Broken Twins

Broken Twins
part 12



Jessa jastin dan juga louwis berjalan ber iringan saat ada di parkiran sekolah. Hampir seluruh siswi murid IHS memekik histeris kala melihat pria tampan yang berjalan dengan merangkul pundak jessa. Tetapi beda halnya dengan twins dan juga louwis,mereka tidak memperdulikan pekik an orang-orang dan tetap terus berjalan.


"oh tuhann itu siapaaa."


"huaaa gue pen jadi jessa deh. Hidupnya enak banget dah di kelilingi ama orang-orang ganteng."


"si jessa udah kayak ratu aja anjim."


"makin hari makin cantik aja ntu si jessa beda bat ama gue."


Mereka bertiga acuh dan menganggap ucapan orang-orang bagaikan musik di pagi hari mereka.saat sampai di depan kelas jessa langsung menendang pintu dengan kelas, alhasil orang-orang yang ada di dalam kelas tersentak kaget.


"anjing. "


"bangsat. "


"astagfirullah hal adzim."kaget varo yang langsung kena geplakan dari alga.


"sakit bege."kesal varo.


"sorry var gue refleks buahahaha."jawab alga.


"eh jes dia siapa?"tanya pria berambut gondrong.


"pacar gue."jawab asal jessa yang membuat kevin melotot sedangkan louwis menahan senyumnya. Louwis berjalan menuju bangku sosok sebelah barisan jessa,ia lebih memilih duduk sendiri dari pada duduk bersama orang lain.


Kevin berjalan menuju jessa dan menarik lembut tangan jessa lembut,jessa yang di perlakukan seperti itu hanya menuruti arah memana kevin membawanya pergi. Kini mereka berdiri di taman IHS dan kevin menarik tangan jessa untuk duduk di bawah pohon yang rindang.


"apa benar lo pacarnya louwis."tanya kevin to the point.


"hah? "kaget jessa.


"ya nggak lah.gue tadi hanya asal bicara. " jelas jessa yang membuat kevin bernafas lega.


"sekarang mulai detik ini, jam ini, hari jini , bulan ini,tahun ini lo milik gue selamanya tidak ada yang boleh memilikk elo selama gue masih hidup."ucap kevin lembut yang membuat jessa terdiam seribu bahasa.


"lo serius?"tanya jessa lirih.


"serius ratuku. "ucap kevin dengan memeluk erat jessa dan jessa dengan senang hati membalas pelukannya.


"ikut gue."ujar kevin dan langsung berlari dengan menarik tangan jessa.


Kini mereka ada di lapangan utama IHS yang membuat jessa bingung akan apa kevin di sini.


"PERHATIAN SEMUA MURID IHS." teriak kevin dan langsung membuat seluruh penghuni IHS kekuar berbondong-bondong bahkan guru-guru pun juga ikut keluar untuk melihat apa yang dilakukan murid nya itu.


"PERHATIAN SEMUANYA!!! MULAI DETIK INI JESSA MILIK GUE!!!  TIDAK ADA YANG BOLEH MENYENTUHNYA BAHKAN MENYAKITINYA.JIKA KALIAN BERANI MENYAKITI NYA MAKA SAYA,KEVIN.YANG AKAN MEMBUNUH KALIAN DENGAN TANGAN SAYA SENDIRI." teriak kevin dengan mata sorot yang tajam.


Kevin berbalik menghadap jessa dengan mencium kening jessa dan tak sampai di situ, kevin langsung memeluk jessa erat yang membuat seluruh IHS memekik karna melihat ke uwwu an yang ada di depannya. Sedang kan gea menahan sakit dan air mata yang sebentar lagi akan keluar alga yang melihat itu langsung berjalan mendekati gea.


"lo telah kalah ge, Kalau pun lo mempunyai rencana lain gue tidak akan tinggal diam. Bahkan gue rela mempertaruhkan nyawa gue demi jessa."bisik alga di samping telinga gea. Gea pun langsung berlari menuju rooftop.


"HAHH!!  KENAPA SEMUANYA MENJADI SEPERTU INI TUHANN HIKS."teriak gea dengan tangisannya dan langsung terjatuh tertunduk.


"jessa gue nggak akan biarin lo bahagia.gue akan hancurin hidup lo jess dan gue akan ngrebut lo dari kevin hahahaha." lanjut teriak gea. Dan tanpa gea sadari alga membantutinya dan merekam semua yang ia ucapkan.


...***...


..."...


dari mana aja lo ge?"tanya jessa yang melihat gea baru datang.


"perpus."jawab singkat gea.


"lo habis nangis? "tanya jessa lagi.


"nggak kok buat apa gue nangis. Gue hanya kurang tidur."jawab gea dengan kekehan kecil.


