BLOOD OF A VAMPIRE

BLOOD OF A VAMPIRE
Kemana mereka?



"Setelah pengumuman ini, pasti sudah sampai ke telinga para vampir melalui pembicaraan serigala-serigala sekitar.. apa lu siap dengan- Alvaro?" tanya Amel.


Agatha hanya mengangguk, dia yakin Alvaro tidak akan berpikiran seperti kebanyakan vampir lainnya. Alvaro adalah orang di masa lalu.. dan pikirannya tidak akan sesempit itu bukan?


"Kakak.. Aurel boleh keliling?" tanya Aurel. "Iya boleh, Tapi Aurel jangan melewati perbatasan ya?? kalau Aurel ingin sesuatu panggil saja kak Amel atau kak Rafael paham?" jelas Agatha sembari tersenyum. "Paham!" ucap Aurel antusias.


Setelah mendapat izin dari kakaknya, Aurelpun pergi meninggalkan istana. "Gue tau dia keponakan lu.. tapi Thaa.. lu bener-bener udah yakin dengan keputusan lu?" tanya Rafael memastikan. "Tadi lu dukung gue, sekarang kenapa bertanya begitu?" tanya Agatha. "Raf! gue nggak mau lu jadi orang yang munafik.. didepan lu dukung gue, but dibelakang lu ragu sama gue" jelas Agatha dingin.


"Thaa maksud gue nggak gitu! gue cuman memastikan.." ucap Rafael panik, takut Agatha marah kepadanya. "Raf udah.. mending lu pergi jaga putri Aurel" ucap Amel cepat. Rafael sempat menolak, namun melihat raut wajah Amel yang memelas, takut Agatha marah. Rafaelpun mengangguk dan segera pergi meninggalkan mereka berdua di istana. Ahh bukan berdua, ada beberapa prajurit penjaga disana.


"Emm.. Thaa yaudah gue keluar dulu yaa, gapapa kan?" tanya Amel hati-hati. Agatha tersenyum dan berkata "Kalau bosan pergi aja Mel.. gue nggak maksa lu buat tetep disini haha" ucapnya sambil tertawa kecil.


"Lagian gue juga mau ketemu Alvaro" lanjut Agatha. "Alvaro lagi Alvaro lagi!!" kesal Amel. "Hahaha iri yaa.." ejek Agatha melepaskan tawanya. "Huh!!" desis Amel lalu segera pergi meninggalkan Agatha yang menyebalkan baginya


Sambil berjalan dia bergumam dengan suara yang lirih, namun masih kelas terdengar di telinga Agatha. "Alvaro Alvaro dan Alvaro! kapan dia punya waktu buat kita bertiga huh! sejak bertemu Alvaro, melupakan persahabatan kita yang lebih lama dari hubungannya!!".


'Dia ada benarnya.. beberapa tahun terakhir ini, gue sibuk dengan Aurel dan Alvaro.. gue sampai melupakan dua sahabat gue ini.. apa dia marah ya? umm- atau gue bikin kejutan buat mereka? tapi apa?? gue nggak sepintar itu sayangnya' batin Agatha bingung.


"Ahha!!!" ucap Agatha bersemangat. "Gue punya ide!" ucapnya dengan dirinya sendiri. "Hey! kau!!" Agatha memanggil salah satu penjaga ruangan.


Tanpa basa-basi, penjaga tersebut langsung saja menemui Agatha. "Ratu memanggil saya?" tanya penjaga tersebut dengan sopan. "Hmm.. saya ada tugas, tolong ajak beberapa serigala lagi untuk berburu di hutan.. bawa pulang kelinci sebanyak-banyaknya, ahh! kalau ada ambil 3 yang masih hidup" pinta Agatha.


Penjaga itu memiringkan kepalanya, permintaan ratunya kali ini anehh! biasanya Agatha akan memintanya mencari orang, atau membunuh orang.. sekarang? dia memintanya membunuh hewan? dia sendiri tau, Agatha jarang memakan daging mentah.. apalagi itu daging kelinci! Agatha sendiri sangat suka dengan kelinci.


Sebelum Agatha sadar dia terdiam sedari tadi, dia lalu berkata "A-ah baiklah ratu.. akan saya jalankan perintah dari ratu" ucap penjaga itu, kemudian ia mundur beberapa langkah dan baru pergi meninggalkan Agatha di kursinya.


'pesta daging kelinci! huh! itu kasihan, tetapi makanann inilah yang paling disukai Amel dan Rafael!' batin Agatha.


"Gue harus siapin tempatnya, and cari hadiah buat mereka.. ini akan menjadi pesta kedua setelah beribu-ribu tahun lalu" ucap Agatha lagi, sebelum ia pergi dari istana.


