Broken Twins

Broken Twins
part 13



Seorang gadis cantik tidur begitu nyenyak di kasung king size nya, sedangkan sang pria tampan sudah sangat kesal karna ia berusaha membangun kan gadis cantik itu tapi usahanya gagal.


"wong kebooo bangunn!!!!" teriak jastin.


"ckk dasar bocah kecil kalo tidurr susah bangunnya."gumam jastis kesal.


"jessaa bangunnnn!!! Lo udah ditunggu kevin noh di bawahh!!!."teriak jastin yang langsung membuat jessa terbangun dari tidurnya.


"hah beneran?,"jawab jessa yang setengah sadar.ia pun langsung bergegas lari meninggakkan jastin yang masih di kamarnya.


Saat sampai di ruang tamu mata jessa terbelalak karna benar adanya bahwa ada kevin dimansionya. jessa langsung duduk di samping kevin dengan ekspresi muka linglung. Jessa duduk kesamping menghadap kevin dengan menatapnya intens.


"ko beneran kevin?,atau gue sedang halu?,"tanya polos jessa yang langsung mendapan jitakan dari kevin.


Tuk.


"auu sakit bege."kesal jessa.


"buahahah salah lo sendiri tanya kayak gitu."


"yakan gue kira gue mimpi ketemu ama lo."


"kalo ini lo bukan mimpi. Sekarang sono lo mandi nanti ikut gue."


"iya bentar."jawab jessa dengan berlalu meninggalkan kevin menuju kamar mandinya.


Kini kevin mulai jenuh karna hampir satu jam jessa tidak menampakkan batang hidungnya. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi kekamar jessa,tetapi baru selangkah ia terpukau akan kecantikan dari pacarnya yang baru saja keluar dari kamarnya.


...



...


Jessa melangkah perlahan menuju kevin yang bengong melihat kearahnya.jessa juga menahan debaran jantung saat melihat kevin yang begitu tampan. Dan tanpa mereka sadari kini mereka memakai baju yang sama bewarna putih


...



...


"yaudah yuk langsung saja."ujar kevin yang di angguk i jessa.


Mereka berjalan keluar mansion dengan kevin yang merangkul pundak jessa.saat sampai di mobil kevin langsung membukakan pintu untuk jessa,Jessa pun yang di perlakukan seperti itu tersenyum lembut.setelah membukakan pintu untuk jessa kevin bergegas berjalan memutari mobol dan langsung memasukinya.


"sebenarnya kita mau kemana sih?,"tanya jessa.


"em gimana kalo ke pantai?,"


"boleh-boleh."jawab jessa dengan mata yang berbinar.


Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai di pantai.jessa sangat senang akan suasana pantai,Karna menurutnya udara di pantai sangat menenangkan pikirannya yang ia sedang suntuk. Saat mereka sudah keluar dari mobil jessa langsung berlari menyusuri tepi pantai dan tak lupa ia melepas sepatu yang ia kenakan.Kevin pun juga melepaskan spatunya dan berlari kecil dan langsung menggenggam tangan mungil jessa.


"jes main tebak-tebak an yuk." ajak kevin.


"boleh yang kalah harus traktir sepuasnya."


"emm,panda Panda apa yang bikin seneng?,"


"pandangan pertama?, "


"yahh, salah buahahaha. "


"ihh nyebelin lo. " rajuk jessa.


"ehehe maaf-maaf,mau tau jawabannya nggak?,"


"apa," jawab jessa ketus.


"pandangin kamu setip hari." jessa yang mendengar jawaban kevin wajahnya langsung bersemu merah dengan menahan senyum di bibir mungilnya.


"ciee yang blushing nih." goda kevin dengan mencolek hidung jessa lalu ia berlari di pinggir pantai.


"ihh kevin."teriak jessa yang ikut mengejar kevin dari belakang Dan terjadi lah kejar-kejaran antara jessa dan kevin.Jessa terus mengejar kevin hingga ia terjatuh karena terpeleset pasir yang ia pijak.


"aww ishh sakit sekali."gumam jessa dengan mengibas-ngibaskan tangannya agar bersih dari pasir.


Sedangkan kevin yang menyadari bahwa jessa sudah tidak mengejarnya ia berhenti dan berbalik kearah belakang, ia terkejut dan juga ia khawatir saat ia melihat jessa terjatuh. Kevin bergegas berlari menghampiri jessa yang masih terduduk di bibir pantai.


"jessa lo nggak papa. "tanya kevin memegang kedua pundak jessa dengan khawatir.


Saat kevin ingin mengangkat kepala jessa,jessa terlebih dahulu melaburi muka kevin dengan pasir yang ada di tangannya,Jessa lalu berdiri dan berlari menjauhi kevin.langkah kaki jessa yag kecil tidak sebanding dengan kaki kevin yang panjang. Kevin pun berhasil menanggap jessa dari belakang dan menggelitikinya.


"ahahaha kevin hentikan ahahahah."