Setelah pembicaraan itu mereka diam sejenak dan beberapa saat guru berbadan gempal masuk ke dalam kelas dan memulai pelajarannya. Tidak terasa jam berlalu sangat cepat dan kini bel istirahat telah berbunyi.


"baik lah anak-anak,untuk pembelajaran hari ini kita sudahi terlebih dahulu dan dilanjutkan di pertemuan yang akan mendatang"


"baik buuu."teriak semua murid.


Semua murid di IPS 1 ber bondong-bondong meninggalkan kelas untuk menuju kekantin dan kini yang ada di kelas hanya jessa dkk.


"woyy kantin kuyyy."teriak varo.


"kalem brayy telinga gue gak budek." kesal jastin.


"eh,ampun bang jastin yang paling uwwu tapi masih uwwuan varo buahahaha. " jawab varo dengan tawa yang menggelegar.


Tuk


Tuk


"aww sakit bege." ketus varo dengan mengusap keningnya.


"asal lo tau tangan gue tu gatel pengen gebuk lo saat gue denger lo ngomong kalo lo itu uwwu." sulut alga.


"princess varo uwwu kann.?" teriak varo kepada jessa.


"iya bayi gede gue uwwu. " jawab jessa santai yang membuat varo menekuk wajahnya


"buahahaha muka lo kayak pantat bayi." seru louwis dengan tertawa yang di ikuti orang-orang yang ada di ruang itu.


"eh iya, ge lo gapapa kan? Lo sakit?  Kok lo diam aja? "tanya varo yang bertubi-tubi.


"gapapa gue hanya kurang tidur."jawab gea dengan senyum manis.


"jess kantin. Lo belom sarapan." ajak kevin dengan menarik lembut tangan jessa.


"huaaa ke uwwuan macam apa lagi inii." teriak alga dengan menampilkan ekspresi ingin menangis.


"skuy lah."jawab jessa dengan berdiri.tetapi sebelum melangkah jessa mengucapkan kata-kata yang membuat semua orang bingung.


"gue harap tidak akan ada pertumpahan darah. " ucap jessa dengan melihat kearah gea dan berlalu meninggalkan kelas. Gea pun mencerna ucapan jessa barusan.


"woy lo pada mau diem di sini ato mo ikut bidadari gue." teriak louwis yang membuat semua orang tersadar dari lamunannya.


"dia adik gue bukan bidadari lo." jawab cuek jastin.


"dia princess gue bukan bidadari dan Adek lo jas." jawab varo dan alga bersamaan.


"princess gue." lanjut alga.


"princess gue ga." jawab varo.


"gue."


"gue."


"diam. "bentak gea.


"jessa milik kita semua."lanjut gea dingin dengan berlalu meninggalkan yang di ikuti alga varo dan jastin.


"kok gue di tinggal sih."gumam louwis.


"woy tungguin gue." teriak louwis dengan berlari mengejar yang lain.


"hah... Hah... Hah... Jahat lo pada." ucap louwis dengan gos'ngosa


...***...


Sesampainya dikantin mereka semua langsung memesan makanan yang mereka inginkan.mereka duduk bercanda gurau dengan lelucon yang di lontarkan oleh louwis dan juga varo. Tetapi tidak dengan alga, ia menekuk wajahnya karna yang di jadikan sasaran ledekan varo dan louwis itu alga.


Tak lama pesanan makanan mereka ber tujuh datang dan mereka mulai menyantap makanannya dengan suka ria. Belum sempat jessa memakan habis makanannya tiba-tiba rambut panjangnya di tarik grombolan perempuan ber make up sangat tebal. Jessa yang kesal pun memegang pergelangan tangan tang menarik kuat rambutnya dan mempelintir tangan itu hingga membuat sang empu meringis kesakitan.


"LEPAS BODOH!!! "Bentak bella yang tadi menarik kuat rambut jessa dan dengan tenang pun jessa melepas cekalan tangannya yang ada di pergelangan tangan bella.


"mau apa lo?,"tanga jessa tenang.


"gue mau lo jauh-jauh dari kevin."bentak bella dengan menunjuk muka jessa.


"kalo gue nggak mau? ,"tanya jessa dengan mengangkat satu alisnya yang membuat bella geram.


"guyss,ambilkam pisau itu."perintah bella kepada antek-anteknya.


"nih bel."ucap lala dengan memberikan pisau iti kepada bella.


"jangan berani-berni lo nglukai jessa atau lo mati di tangan gue." bentak kevin dengan berdiri. Jessa pun langsung memegang pundak kevin dan menyuruhnya untuk duduk kembali.


"sayang kok kamu gitu sih sama aku." rengek bella kepada kevin.


"jijik gue."gumam jastin yang mendengar bella merengek.


