
"Mama tenang aja. Sarah pasti bakalan ngejauhin Kenzo dari Alenna. Cepat atau lambat" Sarah sangat bertekat akan hal itu.
"Terserah kamu aja deh, tapi jangan bikin masalah apapun karna mama gak mau ikut terlibat" Sarah mengacungkan ibu jari kepada Karin.
Keadaan di rumah Alenna bisa di katakan sepi karna Johan masih belum pulang bekerja dan Alenna memilih untuk pergi mengunjungi rumah Angga yang telah pulang dari rumah kakeknya.
Jadi tinggallah Sarah dan Karin yang mendiami rumah tersebut.
Menurut Karin dan Sarah, sangat menyenangkan jika bisa menguasai rumah tanpa adanya orang yang mengatur mereka. Yah, sengat menyenangkan memang.
Sebab itulah mereka tidak peduli terhadap Johan ataupun Alenna. Yang mereka pedulikan adalah hanya kesenangan mereka untuk menguasai rumah itu walaupun hanya sementara.
"Mah, aku ajak temen aku kesini ya?" Ucap Sarah tiba tiba sambil memegang handphone.
Karin pun menoleh kearah anaknya.
"Mau ngapain?" Tanya Karin.
"Ya main-main aja Biar rame. Lagi pula cuma ada kita berdua doang kan?" Kata Sarah tanpa menoleh kearah karin dan terus mengetikkan SMS kepada temannya.
Karin bangkit dari duduknya lalu berkata.
"Yaudah, mama ke kamar dulu. Mau tidur, ngantuk" Karin langsung berjalan menuju kamarnya. Tinggalah Sarah sendiri yang masih sibuk dengan benda pipih itu di tangannya.
Tak lama, sebuah panggilan telepon muncul di handphone Sarah. Segera ia mengangkat nya dengan semangat.
"Hallo!"
"Kenapa Sar"
"Main kerumah gue dong!. Gue bosen nih"
"Bosen kenapa?"
"Yah bosen aja... Gue gak ada temen ngobrol"
"Lo ngobrol aja sama adek lo sih Alenna. Hahaha!"
"Najis banget gue ngobrol sama tuh bocah. Gak level!"
"Hahahaha!!! Jahat amat loh. Dia kan adik lo. Wkwk"
"Udah lah! Gak usah ngomongin yang gak penting. Mending lo dateng kerumah gue sekarang!"
"Masa gue sendiri doang?"
"Yaudah, lo ajak aja yang lain juga"
"Okey, eh tapi masa main doang? Sediain makanan lah! Biar lebih seru"
"Iya tenang aja. Udah cepet kemari!"
"Siplah! OTW!"
Sambungan telepon pun terputus. Dengan senang Sarah berjalan kearah kamarnya untuk berganti baju.
Akhirnya gue bebas ngelakuin apa aja dirumah. Walaupun cuma sebentar.Β
Batin Sarah saat menaiki anak tangga.
πππ
"Alenna, lo mau cerita apa?" Tanya Angga kepada gadis di hadapannya. Alenna dan Angga sedang berada di balkon rumah Angga saat ini.
"Gue gelisah nih, ang" Ucap Alenna pelan, ia merasa sangat gelisah saat ini.
"Loh gelisah kenapa?" Tanya Angga bingung. Alenna terdiam sebentar dan menarik napas lalu menghembuskan nya.
"Gue pengen di jodohin, ang" Akhirnya kalimat itu meluncur dari mulut Alenna. Belakangan ini ia sangat resah. Alenna tau jika itu belum tentu, namun tetap saja ia merasa gelisah akan hal itu.
"Hah? Sama siapa? Kenapa lo baru cerita ke gue?" Tanya Angga terkejut.
Gimana gue mau cerita ke elo, orang lo aja baru pulang dari rumah kakek lo!.
Umpat Alenna dalam hati.
"Sebenernya gue pengen cerita sama lo dari kemarin-kemarin, tapi kan lo baru balik dari rumah kakek lo. Jadi gue baru bisa cerita sekarang" Ujar Alenna kepada Angga.
"Owh iya lupa gue. Terus, siapa yang mau di jodohin sama lo?" Tanya Angga lagi.
Haruskah gue cerita tentang Kenzo ke Angga?. Sedangkan gue aja belum terlalu kenal sama Kenzo.
Batin Alenna yang kebingungan.
Kenzo?.
"Kenzo?. Gue kayak pernah denger tuh nama. Tapi siapa ya?" Alenna dan Angga sama-sama larut dalam pikiran mereka masing-masing.
"Sebenernya sih belum tentu juga gue di jodohin sama dia" Ujar Alenna lagi. Angga kembali menatap Alenna bingung.
"Kenapa?"
"Karna Sarah suka sama Kenzo. Sedangkan gue enggak. Padahal gue udah bilang kalau gue gak mau dijodohin dan gue bilang juga kalau Sarah aja yang di jodohin. Tapi tetep aja gak ada mau dengar, jadinya gini deh keadaanya" Jelas Alenna panjang lebar dengan sesekali mengeluarkan nada kesal.
