
Tepat pada jam 12 malam, Agatha dan yang lain segera melaksanakan tugasnya masing-masing. Setelah Agatha melolong memberi tanda, Agatha, Rafael, Alvin dan Amel melakukan sesuai dengan rencana.
Agatha mengawasi bagian barat dengan seksama, begitu pula Amel dan lainnya. Sejauh ini, masih belum ada tanda-tanda keberadaan Aurel. Agatha sedikit kesulitan, ia takut rencana yang disusun tidak berjalan sesuai ekspektasi yang ada.
'Nggak mungkin gagal kan? gue harus berusaha sekuat tenaga! Aurel! kakak mohon! tunjukkan dimana kamu berada!' batin Agatha.
Dibagian Utara Amel terlihat sedikit kesusahan, maklum.. kekuatan Amel juga tidak seberapa dibandingkan Rafael apalagi Agatha sendiri.
Tak disangka, memang usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.. Aurel terkecoh dan berhasil dikepung Agatha.
Saat mereka berkumpul disatu titik, terlihat Aurel yang kebingungan mencari jalan keluar. Merekapun tersenyum puas! Kecuali Agatha, dia sangat khawatir sekarang.. bagaimana tidak? dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Aurel nanti. Ahh tidak! apa Aurel kenal dengannya? semenjak lahir dia bahkan tidak pernah bertemu Aurel?
Aurel menatap Agatha dengan tatapan yang aneh, hmm mungkin sangat anehh. "Kakak?" ucap Aurel pelan namun berhasil membuat Agatha membulatkan matanya. 'kakak? bagaimana bisa dia kenal gue? bahkan sejak dia lahir gue sedikitpun nggak pernah liat wajahnya' batin Agatha kaget. "Kakak? kenapa kakak nangkap Aurel?" Aurel semakin penasaran akan alasan Agatha. Mungkin faktor dari umurnya yang masih muda, dia tidak tahu akan bahaya yang ada didalam dirinya dan bahaya yang mengancamnya juga. Selama ini, dia hanya tau 'melarikan diri saat melihat orang' itulah yang diajarkan ibu asuhnya.
"Aurel ingat kakak?" Agatha berusaha tenang, dia sadar kalau Aurel belum mengerti apa-apa. Saat ini, bukan waktunya untuk mengatakan yang sebenarnya kepada anak kecil tersebut. Seiring bertambahnya usia dan berjalannya waktu pasti dia akan mengerti.
"Ingatt!! ibu berkata.. kakak Agatha itu orang yang cantik, baik, memiliki rambut yang panjang nan indah!! pasti ini kakak Agatha kan?" ucap Aurel dengan kata berbinar. Agatha bingung dengan sikap anak ini, selain mengenali Agathaa, dia juga bilang ibu? bukankah ibunya-?
'Ibu? Aurel.. apa yang terjadi?? ahh! tidak! gue nggak bisa semudah ini menyimpulkan! gue harus cari tau dulu siapa sosok ibu yang dibicarakan Aurel ini!! dan kenapa orang itu membawa-bawa nama gue?' Batin Agatha. "A-ahh.. Aurel sayangg.. iya ini kakak.. kamu sudah besar ternyata" ucap Agatha sembari mendekati Aurel dan melepaskan penghalangnya.
"Agatha-!!" teriak Amel. Namun Agatha hanya terdiam, dia fokus mengamati Aurel dari atas sampai ke bawah. 'kalian pergilah! masalah Aurel biar gue yang urus!! sekarang belum saat nya dia pergi!!' Ucap Agatha dalam isyarat matanya.
Rafael mengangguk mengerti, bagaimanapun Aurel adalah adik Agatha, dia tidak akan mudah melepaskan Aurel begitu saja. Tapi Rafael yakin, Agatha pasti memiliki rencana tersendiri untuk ini.
Satu persatu penghalang hilang, karena satu persatu dari mereka juga pergi. Entah percaya atau tidak terhadap Agatha, dirinya sama sekali tidak peduli. Yang ada dipikirannya sekarang, bagaimana mengatasi Aurel.
Aurel kegirangan melihat Agatha ingat akan dirinya "Kakak? jangan takut.. meski Aurel nggak pernah lihat kakak, tapi Aurel tau.. Aurel bisa rasain keberadaan kakak" ucap Aurel. "Benarkah? Aurel nggak berfikir aneh-aneh? bagaimana kalau kakak nangkap Aurel buat dibunuh?" tanya Agatha, sungguh! dia sangat penasaran akan jawaban Aurel tentang penglihatan nya kepada orang lain (manusia lain selain ibu dan dirinya).
"Tidak... meski ibu pernah bilang, kalau bertemu orang lain.. Aurel harus larii.. karena katanya orang itu jahat, Aurel nggak boleh percaya sama selain ibu! walaupun itu ayah!" ucap Aurel percaya diri. "Anak pintar" puji Agatha. "Ahh.. Aurel, bagaimana kalau kita bicara di rumah kakak? biar lebih enakk" tawar Agatha sedikit ragu, dia takut Aurel dapat menebak niatnya.
"Rumah kakak? emm.. bolehh!" sahut Aurel cepat. "Tidak izin ibu dulu?". "Ibu? I-ibu Aurel meninggal karena melindungi Aurel dari A-al All siapa yaa Aurel lupa" ucap Aurel sembari menundukkan kepalanya.
