
Sesampainya di istana, Agatha menyuruh Alvin untuk menguburkan mayat Amel. Istana yang megah dan penuh warna ini terlihat suram.. Berkat kain-kain hitam dan putih yang bergelantungan diatas.
Agatha masih tenggelam dalam kesedihannya. Dia menyendiri di kamarnya. Sedangkan Rafael, dia juga sibuk mengurus pemakaman Amel bersama Aurel.
Athaya, wanita obat ini sedang melakukan sesuatu di kamarnya. Dia terlihat membawa benda yang sudah terlihat kumuh, mungkin dia berusaha mengembalikan benda itu seperti semula?
'Gue seperti pernah melihat benda ini.. tapi dimana?' tanya nya dalam hati.
Cukup lama Athaya memandangi benda tersebut. Kemudian dia bergegas menyimpan nya didalam kotak, saat ada suara ketukan pintu.
"Siapa?" tanya Athaya. "Alvin" jawabnya singkat. Karena sudah tau siapa yang datang, Athaya segera membukakan pintu untuk Alvin.
"Ada apa?" ucapnya ditengah pintu. "Lu- udah selesai?" tanya nya. "Belum.. tapi gue rasa itu sangat familiar.. nggak tau kenapa, gue mencium aroma yang sangat sulit ditebak.." ucap Athaya.
"Gue curiga, kecelakaan ini tidak semudah itu.. pasti ada sesuatu di baliknya" ucap Alvin. "Hmm.. gue akan cari tau.. tapi gue rasa benda ini sulit". "Gue akan kesana, dan ambil beberapa benda lagi.. kalau ada, jika nggak ada gue akan ambil segenggam debu yang ada disana.. lu bisa kan dengan media debu?" tanya Alvin. Athaya pun mengangguk. "Gue bisa.. lu hati-hati.. disana banyak aroma yang sulit ditebak.. mungkin kalo lu, akan sulit untuk masuk dan mencari tau" jelas Athaya.
"Gue akan berusaha agar bisa masuk dan keluar dengan selamat" ucapnya penuh keyakinan. "Pegang omongan lu" ucap Athaya singkat. Lalu segera menutup pintu dan melanjutkan aktivitasnya.
Sudah larut malam, kondisi ruang tengah istana juga terlihat sangat mencekam. Hanya ada dua orang disana,ada satu pria dan satu gadis. Namun kenapa kelihatannya sangat menyeramkan?
"Jelaskan semuanya" ucap seorang gadis yang memakai pakaian serba hitam. Akhirnya pria itu menjelaskan semuanya. Entah itu benar atau tidak, sekarang dia hanya membutuhkan kepercayaan dari seseorang didepannya.
"Lu terlihat begitu ceroboh" ucap gadis itu dingin. "Bukan begitu.. lu pikir, gue nggak merasa kehilangan? lu pikir gue seneng lihat dia mati dengan cara yang begitu menyedihkan? Lu nggak tau perasaan gue Thaa!! Lu juga nggak bisa semudah itu untuk nyalahin gue!" ucap pria itu, yang tak lain adalah Rafael.
"Gue tau lu sedih.. cuman gue kurang mengerti aja kenapa lu nggak lindungin dia?" tanya Agatha. "Gue nggak sadar Thaa!! waktu gue terbangun, gue udah ada didalam lubang dan tubuh Amel dingin seperti es! hal terakhir yang dia katakan, lu tau nggak! dia bilang 'Jangan nangis dihadapan mayat gue! jangan cari siapa pelakunya!' gue tanya ke Amel! tapi dia tetap memilih diam! gue nggak tau apa maksud dia bilang begitu!" ucap Rafael meninggikan nada bicaranya.
'Mel.. gue janji akan mencari keadilan buat lu.. nyawa harus dibalas menggunakan nyawa, gue nggak butuh orang lain.. hanya Athaya dan Alvin, gue butuh mereka.. ucapannya tadi didalam kamar, gue rasa ada benarnya juga.. kalau dia memiliki barang bukti tersebut.. gue pasti bisa mudah mencari pelakunya' batin Agatha.
"Keluar dan istirahat lah Raf.." ucap Agatha sedikit melembut. "Lu nggak istirahat? tubuh lu masih lemah.. lu mau gue ambilin makan nggak?" tanya Rafael. "Nggak usah, gue baik-baik aja kok.. besok, gue minta lu buat tetep berada di kamar. Jangan keluar sebelum gue suruh" ucap Agatha. "Tapi- kenapa?" tanya Rafael kebingungan. "Lu mau bantah gue?" tanya Agatha dingin.
Rafael terdiam, dia masih tidak tau alasan Agatha mengurungnya. Ia hanya menebak, mungkin Agatha tidak ingin dia terlibat dalam mencari pelaku pembunuhan? hmm mungkin memang itu. Pikirnya.
Setelah cukup lama melamun, Rafael kembali sadar.. dan segera pamit untuk kembali ke kamarnya. Ia juga berkata kepada Agatha untuk menyuruhnya berhati-hati dalam bertindak.
'Diamlah dikamar, selagi lu diam.. ini akan lebih mudah Raf, gue tau lu diselimuti oleh dendam.. sedangkan menurut gambaran lu, ada seseorang yang ada di benak gue sekarang! entah dia atau bukan.. hanya gue yang akan membayarnya, bukan orang lain' ucapnya dalam hati.
***Udah dulu ya guyss.. Thanks buat yang udah mau baca..
Maaf kalau ceritanya nggak nyambung dan membosankan, ini hanya hobi author, maaf kalau alurnya juga berantakan..
btw author takut nulis novel yang ini akan berhenti ditengah jalan, karena kesibukan Author.. juga karena suatu hal.
yaudah, kalo beneran berhenti gapapa ya guys🙏🏼 maaf lagi dan lagi..
btw
Jangan lupa like 👍🏽 coment 💬 vote ☑️ dan tekan favorit 🖤***