BLOOD OF A VAMPIRE

BLOOD OF A VAMPIRE
Keluarga Bara



"Ayahh!! Alvaro nggak bermaksud untuk berkhianat dari bangsa vampir! ayah harusnya tau dong perasaan Alvaro!" tolak Alvaro mentah-mentah, sewaktu Bara memintanya menjauhi wanita kemarin.


"Perasaan? Alvaro!! kamu itu seorang vampir! dan seorang vampir tidak pernah memiliki sebuah perasaan!!! ingatt!! kamu itu pangeran vampir!" bentak Bara, Saat ini emosinya sudah berada dipuncak. "Ayahh, Ayah harus ingat! Sebelum saya menjadi pangeran vampir! dikehidupan sebelumnya, saya adalah Manusia! manusia yang memiliki perasaan ayah!". "Saya tahu kamu dulu manusia!! tapi dengan status kehidupan sebelumnya kamu manusia! kamu tidak bisa beralasan untuk mendekati dia Alvaro!!". Sebelum Bara menjadi semakin marah, perkataan Alvaro yang selanjutnya segera dicegah dan dia dibawa pergi oleh Nathan.. saudara angkatnya yang ketiga.


Jadi keluarga Bara itu memiliki 7 anak, yaitu : Andra, Michelle, Nathan, Keenan, Arlene, Alvaro, dan Arrabelle. 1 dari mereka merupakan anak kandung Bara, ia adalah Alvaro. Sedangkan ke-enam lainnya merupakan anak yang diangkat oleh Bara beberapa ratus tahun silam.


Selepas membawa Alvaro pergi, Nathan langsung melampiaskan amarahnya. "Alvaro-!! lu tu kenapa sih! nggak pernah nurutin apa kata ayah! apa salah ayah sama lu hah!". "Nggak pernah nurutin lu bilang?! heh denger ya! gue selama ini tu, udah nurutin apapun perintah dari ayah!! lu nggak usah sok tau deh jadi orang!!" tak terima dibilang pembangkang, Alvaro pun juga terbawa emosi.


Tak butuh waktu lama untuk berdebat, kedua saudara tersebut langsung saja mengadu kekuatan masing-masing. Alvaro yang kekuatan nya lebih besar dibanding Nathan, bisa sangat mudah melawan saudaranya itu. Sedangkan Nathan, dia sempat kewalahan.. namun dia mempunyai kelebihan dapat menebak serangan lawan. Jadi, tidak banyak serangan Alvaro yang berhasil mengenai tubuhnya. Secara tenaga dalam, mungkin Nathan memang pasti kalah, namun jika itu tentang fisik, Nathan mungkin yang pertama memenangkan pertarungan tersebut.


"STOPP-!!! kalian apa-apaan sih!! kalian bukan anak kecill!! jangan memperdebatkan sesuatu yang tidak penting!" Marah Michelle sembari mengeluarkan kekuatan nya untuk membuat kedua adiknya terpental satu sama lain.


Akhirnya pertarungan Alvaro dan Nathan pun terhenti, karena saudara yang lain juga ikut berkumpul. "Nathan! cukup! lu kenapa sih!!" tanya Arlene yang tidak tahu permasalahan mereka. "Kenapa? lu tanya aja ke adek lu tersayangg itu!!" jawab Nathan sewot. "Maksud lu apa!! hah!! okee finee! lu bilang gue pembangkang kan? OKEEE! kalo gitu lu aja yang turutin kemauan ayah!! SEMUANYA!!" kali ini emosi Alvaro tidak tertahankan lagi, didalam hatinya ia sangat marah kepada Nathan. Namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa, karena bagaimanapun juga, Nathan merupakan saudara nya.


"CUKUPP ALVARO! NATHAN!! KALIAN BUKAN ANAK KECIL LAGI!! BISA NGGAK BERTINDAK LEBIH DEWASA!!!" teriak Andra, anak pertama Bara.


Mengapa Andra bisa jadi anak pertama, namun Alvaro yang merupakan anak kandung Bara malah menjadi anak ke-enam? jadi begini, di sistem keluarga Bara.. Bukan pertemuan yang menentukan siapa yang lebih tua dibanding yang lain. Namun umur, karena umur Andra lebih tua dari yang lain, maka Andralah yang jadi anak pertama. Meskipun Alvaro adalah anak kandung Bara dan seharusnya dialah yang menjadi anak pertama.


Sebelum melanjutkan perkataannya, Andra menarik nafas panjang "Nathan! tolong jelaskan! apa yang sebenarnya terjadi!" pinta Andra. "Kenapa tanya gue!! dia lebih tau apa yang terjadi Ndra!!" bentak Nathan yang masih diselimuti amarah. "GUE NANYA SAMA LU! BUKAN SAMA ALVARO! JADI JAWAB AJA PERTANYAAN GUE!!" Teriak Andra lagi, yang berhasil membuat para adik-adik nya bungkam seketika.


"Gue cuman nggak terima Alvaro buat ayah semarah tadi! hanya karena cintanya pada ratu serigala!" ucap Nathan dingin. "Maksud lu Agatha?" tanya Arlene sembari menatap adiknya, Alvaro. "Len.. Lu harusnya ngerti perasaan gue gimana kan?" tanya Alvaro balik kepada kakaknya. Memang hubungan Alvaro itu lebih dekat dengan Arlene dibanding dengan yang lain.