"jessa gue,bella baskara. Akan membunuh lo hari ini juga. "teriak bella dengan menancapkan pisau itu kedada kiri jessa.  Semua orang yang ada di situ syok atas perlakuan tiba-tiba bella kepada jessa.


Tapi bukan jessa namanya kalo tidak bisa mengelak serangan dari bella. Ia menahan pisah itu dengan tangannha yang sudah berjarak satu cm dari dadanya.


Jessa memejamkan matanya dan dengan perlahan ia membuka matanya. Semua orang terkejut kala melihat mata jessa yang bewarna hijau zamrud dan rambutnya yang  berubah menjadi hitam putih dengan kulit yang bewarna putih ktistal.


...



...


...Anggap saja itu jessa ya mwehehe^^...


"si-siapa ka-kau."tanya bella gugup.


"saya oliver pelindung my queen."ucap jessa dengan nada suara seperti laki-laki yang kini sedang di kendalikan oleh oliver.


"kau telah berani-beraninya melukai my quuen dan kau akan menanggung akibatnya."lanjut oliver dengan nada rendah. Kini semua murid yang ada di kantin menggigil ketakutan.


"gu-gue nggak takut sama lo."teriak bella dengan menahan kakinya yang gemetar. bella melempar pisau itu kearah kepala oliver dan lagi-lagi oliver dengan mudah menangkapnya.


"bagus juga lemparanmu,tapi..."ucap oliver yang sengaja ia gantung.


"tapi.. lebih baik kalau aku mencontohkan melempar pisau dengan cara yang benar."lanjut  oliver dengan senyum devil. 


Setelah itu oliver melempar pisau hingga mengenai kornea mata bella yang membuat bella teriak histeris dengan darah yang mengalir deras dari matanya. Seluruh penghuni kantin tercengang tetapi alga dan louwis hanya menampilkan ekspresi wajah santai.


"dek apa yang lo lakukan?," tanya jastin lirih.


"SAYA BUKAN QUEEN JESSA , TAPI SAYA OLIVER BRANATA BAJEWALA."bentak oliver yang membuat seluruh penghuni.


"untuk kalian semua jika berani-beraninya menyentuh my lily maka kalian akan bernasib sama seperti dia bahkan lebih dari itu."lanjut oliver yang menunjuk bella dengan nada rendah yang membuat aura di kantin semakin mencekam.


"tolong kembakikan ratuku."pinta kevin.


"dia tidak mau."jawab oliver dengan berjalan meninggal kan kantin.


...***...


Disisi lain kini jessa sedang berada di hamparan padang bunga yang sangat indah.jessa duduk termenung di atas rerumputan yang terasa lembut saat di injak, lamunannya buyar saat ada orang yang menepuk punggungnya. Jessa menoleh dan betapa terkejut nya kala ia melihat xavier berdiri tegap di belakangnya.


"xa-xavier."ujar jessa dengan gemetar.


"iya baby." jawab xavier dengan senyuman yang mengembang di wajah tampannya.


"kenapa kau tidak mau kembali saat oliver menyuruh mu kembali princess?, "tanya xavier lembut dengan duduk di samping jessa dan tak lupa ia mengusap lembut kepala jessa.


"aku...aku hanya ingin menenangkan pikiran xavier."jawab jessa dengan menundukkan kepalanya.


"aku tau akan ada banyak rintangan yang akan kau hadapi nanti princess. Perjalananmu barusaja dimulai. Kau harus sepenuhnya yakin kalau kau bisa." ucap xavier dengan penuh kasih sayang.


"tapi aku lelah,aku ingin bersamamu xavier."


"suatu saat kau akan bersamaku princess." jawab xavier dengan memeluk erat jessa.


...***...


Kini oliver membawa tubuh jessa di rooftop, sedangkan jastin dkk juga duduk di sebelah oliver melingkar. Mereka saling diam tidak ada yang membuka suara,hingga akhirnya kevin memutuskan untuk membuka suara.


"kapan jessa akan kembali?," tanya kevin yang hanya mendapat lirikan oliver.


"huft. Tolong suruh princes kami untuk kembali." pinta varo melas.


"dia tidak mau."jawab oliver datar.


"tolong bujukkk dia oliver."geram gea.


"penghianat."jawab oliver dengan menatap gea yang membuat semua orang bingung kecuali alga dan louwis.


Oliver tiba-tiba memejamkan matanya dan dengan perlahan rambut dan matanya berubah seperti semula.


"Abang."panggil jessa kepada jastin dan ia langsung berhamburan kepelukan abangnya.


"lo nggk apa-apa kan dek?," tanya jastin dengan mengusap peluh yang ada di dahi jessa. sedangkan jessa hanya menggelengkan kepalanya sebagaai jawaban.


"pulang!!,"pinta jessa lirih, jastinpun langsung menggendong jessa ala bridal style. Dan langsung pergi dari pekarangan sekolahan IHS.