Momen-momen yang membuatnya hancur kembali terlintas didalam benaknya. Sosok ibu yang selalu ada dihati, sosok ibu yang paling dipercayai di dunia ini meninggal terkena serangan seseorang secara menggenaskan. Awalnya orang itu berniat membunuh Aurel, namun siapa sangka ibunya tiba-tiba datang dan melindungi Aurel.
Siapa sosok ibu itu? Kenapa dia berbuat senekat itu sampai mengorbankan nyawanya sendiri demi Aurel yang jelas-jelas bukan anak kandungnya? Kenapa? bahkan ibu kandungnya sendiri-? huh!! fakta apa ini!
Aurel hanya mengangguk, dan mengikuti langkah Agatha menuju rumahnya. Tidak ada yang tahu, apakah Aurel berpura-pura polos atau memang dia begitu. Agatha tidak memperhitungkan ini lagi. Di kehidupan ini, dia hanya ingin merubah hidup Aurel, meski tidak sepenuhnya. Agatha ingin, Aurel tumbuh seperti manusia pada umumnya. Sekolah, bermain dan bertengkar. Itu cukup untuk membuat Aurel sedikit mengesampingkan kekuatannya yang amat besar.
Sesampainya di rumah, Agatha membuka perisai yang ada di rumah tersebut dan menggantinya dengan kekuatan miliknya. Ini menandakan, tidak ada yang bisa masuk dan keluar seenaknya kecuali dengan seizin Agatha. Meski itu Rafael, Amel atau Alvaro sekalipun.
Tekadnya bulat, ia ingin menemani Aurel sampai akhir hayatnya. Padahal dia sendiri tidak tau, mungkinkah Agatha yang akan mati duluan atau Aurel. Itu semua rahasia Tuhan.
"Aurel mau kakak buatkan apa?" tanya Agatha menatap Aurel yang sedang duduk di sofa empuk miliknya. Aurel menggeleng, "Kakak.. Aurel nggak ingin minum" jawab Aurel. "Aurel maunya apa hm?" tanya Agatha dengan lembut. "Tidak mau apa-apa, Aurel cuman mau kakak menemani Aurel disini" ucap Aurel.
"haha.. baiklah, kakak akan disini sayang.. oh iya, Kakak ingin bertanya sesuatu" ucap Agatha, dia mendudukkan dirinya disamping Aurel. Aurel hanya diam, matanya menunjukkan pertanyaan "kakak mau tanya apa?" mungkin itulah yang ada di pikiran Aurel sekarang.
"Aurel tidak mau sekolah? nanti, Aurel bisa mendapat teman yang banyaakk sekali.. Aurel juga bisa bermain keluar bersama teman-teman.. Ahh iyaa dan mulai sekarang, Aurel akan tinggal sama kakak" ucap Agatha dengan senyum manisnya. "Benarkah? terimakasuh kakakk" ucap Aurel kegirangan. "Aurel mau banyak teman.. ta-tapi Aurel takut temannya jahatt" tambah Aurel lagi.
"Selama Aurel nggak salah, Aurel nggak perlu takut.. tapii kalau Aurel melakukan sebuah kesalahan, selain mengaku.. Aurel juga harus meminta maaf.. faham?". Aurel mengangguk mengerti.
"Sudah hampir malam, sebaiknya Aurel tidur.. besok kakak akan Carikan sekolah buat kamu" ucap Agatha, dia lalu menggendong Aurel ala koala dan membawanya masuk kedalam kamar. Sebenarnya ada dua kamar dirumah ini, namun Agatha lebih memilih untuk tidur bersama Aurel.
Keseharian Agatha sekarang mungkin akan berubah drastis, dari yang suka keluyuran, mungkin sekarang akan menetap dirumah merawat adiknya ini. Tunggu-tunggu!! bagaimana dengan Alvaro? hah- mungkin Agatha juga tidak punya banyak waktu untuk bertemu dengannya, apalagi bermesraan seperti dahulu.
Agatha memeluk Aurel dengan erat, berharap bencana dimasa depan adalah sebuah kebohongan belaka. Jujur, dia sangat sulit melepas Aurel. Apalagi dengan statusnya yang sekarang.. dia benar-benar tidak punya keluarga. Ayah dan ibunya- sudah lama pergi.. sedangkan sekarang? ibu asuhnya pun pergi meninggalkan dia sendiri.. hanya ada Agatha! hanya Agatha kepercayaan Aurel setelah ibu asuhnya. Tapi- mungkin! kita tidak tau apa yang ada dipikiran Aurel.. Apa dia merencanakan sesuatu atau tidak, hanya dia yang tau.
Kedua perempuan tersebut akhirnya terlelap dalam mimpinya masing-masing. Dengan posisi yang masih sama, yaitu Aurel yang berada di dekapan Agatha. Mungkin dia merasa hangat, sangat nyaman sekarang.. berasa dipeluk oleh ibunya lagi.
__________________________________________________
**Uuu jadi kasian lihat Aurel... tapi nggak tau juga dehh, kita kan nggak bisa baca pikiran orang><
biasanya sih diberi susu dibalas air tuba.. tapi nggak semuanya sihh><
Oh iyaa!
jangan lupa like 👍🏽, coment 💬, vote ☑️, dan tekan favorit 🖤**