Disisi lain, Rafael sedang duduk diatas sebuah pohon.. bukan tanpa alasan! dia sedang mengawasi sosok anak kecil yang ada dibawah pohon sana.. dia sedang bermain dengan seekor burung yang hinggap ditangannya.


'tidak salah Agatha menyukai dan berusaha melindungi nya.. selain dia lucu, dia juga mulai bisa menguasai kekuatannya.. pada akhirnya burung itu tidak terluka, melainkan duduk tenang diatas tangannya' batin Rafael tersenyum.


'mungkin dia cocok denganku.. ahh! gue punya ide!kalau hanya Agatha yang berusaha merubahnya, itu kemungkinan hanya berhasil 70%!! jadi gue harus bantu dia! supaya berhasil merubah Aurel 100% menjadi serigala yang baik.. dan menghilangkan darah vampir yang mengalir dalam tubuhnya!! demi Agatha dan demi dunia Raf!' Batin Rafael lagi.


Setelah memutuskan, Rafael kemudian turun dari pohon dan mengejutkan Aurel. Tidak hanya itu, burung ditangan Aurel juga terbang karena kaget. "Paman jelek!! kenapa paman mengejutkanku" kesal Aurel. Rafael terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebelum dia menyadari akan sesuatu. "Tu-tunggu! Paman!!! huh!! apa gue terlihat tua haa!!" kesal Rafael.


"Umurnya sih Aurel nggak tau, tapi kalo wajahnya emang udah tua" ucap Aurel terang-terangan dan membuat Rafael semakin kesal akan sifat anak itu.


'Memang terlihat cocok bukan? mereka terlihat seperti keluarga yang tanpa seorang ibu.. Rafael,gue harap lu bisa ngerubah dia 100%.. buat dia merasa kalau kasih sayang lu lebih besar.. lu bisa kok jadi ayahnya kapan aja!' Batin seseorang yang tersenyum dari balik pohon.


Sedari tadi dia mengawasi Aurel dan Rafael yang sedang bercakap-cakap di bawah pohon. Dia bahkan berhasil mendengarkan suara mereka dengan jelas.


Siapa yang mengawasi mereka berdua? atau kah- seseorang yang menyukai Rafael dalam diam??


Agatha masuk ke sebuah toko baju di dekat rumahnya. Setelah mencari-cari dan mendapat yang cocok, Agatha segera membayar dan membawa beberapa baju itu kembali ke istana.


Bukan hanya itu, untuk merayakan persahabatannya, Agatha juga menyiapkan tempat yang amat indah didalam istananya. Terdapat 3 kursi disana.. dan satu buah meja besar didepannya.


Diatasnya juga ada beberapa makanan lezat.. seperti daging kelinci yang diolah, ataupun yang mentah! ada beberapa kelinci hidup yang dibiarkan berkeliaran disekeliling ruangan.


Bukan hanya tiga,.melainkan sekitar 10 ekorr!! wahh! anak buah Agatha memang luar biasa!


Suasana didalam istana juga sejuk, hening dan tentunya terlihat menawan. Setelah semuanya siap, Agatha meminta kepada Alvin untuk memanggil kedua sahabatnya sekaligus menjaga dan menidurkan Aurel.


Agatha telah menunggu 1 jam diistana. Namun kedua sahabatnya tak kunjung datang. Agatha mulai khawatir dengan mereka. "sudah larut.. biasanya jam segini mereka sudah kembali! apa jangan-jangan terjadi sesuatu? Rafael, Amel kalian dimana!" ucap Agatha penuh dengan kekhawatiran.


"Vinn.. Alvin!" panggil Agatha. "Ada apa?" tanya Alvin sesudah datang ke ruangan tersebut. "Dimana Rafael dan Amel? bukankah tadi penjaga bilang mereka akan segera datang?" tanya Agatha. "Rafael? gue belum ketemu sama dia, terakhir ketemu dia sedang bersama Aurel tadi siang" jelas Alvin.


"Huh!! gue khawatir mereka kenapa-kenapa.. lu bisa nggak cari mereka?" tanya Agatha. Alvin menatap meja hidangan dan sekitar ruangan yang dipenuhi balon dan beberapa kelinci, lalu kembali menatap Agatha. "Jangan khawatir.. gue pasti temuin mereka, dan akan menyuruh mereka segera kesini.. mending lu tanya ke Aurel dulu kemana Rafael pergi.." ucap Alvin, sebelum ia meninggalkan istana.


____________________________________________________


**Wow!! pestanya gagal apa gimana nih? wahh wahh si Rafael sama Amel kemana sih! masak pergi disaat-saat penting begini ..


Awass nanti Agatha ngamokk woii!


Kira-kira mereka pergi kemana sih? apa mungkin ke hati author?><


udahh udahh.. next nanti kalau nggak besok yaaa


don't forget


like 👍🏽 coment 💬 vote ☑️ dan tekan favorit 🖤**