BLOOD OF A VAMPIRE

BLOOD OF A VAMPIRE
Identitas Aurel?



Rafael menyelidiki dengan seksama. Dia tidak meninggalkan barang bukti apapun, yang menunjukkan keberadaan Aurel serta identitas nya yang sebenarnya.


'mungkin Aurel dibesarkan didunia manusia? tapi siapa yang berkemampuan begitu? setahu gue, cuman Agatha yang keluar masuk di dunia manusia... tapi nggak ada salahnya gue cek bukan?' Rafael berbicara didalam hati.


"Raf.. udah gue cari di tempat kemarin.. tapi tidak ada jejak.." ucap anak buah terpercaya milik Rafael. "Bener nggak ada jejak? fiks deh.. kita cari dia ke dunia manusia dulu, siapa tahu dia berbaur dengan manusia bukan?" tanya Rafael sekaligus menyimpulkan.


"Ucapan lu nggak salah juga.. siapa tahu dia bersembunyi didunia manusia selama ini?". "Tidak! bukan itu.. menurut gue, dia sekarang bersama dengan pengasuhnya" ucap Rafael. "Vin.. kita berpencar! lu cari di istana atau tempat-tempat lain yang ada di wilayah.. sementara gue akan ke dunia manusia" usul Rafael.


Alvin ini adalah orang kepercayaan Rafael. Kemanapun Rafael pergi sekiranya ada masalah ataupun misi rahasia, Alvin selalu bersamanya. Rafael sendiri sangat terbuka jika bersama Alvin. Bahkan Amel dan Agatha masih kalah dekat!


Tidak mengeluarkan sepatah kata apapun, Alvin langsung memenuhi permintaan Rafael. Dia melesat menuju ke istana serigala. Sedangkan Rafael, ia memasuki dunia manusia yang tentunya menggunakan penyamaran.


'Sebelum Aurel jatuh ditangan para vampir, gue harus temuin dia.. itu juga sebelum serigala lain tau tentang keberadaan Aurel' batin Rafael.


Rafa terus mengelilingi daerah tersebut, dia tidak pernah meninggalkan apapun dari pandangannya. Bahkan semut yang berjalan pun seakan-akan dapat dilihat oleh Rafael.


'Kalo gue cari dia dengan tangan kosong, mungkin sampai kapanpun nggak akan ketemu! gue akan coba dengan kekuatan gue!' batin Rafael lagi.


Kemudian Rafael memanjat sebuah pohon dan mulai melacak keberadaan Aurel menggunakan kekuatan nya. Dengan lihai Rafael memainkan kedua tangannya diatas pohon sana.


Kurang lebih satu jam Rafael melacak Aurel, namun tidak ada tanda-tanda sama sekali.


"Apa mungkin Aurel tidak ada disini? kenapa keberadaan nya sangat sulit dilacak!! huh!" gumam Rafael. 'Gue juga penasaran, kenapa dia menghilang? apa mungkin dia tau dia akan diperebutkan?? semoga nggak terjadi apa-apa' batin Rafael.


Karena pencarian nya gagal, Rafael memutuskan untuk melihat keadaan Agatha.


"Bagaimana?" tanya Amel saat Rafael memasuki rumah. Rafael hanya menggeleng, "Gue penasaran sebenarnya kenapa dia berinisiatif untuk hilang?" tanya Rafael. "Mungkin Agatha tau?" tanya Amel lagi. "Ahh iya.. bagaimana keadaannya?". "Belum sadar.. lu tau kan, besok atau lusa dia baru sadar.. gue takut, itu terlambat" Amel mulai mengeluh.


"Mel.. gue udah cari kemana-mana, bahkan didunia manusia.. tapi nggak ada tanda-tanda Aurel!!" Rafael juga mulai putus asa. Mereka takut, pencariannya itu segera didahului orang lain ataupun bangsa lain. Karena itu akan sangat berdampak negatif pada bangsa serigala. Terutama pengurus istana.