"Terus nanti yang bakal di jodohin sama sih Kenzo itu siapa?. Elo atau Sarah?" Nah! Pertanyaan itulah yang selalu muncul di kepala Alenna.
Ia sangat khawatir jika Kenzo memilihnya, Alenna tahu jika ia tidak bisa di bandingkan oleh Sarah. Karna itulah ia sangat berharap jika Sarah yang dipilih nantinya.
"Kalau soal itu, Kenzo yang milih sendiri. Sedangkan gue cukup berdoa biar dia gak milih gue" Jelas Alenna lagi dengan penuh harap-harap cemas.
"Emang enak yah jadi cowok ganteng, tinggal milih doang. Mana pilihannya sama-sama cantik lagi" Ucap Angga karna iri dengan Kenzo yang dapat memilih pasangannya dengan mudah.
"Sedangkan gue... Aduh jangan kan milih. Dapetin pacar satu aja susahnya minta ampun"
Yah... Dia malah ikutan curhat. Emang jomblo naif, sama kayak gue.
Batin Alenna yang mulai geli dengan perkataan sahabatnya ini.
"Eh tapi kok lo tau kalau dia ganteng?" Tanya Alenna yang baru sadar saat Angga tau sosok Kenzo yang tampan.
"Cukup gampang, kalau dia gak ganteng pasti sih Sarah gak bakal suka. Dan kalau di lihat dari nama, dia udah bisa di tebak kalau orangnya kaya" Jawab Angga yang di setujui oleh Alenna.
Gak muna, dia emang ganteng dan cukup tajir bagi gue. Tapi itu semua gak ngejamin kebahagiaan buat gue nantinya.
Batin Alenna dengan tersenyum tipis jika membayangkan wajah Kenzo.
"Gue yakin lo pasti setuju sama gue" Lanjut Angga dengan senyum jahil di wajahnya. Alenna hanya tersenyum kaku. Oh ayolah, Alenna juga tidak bisa bilang tidak kalau soal itu.
πππ
"Yaudah, gue balik dulu ya. Thanks udah mau dengerin curhatan gue" Ucap Alenna yang tengah berjalan keluar rumah Angga dan menuju mobilnya.
"Iya, tapi gak gratis. Sebagai gantinya, besok traktir gue di kantin sekolah. Okey?!" Saut Angga yang berdiri di ambang pintu.
Alenna sudah masuk kedalam mobil, hanya membuka kaca mobilnya sambil mengeluarkan satu ibu jarinya disana. "π".
Alenna pun mengeluarkan mobilnya dari pekarangan rumah Angga dan pergi melaju menuju rumah. Sebelum itu, Alenna melihat 1 mobil berwarna hitam mengkilap terparkir di sebelah rumah Angga yang jaraknya tidak terlalu jauh. Namun Alenna tidak memperdulikan mobil itu dan terus mengendarai mobilnya.
Diperjalanan Alenna hanya mendengarkan musik di dalam mobil sambil sesekali bernyanyi mengikuti musik yang diputar.
Dari rumah Angga menuju rumah Alenna membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan.
Berhentilah Alenna dan pengendara lain saat lampu lalu lintas menampilkan warna merah.
Bebrapa saat kemudian, Alenna kembali melakukan mobilnya disaat lampu lalu lintas menampilkan warna hijau disana.
Dengan kecepatan sedang Alenna mengendarai mobilnya. Sesekali ia melirik lampu spion yang menampilkan ada 1 mobil berwarna hitam di belakangnya.
Loh, itu bukannya mobil yang gue liat di deket rumahnya Angga ya?.
Batin Alenna yang menyadari adanya mobil hitam itu di belakangnya. Lagi lagi Alenna menepis pemikiran buruk di otaknya.
Namun, rasa khawatir Alenna semakin menjadi saat mobil itu terus saja mengikutinya sampai memasuki perkomplekan rumahnya.
Nih mobil lagi ngikutin gue kah?.
Tanya Alenna dalam hati.
Jantungnya berdetak cepat karna takut jika orang itu ingin berniat jahat kepadanya.
Tidak mau mengambil resiko, Alenna mempercepat laju mobilnya hingga sampailah ia di depan rumah.
Dengan segera ia masuk karna takut dan tidak memperhatikan lagi mobil itu.
Disisi lain seorang pria tampan tengah tersenyum tipis di dalam mobil. Sambil memperhatikan seorang gadis yang masuk kedalam rumah dengan terburu-buru.
"Sepertinya Alenna ketakutan. Padahal saya hanya mengawasinya saja, tapi dia sudah berpikir kalau saya ingin berbuat jahat padanya" Ujar pria itu tersenyum geli melihat tingkah laku Alenna yang terlihat ketakutan.
Tak kusangka akan seseru ini jika mengerjai nya.
Pria itupun kembali menancap gas mobil dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
πππ