
Keesokan paginya, para serigala berkumpul dan berdiri di halaman istana dengan sangat rapi. Athaya dan kelima anak buah kepercayaannya juga hadir disana.
Agatha masih berada didalam istana, ia sedang berbicara dengan Aurel. "Jadi- bagamana?" tanya Agatha setelah perbincangan mereka. "Baiklah.. Aurel setuju, ini demi kak Rafael.. karena kemarin dia udah ajarin Aurel, sekarang Aurel harus bantu dia kan?" ucap Aurel yakin. "Baiklah, tetap di sini... kakak akan menyuruh beberapa pasukan membantu kamu, jangan keluar dari istana sebelum kakak kembali.. paham?" tanya Agatha.
Aurel mengangguk, "Kakak hati-hati.. jangan terluka lagi" ucap Aurel mengkhawatirkan keadaan kakaknya. Ia takut hal seperti kemarin akan terulang lagi. "Kalau tidak tahan, jangan memaksakan diri.. kakak tau kekuatan kamu belum pulih sepenuhnya.. jangan keluarkan aura lain selain dari kami" ucap Agatha memastikan.
"Aurel belum mengerti, tapi jika ada yang aneh dalam diri Aurel.. dengan segera akan Aurel hentikan!" ucap Aurel. Agatha tersenyum, lalu berjalan keluar istana dengan beberapa orang dibelakangnya.
"Untuk pencarian, biarkan saya, Athaya, Alvin dan 10 anak buah dari selatan" ucap Agatha. "Untuk serigala utara, saya harap dapat membantu Aurel didalam istana.. disana juga ada beberapa serigala lainnya" lanjutnya.
Athaya dan Alvin mengangguk mengerti dengan ucapan Agatha. Athaya kemudian menyuruh kelima anak buahnya untuk masuk kedalam istana. Sedangkan dia,Agatha dan Alvin menuju ke hutan.
"Kita bertiga cari ke pinggir tebing.. kalian cari lah disekitar perbatasan dan goa goa" ucap Agatha menatap anak buahnya sekilas. "Baik!" ucap mereka serentak, kemudian melaksanakan perintah Agatha.
Agatha berjalan sedikit cepat, menyusuri tebing-tebing yang curam.. dia khawatir mereka jatuh disana. "Tidak akan ada disini Thaa.. tidak mungkin dengan kekuatan mereka, mereka bisa jatuh ke bawah sana" ucap Alvin.
"Gue setuju sih.. gue ragu kalo mereka ada dibawah.. kalo seandainya ada- mereka pasti bukan jatuh ke dasar jurang.. melainkan masih ada di dekat-dekat sini" sahut Athaya. "Akan kita buktikan" ucap Agatha.
Agatha merubah dirinya menjadi serigala, dan terjun ke dasar jurang dengan kakinya yang cepat. Athaya dan Alvin kaget! 'ceroboh sekali!' batin Alvin. Tak lama setelah saling bertatap mata, mereka berdua menyusul Agatha kedalam jurang.
Belum sampai ke dasar, mereka berhenti tiba-tiba. Agatha berubah kembali menjadi manusia. "Ada apa?" tanya Alvin. Agatha hanya terdiam, sembari memegangi pergelangan kakinya. Alvin tersadar akan sikap Agatha dan menghela nafas. 'tau sakit! masih aja keras kepala!! apa dia benar-benar ratu serigala? huh!!' umpat Alvin didalam hati.
"Lu baik-baik aja Tha?" tanya Athaya. "G-gue gapapa kok santai aja.. yaudah yuk lanjut" ajak Agatha. "Perlahan bukan berarti kita nggak akan menemukan mereka Tha.. perlahan membuat kita semakin teliti" ucap Alvin. Dia menasehati Agatha secara tidak langsung.
Agatha mengangguk dan berjalan pelan-pelan menuju dasar. Athaya yang bingung dengan mereka hanya bisa menggeleng, dan menyusul dibelakang.
Satu jam berlalu mereka menelusuri tempat tersebut. Tiba-tiba tak jauh dari tempat mereka berdiri, terdengar suara tangisan yang sangat jelas ditelinga mereka.
"Tu-tunggu kalian mendengar nya?" tanya Agatha seraya melihat di sekelilingnya. "Nggak mungkin ada manusia kan?" tanya Alvin memastikan. Athaya mendengarkan sesuatu yang sangat kuat. Dia lalu mengajak Agatha dan Alvin mencari arah suara tersebut.
"Nggak jauh dari tempat kita.." ucap Athaya. "Apa mungkin-?" Agatha bertanya-tanya, tidak mungkin itu mereka kan? namun kalau memang mereka kenapa? bukankah semakin bagus? akhirnya Agatha menemukan mereka berdua setelah dua hari menghilang. Tapi kenapa rasanya, tubuh Agatha bergetar hebat mendengar tangisan itu?
Mereka bertiga menemukan sebuah lubang yang lumayan dalam didekat pohon yang juga cukup besar. "Rafaeell!!! Amell!!!" teriak Agatha. Alvin menatap Athaya sekilas, lalu mereka berdua ikut membantu Agatha berteriak memanggil nama Rafael.
"RAFAELLL-!!!" teriak mereka. "AMELL-!!" Lanjut Agatha. Benar-benar ada seseorang didalam sana!! dia melempar sebuah batu ke atas permukaan tanah!. Agatha menjadi semakin khawatir. "RAFAEL-!! JIKA ITU KALIAN! TOLONG LEMPAR DUA BATU-!!" Teriak Agatha. "JIKA BUKAN KALIAN! JANGAN LEMPAR APAPUN-!!" lanjutnya.