"tidak! Gue nggak akan lepasih lo."jawab kevin dengan terus menggelitiki perut jessa.


"ahahahha ini sungguh gelii ahahahha." jawab jessa dengan tertawa terbahak-bahak hingga air matanya keluar.


"sayang tolong ahahah hen-tikan ahaahah. " sektika kevin berhenti menggelitiki karna tadi ia mendengar jessa memanggilnya 'sayang'.


"lo tadi manggil gue apa?."


"emang nya tadi gue manggil apa? "tanya balik jessa.


"itu lo sa...sa..." jawab kevin dengan menggantungkan kalimatnya.


"sa apa sih?, " ujar jessa dengan muka polos.


Kevin pun yang kesal langsung menggendong jessa ala kantung beras dan berjalan menuju pantai. Ombak kecil mulai menerpa kaki kevin tetapi ia tetap terus berjalan menuju lautan yang luas.


"vinn lo mau apaaa!!!."tanya jessa dengan mengalungkan erat tangannya di leher kevin dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang kevin. Kevin pun hanya terkekeh melihat ekspresi jessa yang menggemaskan.


"vinn turunin gueeee!!!!," teriak jessa keras.


"Iya bentar lagi gue turunin."jawab santai kevin, setelah menjawab jessa tiba-tiba kevin melempar jessa kedalam air pantai,akan tetapi peganggan tangan jessa yang ada di leher kevin terlalu kuat mengakibatkan kevin juga terjebur kedalam pantai.


"ihhh basah kann!!,"kesal jessa.


"gue juga basah kalik."


"ihh nyebelin lo."ujar jessa dengan mencipratkan air kewajah kevin. Kevin pun yang tidak terima akhirnya membalas perbuatan jessa dengan mencipratkan air ke wajah cantik jessa dan terjadilah perang air terhadap mereka berdua. Canda tawa mereka lontarkan bagaikan hanya mereka berdua yang ada di dunia ini.


"udah-udah pulang yuk."ajak jessa dengan berdiri. Kevin yang menyadari bahwa yang jessa kenakan tembus pandang ia segera menggendong jessa ala bridal stye.


"turunin gue. Gue bisa jalan sendiri."teriak jessa dengan meronta ronta ingin di turunkan.


"diam!! Lo mau orang-orang lihatin baju lo yang tembus pandang?." tanya kevin dengan mengangkat satu alisnya. Jessa pun dengan spontan menutupi dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya di bagian dada.


...***...


Kini jessa berada di halaman samping mansionnya sedangkan kevin sudah pulang satu jam lalu. Jessa berjalan menuju kolam yang ada di samping mansionnya itu, ia mendudukkan diri di tepi kolam dan menceburkan kakinya kedalam kolam tersebut. Entah mengapa jessa tiba-tiba merindukan kedua orang tuanya,dalam hati kecilnya ia sangat menyayangi orang tuanya akan tetapi fikirannya menolak semua hal itu. Fikirannya selalu membenci orang tuanya karna mereka telah mentelantarkan jessa dan juga jastin kembarannya dan tanpa ia sadari satu tetes air turun dari kelopak matanya.


"huh.kok gue cengeng sih."gumam jessa seraya mengusap air matanya.


"gue rindu xenon." lanjut batinnya.


Jessa kembali murung saat seklebat bayangan masa kecilnya terlintas. Masa saat ia di manjakan kedua orang tuanya dan di berikan penuh kasih sayang Seketika pula dadanya sesak akan ingatan kenangan itu, jessa tersentak kaget saat tiba-tiba ada yang memegang pundaknya.


"lo ngapain melamun?" tanya jastin yang duduk di samping jessa. Ia juga memasukkan kakinya seperti hal yang di lalukan adik kecilnya itu.


"hah. Enggak bang cuman cari suasana saja."


"lo nggak bisa bohongin gue dek lo inget kan kalo kita tu kembar." jawab jastin dengan mengusap rambut jessa.


"cuman inget sama mommy daddy."jawabnya lirih.


Jastin yang mengerti perasaan kembarannya itu langsung memeluk jessa erat seakan menyalurkan kekuatan kedalam tubuh jessa. Pelukan mereka berakhir kala jastin mendapat telfon dadi seserang. Jastin pun mengambil handphon yang ada di sakunya dam melihat nama pemanghil yang tertera di layar ponselnya.


"siapa bang?" tanya jessa.


"rangga." jawab jastin dengan menekan tombol hijau di layar handphone nya.


"bangsat lama banget lo ngangkat telfonnya."


"ada apa."


"anak marvel tiba-tiba nyerang markas.mereka hancurin barang-barang yang ada di dalam markas dan mereka juga mencuri beberapa senjata api."


"bangsat." sulut jastin dengan membanting handphon nya menjadi hancur lebur.


"ada apa bang kol mara-marah sih?, "


"anak marvel bikin ulah."jessa yang mendengar itu malah tersenyum devil.


"the moment play the game. I haven't killed anyone in a while."


"yeah,  me too."