Arlene menghela nafas berat --- "Varo.. gue tau lu cinta sama dia, tapi takdir berkata lain.. dia ratu serigala Var! lu nggak bisa berbuat apa-apa.. kalaupun lu memaksa bersatu, itu tidak mungkin kan? Kecuali lu gigit dia, dan jadikan dia vampir" usul Arlene, kalimat terakhir diucapkan Arlene dengan lirih. Takut membuat adiknya tersinggung.


"Nggak akan pernah Len.. gue nggak akan pernah ngerubah dia jadi vampir! sampai kapanpun! gue juga nggak bermaksud berkhianat". "kalo gue bisa nyerahin tahta gue sebagai pangeran vampir, maka gue serahin! asal gue bisa bersama dengan Agatha!" lanjut Alvaro.


"Nggak gitu caranya buat lu bisa bersatu! gue tau emang sesuatu yang diperjuangkan itu butuh pengorbanan! tapi nggak gitu Var! ada cara lain, namun cara itu hanya diketahui oleh satu orang". "Siapa Len!? tolong kasih tau gue!" tanya Alvaro spontan, karena dia sangat penasaran siapa sosok yang bisa menyatukan dia dan kekasihnya. "Ayah" Jawab Arlene singkat. "lu harus bisa luluhin hati ayah, agar lu bisa bersatu dengan Agatha".


"Heh!! lu apa-apaan Len! kok lu malah dukung dia sih!!" kemarahan Nathan yang tadinya sudah mereda, sekarang kembali memuncak! "Lu pernah nggak rasain apa yang dirasain Varo? Pernah nggak hidup lu selalu dikekang ayah? Enggak kan! lu pikir jadi pangeran vampir mudah Nath! sama sekali enggak! dari dulu! Varo nggak ada niatan buat jadi penerus tahta! namun karena paksaan ayah! dia akhirnya mau!" jelas Arlene kepada Nathan.


"Lenn.. makasih buat dukungan lu selama ini.. gue akan berusaha yang terbaik untuk bisa bersatu dengan Agatha." ucap Alvaro lembut. Tidak berkata apa-apa, Arlene dan yang lain meninggalkan Alvaro begitu saja. Mereka juga mempunyai urusannya masing-masing. Dari menjaga perbatasan, sampai mengawasi jalannya pertahanan di kalangan vampir. Ada juga yang bertugas mengawasi vampir liar yang berkeliaran di dunia manusia untuk mencari mangsa.


Bara, sekarang dia sedang menemui Argan. Bertanya-tanya tentang bagaimana kemajuan lawannya, yaitu bangsa serigala."Semuanya aman raja, namun bangsa serigala juga tak terlihat lengah.. jadi saya tidak bisa masuk sembarangan" ucap Argan. "Tidak masalah, nanti malam.. saya sendiri yang akan bertindak" ucap Bara dengan menunjukkan gigi taringnya, yang siap memakan siapa saja.


"Baiklah.. saya pamit raja.. ada yang harus saya urus didepan" pamit Argan, lalu mendapatkan isyarat tangan Bara.. yang menyuruhnya segera pergi dari ruangan pribadi Bara.


Kembali ke Alvaro, dia sekarang berada sangat jauh dari istana tempatnya tinggal, ataupun dari kawasan yang biasa ia tempati.


"Bisakah? sementara tadi, gue udah bikin ayah marah besar? nggak! gue harus bisa! gue harus susun rencana mulai sekarang" gumam Alvaro.


Hari sudah menjelang siang, dan matahari bersinar begitu terik hari ini.. hal itu membuat para vampir tak berani keluar istana, karena takut terbakar oleh sinar matahari. Namun tidak dengan Alvaro, dia tetap berada di luar istana meski sinar matahari telah menyentuh kulitnya yang mulus.


Alih-alih pergi berteduh, dia malah berdiri di tengah teriknya matahari. Anehnya, tubuh Alvaro sama sekali tidak terbakar. Dia leluasa berjalan kesana-kemari. Mungkin karena sebelumnya dia adalah manusia? ataukah karena dia pangeran vampir? jawabannya hanya ada pada diri Alvaro seorang.


"Akan gue buktiin kalo cinta gue ke Agatha selama ribuan tahun nggak pernah hilang sepeserpun pun!! gue masih Alvaro 20.000 tahun yang lalu!!" ucap Alvaro didalam hatinya. Sangat kecewa dengan keadaannya yang sekarang. Dia berpikir, pasti sekarang Agatha juga merasakan hal yang sama. Agatha pasti memikirkan sebuah cara agar bisa bersatu dengan dirinya.


"Biarkan kita jauh dulu Thaa.. suatu saat nanti, gue benar-benar akan buktiin ke dunia! jika pangeran vampir dan ratu serigala bersatu! maka akan tercipta sebuah perdamaian di ketiga bangsa".


______________


***Haii guysss sejauh ini, gimana tanggapan kalian? maaf kalau nggak nyambung atau alurnya berantakan... mohon dimaklumi, because author juga masih belajar😁><


oh iyaa!


jangan lupa like 👍🏽, coment 💬, vote ☑️ and tekan favorit 🖤


See you dii episode selanjutnya 😋***