
Seorang pria tampan dan gadis cantik memasuki rumah yang terlihat seperti terbengkalai. Akan tetapi jika sudah memasuki pintu utama kalian akan merasa tersihir akan keindahannya. Mereka berdua langsung menuju ke ruang santai yang di pergunanan untuk anak-anak black wolf bersantai.
"KING AND QUEEN KITA DATANGG." teriak satria heboh.
"huaaa ayang beb gue dateng." teriak zaki yang langsung kena tatapan maut dari kevin.
Jessa langsung duduk di sebelah kevin sedangkan jastin berjalan menuju dapur guna mangambil minuman kaleng.
"Explain." ujar jessa dingin dan bertepatan jastin yang sudah kembali dari dapur. Jastin juga memberikan jessa minuman kaleng tak lupa ia membuka penutupnya terlebih dahulu.
"waktu itu gue dan yang lain pergi ke markas bagian utara karna di sana ada serangan dadakan. nah anak-anak kita yang ada disana otomatis belum siap mendapat serangan maka dari itu mereka banyak yang tumbang. akhirnya gue bawa sebagian anggota yang ada di sini menuju markas bagian utara guna membantu mereka."jelas dino yang di jeda untuk mengambil pasokan oksigen.
"kalo di pikir dengan logika gue rasa penyerangan ini di telah rencanakan. Mungkin geng marvel bersekutu dengan genster lain. " lanjutnya.
"gue rasa juga gitu, mereka seperti sedang mengecoh kita dengan cara salah satu ganster itu menyerang markas bagian utara dengan dadakan dan alhasil anggora kita yang ada di sana kuwalahan hingga membutuhkan pasukan tambahan. Dan anak marvel menggunakan peluang itu untuk menyerang markas ini dan mengambil beberapa senjata kita." sahut dimas.
"Do you guys know which ganster attacked the northern base?," tanya jessa dengan menaikkan satu alisnya. Yang di jawab dengan gelengan.
"moon red." sela louwis.
"gue tadi lihat lambang bulan sabit merah di jaket yang mereka kenakan."lanjutnya. Jessa yang mendengar itu tersenyum smirk.
"start play the game."gumam jessa.
"sekarang gue bagi dua tim.tim A gue yang akan memimpin dan tim B yang akan di pimpin abang gue jastin. "jelas jessa yang sengaja ia jeda .
"gea, alga,bang rangga, bang ken dan dino ikut gue di tim A yang akan menyerang geng marvel. Dan kevin, varo, bang sat,dimas, zaki dan louwis yang akan ikut banv jastin di tim B untuk menyerang balik ganster moon red." jelas jessa yang di angguk i semuanya.
Saat kevin ingin protes karna ia tidak satu tim dengan jessa, tetapi jessa sudah terlebih dahulu menggenggam erat tangan kevin dan menatap kevin dengan tatapan yang seolah-olah mengatakan 'aku akan baik-baik saja' dengan kesal akhirnya kevin mengalah.
"jes gue mau sama jastin aja dong."pinta gea tiba-tiba.
"why? "
"gu-gue rasa emm me-melawan moon red lebih memerlukan banyak orang. Lo tau sendiri kan mereka menumbangkan banyak anggota kita yanv ada di bagian utara.I'm just afraid that what's wrong with Jastin and the others."
"okay. Bawa anggota tambahan 10 orang. " perintah jessa.
"You are crazy.!!! Kita akan masuk kekandang musuh dan lo nyuruh kita hanya membawa 10 anggota tambahan?," pekik zaki yang hanya di balas anggukan oleh jessa.
"lo lupa kita siapa? Kita black wolf dan hanya untuk membasmi ganster sampah itu kita tidak membutuhkan banyak anggota." ketus kevin yang langsung meninggalkan ruangan itu.
"dia kevin kan?," tanya varo yang langsung kena geplakan dari alga.
"kalo bukan kevin siapa lagi dongo?, "
"auhh. Dedek varo kan syok masak bebeb kevin bicaranya panjang kali lebar."jawab varo dengan mengelus-elus kepalanya yang kena geplakan dari alga.
