ia tumpangi.kini tim sar baru melakukan pencarian korban kecelakaan pesawat tersebut."
Jessa yang mendengar itu langsung syok tubuhnya bergetar dengan mata yang memerah menahan air mata.
"you must be lying." jawab jessa lirih.
"maaf nona ini adalah kenyataannya mohon yang sabar."
"none of this is true, my mom and dad are fine." bentak jessa dengan membanting handphone nya.
Jastin yang khawatir langsung mendekati adik kesayangannya."dek lo kenapa?, "
"orang itu must be lying bang,dia bilang bahwa Mom and Dad a plane crash." adu jessa dengan menangis histeris.
Semua orang yang mendengar itu syok,jastin pun memeluk erat adik nya itu. Ia ingin menangis tapi ia juga sadar kalau ia menangis itu akan membuat adik nya semakin terpuruk.
"dekk dengerin gue. Mom and Dad must be fine, maybe it was just a joke."tenang jastin dengan menangkup wajah jessa.
"gue mau kebandara sekarang bang."pinta jessa dengan mengusap air matanya.
"dek jangan gegabah mungkin itu hanya orang iseng.mom and dad pasti baik-baik saja."
"nggak bang pokoknya gue mau ke bandara sekarang juga!!,"kekeh jessa dengan air mata yang mengalir deras.
.
.
.
...
...
...Kevin ❤...
...
...
...Varo ❤...
...
...
...alga❤❤...