
"Lu kenapa sih, lagi ada masalah?" Steven membuka suara karna masih penasaran dengan kejadian tadi plus ia juga bingung dengan sikap Alenna.
"Hah?, enggak kok gapapa" Jawab Alenna berbohong lalu kembali menatap kearah jalanan setelah menatap kaca spion motor sekilas.
"Owh..." Singkat Steven lalu kembali fokus menyetir dengan kecepatan sedang.
Ting nong!.
Sebuah pesan masuk ke handphone Alenna, segera Alenna membukanya dan membaca isi dari pemilik pesan yang tidak dikenal.
From: +62xxx
Let's play the game!
Alenna mengerutkan alis saat membaca itu, entah siapa yang telah mengirimkan pesan tidak jelas seperti ini. Ingin sekali Alenna membalasnya namun ia pikir mungkin ini hanya orang iseng saja yang sengaja mempermainkan dan menakut-nakuti nya.
Alenna memasukkan handphone kedalam tas kembali dan kembali menatap kearah jalanan.
Jujur Alenna penasaran, namun disisi lain ia sedikit tidak peduli dan menjadi masa bodoh kan pesan tersebut.
πππ
"Sayang, kamu udah pulang" Sapaan hangat dari Karin menyambut kedatangan Alenna yang baru saja sampai dirumah. Namun Alenna hanya memasang wajah biasa biasa saja. Steven yang berada di samping Alenna pun tersenyum canggung.
"Alenna, ini siapa?" Tanya Karin dengan senyum manisnya saat memandang Steven.
"Perkenalkan tante, saya Steven. Temannya Alenna" Steven memperkenalkan diri.
"Seneng ketemu kamu Steven, perkenalkan nama tante Karin. Oh ayo masuk" Ajak karin sambil menyentuh pundak Steven.
Alenna tidak memperdulikan itu, pandangannya terarah kepada seorang wanita yang duduk di sofa dengan seorang pria yang kini juga sedang menatap kearah Alenna.
Kenzo dan Sarah.
Ternyata mereka udah sampe duluan. Cepet banget.
Batin Alenna.
"Oh makasih tante, tapi lain kali aja, tan. Soalnya udah pengen sore, takutnya mama nyariin" Alasan Steven dengan tersenyum canggung.
"Owh yodah kalau gitu, kapan kapan main kesini ya" Balas karin. Steven mengangguk sekali lalu berpamitan kepada Karin dan berjalan menuju motornya diikuti oleh Alenna.
"Stev, makasih ya" Ucap Alenna saat Steven sudah menaiki motornya dan memasang helm dikepalanya.
"Sama sama, kalau gitu gue balik dulu ya" Alenna menganggukan kepala dan segera Steven menancapkan gas lalu pergi meninggalkan pekarangan rumah Alenna.
Alenna berjalan masuk kedalam, tiba tiba di kepalanya terpikirkan akan sesuatu. Sepertinya Kenzo merupakan pembalap mobil. karna Alenna heran, padahal dia dan Steven berangkat terlebih dahulu, namun ternyata yang sampai adalah Kenzo dan Sarah.
Alenna segera melenyapkan pemikiran tidak penting itu, dan berjalan begitu saja melewati Kenzo, Sarah, dan Karin menuju kamar.
"Alenna, kamu udah makan?" Tanya Karin berjalan mendekati Alenna yang menghentikan langkah dan membelakangi nya.
"Udah" Jawab Alenna singkat tanpa membalikkan badan menghadap karin dan langsung pergi menuju kamar begitu saja.
Karin masih terdiam melihat anak tirinya yang masih bersikap acuh kepadanya.
"Mah!" Panggil Sarah, seketika Karin tersadar dan langsung pergi menghampiri Sarah lalu kembali berkumpul bersama Kenzo dan Sarah.
Jangan tanyakan Kenzo yang hanya bersikap biasa saja dengan wajah yang ia paksa agar terlihat ramah dan menjawab semua pertanyaan seadanya.
Pikirannya terus saja berpacu pada Alenna dan pria yang menghantarkannya tadi.
Sepertinya ia harus mencari tahu siapa pria itu, dan...
Cara untuk mendekati Alenna.