Tuk
"auuhhh. "ringis varo yang juga mendapat jutakan dari jessa.
"princes kok gitu sihh."kesal varo dengan memonyongkan bibirnya.
"eheheh lagian lo sendiri sih manggil kevin dengan kata-kata bebeb ya gue kan jadi gemes pen jitak." jawab jessa yang membuat semua orang tertawa.
...***...
Jessa pov
Saat ini gue dan tim gue sudah ada di depan markas geng marvel. Sebenarnya gue males buat kesini karna ntar pasti ada geo.huft, gue langsung atur formasi 5 anggota tambahan yang gue bawa gue suruh menuju kebagian kanan markas geng marvel yang di pimpin bang rangga dan 5 anggota tambahan yang lagin gue suruh menuju kebagian kiri yang di pimpin dino. Dan sisanya hanya gue alga dan bang ken karna gea sekarang bergabung dengan tim B.
"maju!!!, " ujap gue dengan melangkah kan kaki masuk. Tentu saja saat kamu masuk langsung di hadapkan dengan pria bertubuh besar. Karna gue males basa basi gue suruh bang ken dan alga lawan mereka.
"ck. Nunggu alga dan bang ken lama."gumam gue dengan melangkahkan kali masuk.
"waw yang kita tunggu-tunggu akhirnya datang juga."kata geo dengan muka yang sangat menjengkelkan.huft rasanya ingin langsung gue tonjok tuh muka.
"lo mau apa gadis manis? Mau ambil senjata yang udah kita ambil? Oh tentu tidak bisa."lanjut laki-laki yang ada di samping geo.
"gue nggak semikin itu harus turun tangan hanya untuk ambil barang yang telah lo ambil. Karna di sini sudah jelas kalo yang miskin itu geng sampah kalian yang bisanya curi senjata orang."
" kalo gitu lo mau kan main sebentar baby."kata geo dengan nada mesumnya.oh tuhan rasanya ingen sekali gue tampol tuh muka.
"bermain??eumm baiklah, ayo kita bermain." gue pun berjalan mendekat dengan senyuman yang lebar. Saat sudah sampai di depannga gue pun langsung menonjok tuh muka hingga geo tersungkur di bawah gue.
"you want to play? ok I will grant your request." ucap gue dengan menendang perut geo yang baru saja berdiri.
...***...
Jastin pov
Huft sebenar nya tadi gue ingin ikut adek gue karna gue takut kalo dia kenapa-napa.tapi satu sisi gue juga mikir kalo gue bantah tuh anak pasti Akan ngamuk. Tapi tadi gue lihat kevin yang ngambek lucu deh,gue juga nggak nyangka kalo kevin yang terkenal ice boy bisa sebucin itu ama adek kesayangan gue.
"langsung aja biar cepar kelar." jawab gue. Langsung aja gue dan yang lain langsung melangkah kaki memasuki markas itu.
Sesuai dugaan di balik gerbang ada beberapa penjagaan yang lumayan ketat. Tanpa babibu gue langsung nherang orang yang ada di sebelah kanan gue sedangkan kevin juga sama bedanya ia menyerang orang yang ada di bagian kiri.
Bugh.
Satu pukulan mengenai wajah tampan gue.oh tuhan omaa!!! Cucu mu yang tampan ini terlukaa. Gue pun yang kesal bukan main langsung saja tuh orang gue pukul membabi buta hingga tuh orang pingsan.
Author pov
Setelah Jastin dan yang lain berhasil menumbangkan penjaga yang ada di balik gerbang mereka semua langsung berjalan memasuki markas. Tim yang beranggotakan anggota inti dengan 10 pasukan tambahan itu berjalan memasuki markas moon red tanpa takut sedikit pun.
"akhirnya yang kita tunggu-tunggu datang juga." ujar alex ketua moon red.
"eits kok nggak ada jessalyn sih." lanjut alex dengan nada yang merajuk.
"jangna pernah nyebut nama jessa dengan mulut busuk lo." jawab kevin dengan nada dingin.