"Apa akan berhasil? kenapa kita tidak langsung masuk saja?" tanya Athaya. "Akan berbahaya jika tidak ada kepastian dari dalam sana" sahut Alvin.
Dua buah batu terlempar dari dalam lubang itu. Mata Agatha berbinar penuh harapan. Akhirnya! mereka ditemukan dan mereka pasti baik-baik saja!!
"RAFAEL-! TETAP DIDALAM! KAMI AKAN MENOLONG KALIAN-!!" Teriak Alvin. "Kita harus cari tali" ucap Agatha. "Carilah dua utas tali.. salah satu dari kita harus turun terlebih dahulu untuk melihat keadaan mereka" ucap Athaya.
"Gue akan turun" ucap Alvin. Agatha dan Athaya mengangguk serentak. "Hati-hati" ucap Athaya. "Emm".
Sampai di tempat terjebaknya Rafael dan Amel, Alvin turun dan terkejut mendapati sosok Amel yang tidur dengan bibir pucat. Bukan hanya itu, baju mereka juga sudah rusak total. Tidak seperti baju yang seharusnya digunakan. Baju yang penuh tanah dan sobek dengan sesuatu. "Raf.. lu baik-baik aja kan?" tanya Alvin, sembari membantu Rafael berdiri.
Alvin menatap Amel. "Amel? tidur?" tanya nya. Rafael menggeleng lemah. "Pingsan?" tanyanya lagi dan Rafael menggeleng lagi. "Jangan bilang-" ucapannya terhenti seketika. "Ma-maaf Mel.. gue nggak bisa ngelindungin lu" gumam Rafael yang masih terdengar jelas di telinga Alvin.
"Sebenarnya apa yang terjadi Raf?! Ahh! lebih baik lu ke atas sekarang, Agatha nungguin lu" ucap Alvin. "Bawa Amel dulu" ucap Rafael. Alvin mengangguk, lalu mereka mengikatkan tubuh Amel ke akar pohon tadi.
Setelah selesai, Alvin menarik akar itu pelan. Agar Athaya dan Agatha tau mereka harus menarik talinya.
Begitu Amel sampai di permukaan, wajah Agatha langsung basah oleh air mata. Air mata yang tak pernah bisa berhenti. Dia berusaha membangunkan sahabatnya yang sedang bermimpi indah.
Athaya sendiri, dia menatap dua orang pria yang baru saja keluar dari lubang maut. Rafael menghampiri Agatha dan merangkul pundaknya. "Thaa.. maafin guee, gu-gue bener-bener minta maaf" ucap Rafael terbata. Agatha diam, dia terus saja menangis dengan keras.
Agatha tau Amel terah pergi untuk selamanya. Agatha sangat terpukul.. "AMELL-!! BANGUN!! JANGAN TIDUR TERUSS-!! hiks AMELLL-!!! BANGUN!! INI GUEEE-!!" teriak Agatha keras disamping mayat sahabatnya. Karena tidak tega, Rafael memeluk tubuh mungil Agatha dengan erat. "Heyy!! ja-jangan menangis lagi.. Amel berpesan, ti-tidak ada yang boleh menangisi kepergiannya.. jangan buat dia sedih melihatmu seperti ini Thaa" ucap Rafael. Dia ingin menangis, namun dia tahan.. didepan Agatha, dia harus menjadi sosok pria yang kuat.
"RAFAEL-!! AMEL KENAPAA-!! hikss KENAPA AMEL MATII!!! SIAPA YANG MELAKUKAN INI hikss.. MAAF! KA-KALAU SAJA KEMARIN GUE NGGAK PULANG KE ISTANA, PASTI KALIAN SELAMATT!!" teriak Agatha didalam pelukan Rafael.
Pedihh.. kenapa dia harus kehilangan orang-orang yang begitu menyayangi nya dengan tulus? sedangkan.. seseorang yang dia benci, sangat sulit untuk pergi?
Kepergian ayahnya, Ibunya, dan Amel.. kenapa semuanya harus Agatha? hatinya benar-benar hancur! nafasnya terengah-engah karena tangisan yang tak kunjung berhenti.
"ARRRGGHHHH-!! Kenapa hikss.. ke-kenapa harus Amel?" ucapnya semakin lirih. "Agathaa.." panggil Rafael lembut dan nadanya terdengar sedikit bergetar.
Athaya dan Alvin hanya bisa terdiam sambil beberapa kali menyeka air matanya yang jatuh.
'Didalam sebuah kehidupan, pasti akan selalu ada pengorbanan.. dan ini, akan menjadi pengorbanan terkenang sepanjang masa ... Amel- lu tenang ya disana .. gue nggak tau kenapa lu bisa kayak gini.. tapi- bukti yang ada di badan lu, akan menjadi bukti yang kuat' batin Athaya. Matanya terlihat merah, antara marah dan sedih menyelimutinya.
____________________________________________________
***Aaaaa Amelll:( kasian bangett ygy..
By the way.. kenapa Amel bisa mati ya? sedangkan Rafael masih hidup dan sehat didalam lubang? and kenapa mereka bisa ada didalam sana? tidak mungkin tidak ada yang melakukan bukan?
Penasaran nggak? siapa yang melakukan ini semua? and bukti apa yang dimaksud Athaya? ahh jadi bingung 😕
Hahaha><
Don't forget to like 👍🏽 coment 💬 vote ☑️ and tekan favorit 🖤***