"Lu cari dengan tangan kosong?". "Ya enggak lah!! gue nggak bodoh Mel! gue udah bener-bener lacak dia! bahkan gue minta bantuan Alvin buat cari dibagian wilayah" jelas Rafael sedikit geram. "Anehh!! mungkin hanya paman Argan yang tahu soal hal ini" Amel menyimpulkan.


"Agatha pasti tahu!!" ucap Rafael sembari menatap Agatha yang masih tertidur lelap. Entah mimpi apa dia. "Dia tahu! tapi apa kita masih punya waktu?" tanya Amel bingung. "Lu bener.. kita nggak punya waktu banyak! besok, terakhir besok kita harus segera mencari Aurel!!" ucap Rafael penuh keyakinan pada dirinya.


"Gue setuju..! lagian bocah kecil itu apa sih yang sulit!!" kesal Amel. "Masalah ini kan juga dimulai dari dia!! huh!" lanjut Amel lagi. "Nggak usah banyak ngeluh! lu mau Aurel jatuh ditangan para vampir?" tanya Rafael ikut kesal. "Hey! mana mungkin! secara, sekarang kan Aurel serigala! para vampir itu nggak mungkin berani mendekati Aurel!" bantah Amel. "Hm.. lu ada benernya juga, tapi masih salah".


"Gue tau,, tapi gue bener-bener curiga! takutnya dia mempunyai kekuatan yang nggak kita ketahui! itu akan lebih bahaya bukan?". "Kita hanya bisa menjawab saat Agatha terbangun dari tidurnya!" ucap Amel.


Tepat saat mereka selesai berbicara, Alvaro masuk ke dalam rumah dan membuat kedua orang itu terkejut bukan main.


"Alvaro!! sejak kapan lu disini?" tanya Amel menutupi kegugupannya. "Gue? baru aja? kenapa?" ucap Alvaro santai, rupanya dia tidak mendengar pembicaraan tadi. "Nggak! lu ngagetin kita aja!" kesal Rafael. "Lu lagi bahas sesuatu ya? ya maaf, kan gue nggak tau! tadi gue ngehindarin anak buah ayah gue!" ucap Alvaro.


"Jangan bilang mereka tau tempat ini!!! lu bego banget sih!! kalo lu tau lu dikejar!! mending lu cari tempat selain disini Var!!!" raut wajah Rafael berubah, antara khawatir dan kesal terhadap kecerobohan Alvaro. "Eh! sorry ya!! gue nggak se ceroboh itu! lagian mana mungkin gue bikin tempat ini terancam!" ucap Alvaro. "Udah udah!!" lerai Amel, mungkin dia lelah.. satu hari ini harus mendengar ocehan dua bocah ini!


"Var.. lu bisa nggak mempercepat kesadaran Agatha?" tanya Amel sedikit lirih, dia takut membuat Alvaro curiga. "Kenapa? ada yang mau lu sampein ke dia?" tanya Alvaro.


Belum melanjutkan perbincangan, tiba-tiba hari Agatha perlahan bergerak, menunjukkan tanda-tanda kesadaran. "Agatha!!" ucap mereka serentak.


Agatha mendudukkan dirinya dan bersandar pada dinding kamar. "Alvaro?" inilah kata pertama yang keluar dari mulut Agatha. "Iyaa.. saya disini.. bagaimana keadaan kamu?" tanya Alvaro lembut.


Agatha diam, dia menatap kedua sahabatnya.. matanya mengisyaratkan seakan berkata 'pergilah.. gue ingin bicara berdua dengannya'. Rafael dan Amel mengangguk faham, kemudian segera meninggalkan kamar yang ditempati Agatha.