"bos-bos cewek yang di sebelah jastin lumayan juga." celetuk pria berambut gondrong dengan warna kulit sawo matang yang memiliki nama dion.
"hmm gimana kalo kita bermain-main dulu cantik. " seru alex kepada gea.
"cih gue nggak bakalan sudi. Gue terlalu suci untuk lo yang terlalu busuk."
"buahahaha suci dari mana coba,gue tau siapa lo
Gea aurora patisson."ucap alex dengan berjalan mendekati gea.
"gimana kalo gue bongkar rahasia lo? Pasti seru."lanjut nya dengan tawa yang melengking.
"gak usah banyak bacot lo." bentak gea dengan meninju wajah alex.
"bajingan."umpat alex dengan mengusap darah yang mengalir dari ujung bibkrnya.
"SERANG." lanjutnya memberi aba-aba pasukannya untuk menyerang gea dkk
"dengan cara lo dan geng Sampah lo nyerang markas gue lo berarti sudah mengibarkan bendera permusuhan. "teriak jastin dengan.
Kini keadaan semakin ricuh geng moon red juga semakin kualahan menerima serangan dari jastin dkk.
Anggota inti moon red yang bernama aurel mengarahkan senapannya kearah kevin. Gea yanv menyadari itu langsung berlari menuju kevin dengan menjadikan dirinya sebagai tameng.satu peluru mengenai dada kanan gea semua orang yang ada di ruangan tercengang karna peraturan pertama tidak boleh menggunakan senjata apapun itu.
Pertahanan gea semakin menipis akhirnya ia pun terjatuh,tetapi kevin buru-buru menangkap tubuh ringkih gea.
"pengecut."bentak louwis.
"dengan cara kalian melanggar peraturan maka sudah menunjukkan bahwa geng kalian itu benar-benar sampah." sentak satria.
"gee bangun. Jangan tutup mata lo gee gue mohon. "lirih kevin dengan menepuk lembut pipi gea. Sedangkan gea hanya tersenyum dengan perlahan memejamkan matanya.
...***...
Disatu sisi tim jessa juga melakukan pertarungan yang menguras tenaga. Geng marvel pun juga sudah mulai kualahan karna serangan jessa dkk yang sangat bringgas.
Entah apa yang terjadi tiba-tiba perasaan jessa tidak enak hingga membuat ia tidak fokus. Sedangkan Anggota inti geng marvel yang bernama agus tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia pun menusukkan pisau yang ia genggam ke perut kiri jessa.
Jessa pun menahan mati-matian rasa sakit yang ada di perutnya.jessa memejamkan matanya perlahan rambutnya berubah menjadi separuh ungu lilac dan putih bernetra ungu.
"kalian telah melukai my lily maka dari itu kalian akan menerima akibatnya." ucap jessa dengan nada bass yang kini sudah di ambil alih oleh xavier.
Aura di ruangan seketika mencekam hingga membuat semua orang menggigil ketakutan, Xavier memandang agus tajam sedagkan agus yang di pandang seperti itu hanya gemetaran.
Xavier melangkah kedepan melayangkan pukulan mentah kerahang agus, ia menarik tangan agus dan mematahkan nya. Tak lupa xavier menendang perut agus hingga ia memuntah darah.
Alga pun yang tidak tahan melihat itu melangkah kedepan dan memegag pundak jessa yang kini sedang di kendalikan xavie, Tetapi tangannya langsung di tepis kasar oleh xavier.
"xavier stop kasihan jessa. Jika lo terus menyerang agus jessa bisa kehabisan darah." ucap alga yang membuat xavier sadar. Xavier pun beralih menatap alga.
"jaga my lily. Sebentar lagi akan ada kejadian yang membuat my lily tertekan oleh keadaan." lirih xavier yang hampir menyerupai bisikan.
Perlahan mata jessa tertutup dengan bersamaan rambutnya yang berubah seperti semula. Alga pun dengan sigap membopong tubuh jessa mengeluari markas.
"tunggu pembalasan kita."ucap dingin rangga dengan berjalan keluar yang di ikuti yang lain.
...
...
...Bonus cast jastin💜💜...