πππ
Tengah malam, Alenna masih tetap tidak bisa tertidur. Ia terus berbulak balik mencari posisi nyaman agar bisa tertidur, namun tetap saja hatinya tidak nyaman sehingga ia resah untuk tidur.
Ting nong!.
Suara pesan masuk dari handphone alenna berbunyi. Alenna segera mengambil benda pipih itu dari atas nakas samping ranjang, lalu membuka layar slide pesan.
From: +62xxx
So semoga lo suka kejutannya, and good night.
Alenna terdiam melihat pesan tersebut. Alenna bingung ini nomer ponsel milik siapa. Sebuah ide muncul di otaknya, ia pun langsung membuka pesan sebelumnya yang ia Terima tadi sore. Namun nomer tersebut berbeda.
Memang isi pesan tersebut seperti berupa ancaman untuk Alenna, namun ia masih mempertanyakan siapa yang telah mengiriminya pesan seperti ini pada pukul 02:00 malam?.
Kejutan? Apa maksudnya? Terus nih orang siapa?.
Itulah yang dipikirkan Alenna mengingat isi pesan tersebut.
Sepertinya ia harus memaksakan diri untuk tidur agar tidak telah disekolah dan... Mengetahui apa maksud pesan misterius itu.
Ia pun memeluk bantal guling lalu berusaha memejamkan mata walaupun beberapa kali gagal. Terus mencari posisi nyaman itulah yang terpenting untuk bisa tidur nyenyak.
Beberapa saat kemudian, ia pun sudah terlelap dan larut dalam mimpi walaupun dalam mimpi tersebut sangatlah tidak beraturan.
Ia memimpikan seseorang...
πππ
Alenna berjalan di lorong sekolah untuk menuju kelasnya. Namun sebelum sampai ke kelas, ia sudah melihat siswa-siswi kelasnya tengah berada diluar dan membuat kebisingan, entah apa yang mereka lakukan. Alenna terus berjalan sampai saatnya ia di depan kelas.
"Alenna!" Panggil Amel keluar dari kelas dan mendekati alenna yang berada di depan pintu kelas.
"Kenapa?" Tanya Alenna langsung.
"Al, gawat!" Alenna kembali mengerutkan alisnya karna semakin bingung.
"Gawat apaan?" Tanya Alenna lagi, Amel menarik tangan Alenna masuk ke kelas dan mengajaknya berdiri di depan papan tulis yang sudah tercover coret banyak sekali tulisan yang kasar dan menghina, untuk alenna.
"Lo liat" Pinta Amel. Alenna pun menurut dan menatap kearah papan tulis. Betapa terkejutnya ia saat melihat banyak sekali tulisan kasar yang menghina dirinya.
Dasar cewek ******!
Gak tau malu!
Sok cantik!
***Munafik!
murahan***!
sekaligus egois loh!.
Jauhi dia sekarang!
Dan kira kira begitulah tulisan papan tulis tersebut, walaupun masih banyak lagi yang sangat memalukan dan menghina Alenna.
Alenna mengepalkan tangannya dan aura marah terpancar dari wajahnya.
Amel yang menyadari perubahan Alenna, langsung menenangkan Alenna.
"Al, sabar" Ucapnya menenangkan Alenna sambil mengusap punggung Alenna.
"Siapa yang ngelakuin ini?!!" Teriak Alenna dengan napas yang memburu dan gemetar.
Anak anak hanya menggeleng karna tidak tahu siapa pelakunya.
"Gue gak tau len siapa yang coret coret papan tulis" Ucap Royan si ketua kelas.
"Sama len gue juga gak tau, suer deh" Sambung Edo yang menggunakan Kacamat sambil menunjukan kedua jari telunjuk dan tengahnya.
Alenna masih terdiam memikirkan sesuatu. Oh sepertinya ia melupakan satu hal, ancaman yang ia dapat semalam mungkin ini maksudnya.
Ya Tuhan bahkan ada yang membuat Alenna tidak mengerti lagi, yaitu kalimat "jauhin dia!". Maksudnya siapa?.
Sungguh Alenna tidak mengerti dengan ini semua, namun kenapa harus dia yang mengalami ini, apa salahnya?.
Namun tiba tiba ada 3 orang wanita memasuki kelasnya tanpa permisi ataupun salam. Semua perhatian terpusat kepada ketiga wanita itu, termasuk Alenna.
Ternyata itu adalah...