"Tidakkah kamu menyesal menyuruhku berhenti Var?" Tanya Agatha. "Saya masih saya yang dulu, apapun yang sudah pernah saya lakukan, tidak akan saya sesali Tha.." ucap Alvaro. "Meski seandainya nyawa saya terenggut?" tanya Agatha memastikan jawaban Alvaro. Alvaro tersenyum, kemudian berkata "Thaa.. tidakkah kamu mengerti maksud saya? Agatha sangat mencintai perdamaian.. jangan hanya karena ego- ahh tidak.. saya tahu tentang dendam kamu.. tapi alangkah baiknya kamu menahan emosi, masalah pribadi harus diselesaikan secara pribadi pula" jelas Alvaro sembari mengelus rambut Agatha.


Agatha hanya terdiam mendengarkan jawaban Alvaro yang ada benarnya juga. "Saya tahu mengenai dendam kamu dengan Argan.. Agathaa saya mohon.. kedepannya sebelum bertindak tolong fikirkan dahulu, apa akibat dari perbuatan itu.. dan apa penyebab perbuatan itu.. " Ucap Alvaro. "Aku mengerti Var.. maafkan aku, aku terbawa emosi.." Agatha menundukkan kepalanya tanda penyesalan.


"Jangan pernah menyesali apa yang kamu lakukan.. kecuali itu perbuatan yang tidak benar" ucap Alvaro lagi. "Sudah?! bicaranya! Var.. lu keluar dulu deh mendingan.. gue- gue mau bicara dengan Agatha" ucap Amel yang masuk ke kamar tanpa mengetuk!


"Bicara? ahh baiklah.. kalau begitu kalian bicaralah, saya akan mencari makanan untuk Agatha" ucap Alvaro, lalu meninggalkan mereka bertiga didalam rumah.


"Ada apa?" tanya Agatha penasaran. Amel naik kekasur disebelah kanan Agatha.. sedangkan Rafael duduk ditempat Alvaro tadi. "Aurel.. dia-" belum sempat Amel berbicara, Agatha mengangguk mengerti. "Gue akan jelasin, tapi kecilkan suara kalian" jawab Agatha, dan mendapat persetujuan dari kedua pihak.


"Aurel terlahir dari rahim seorang manusia biasa, jadi dia memang bukan murni keturunan bangsa serigala.. tapi di semua diatasnya adalah keturunan bangsa serigala, sedangkan paman Argan, dia merupakan bangsa vampir! Sebenarnya Aurel memiliki tiga darah didalam tubuhnya, darah itu dapat menyesuaikan keberadaan nya.. darah manusia, vampir dan serigala bersamaan mengalir di dalam pembuluh darah.. oleh karena itu dia menjadi sasaran kita selama ini.." jelas Agatha. Dia menghela nafas sebelum melanjutkan kalimatnya.. "Ada saat dimana Aurel menjadi serigala, vampir ataupun manusia biasa.. kekuatan serigala bukan karena gigitan seseorang, melainkan dari keturunan diatasnya.. tetapi menurut mendiang ibu gue, darah serigala di tubuh Aurel akan memuncak saat dia berumur 16 tahun.. kalo dihitung-hitung sekarang umurnya sekitar 10 tahun!".


Amel dan Rafael mendengarkan dengan seksama semua penjelasan Agatha. "Kalian mencari Aurel?" tanya Agatha. "Sebelum dia jatuh ditangan orang yang salah kita harus mendapatkan nya" jawab Rafael. "Lu ngira lu bener? lu pikir lu bukan orang yang salah? lu dapetin Aurel buat memperkuat bangsa serigala?" tanya Agatha berkali-kali. "Lu salah Raf! salah besar!! kenyataannya, Aurel akan menghancurkan dunia kita!! dia bukan manusia biasa ataupun serigala dan lain semacamnya! dia lah yang akan mengawali peperangan dan juga mengakhiri kehidupan! dialah penghancur ketiga bangsa! kesimpulan nya, sebelum semua itu terjadi! kita harus memusnahkan Aurel!" Agatha menjawab pertanyaan nya sendiri.


________


Night guyss! jangan lupa like 👍🏽, coment 💬, vote ☑️, dan tekan favorit 🖤