
Mendengar ucapan Agatha, mereka terkejut. Tidak disangka, ternyata Aurel adalah awal dari kehancuran. "L-lu yakin Tha? lu nggak salah menyimpulkan kan?" tanya Amel yang masih tidak percaya. "Lu boleh nggak percaya sama gue.. lu bisa buktiin nanti" jawab Agatha singkat.
"Tha! tapi gimana dengan lu dan paman Argan? secara kalian kan berkeluarga!!" ucap Rafael kebingungan. "Itu yang buat gue bingung! ahh! gimana kalo kita tangkap Aurel dan kurung dia di suatu tempat? disini misalnya, dimana dia nggak akan pernah ditemuin orang lain! dan saat waktu itu tiba.. kita bisa musnahin dia" usul Agatha yakin. "Thaa.. lu-". "Gue ngerti dan gue tau!! tapi gue juga nggak mau ngorbain beribu nyawa hanya untuk satu orang Mel!! alangkah baiknya nyawa satu orang dikorbankan demi beribu-ribu nyawa.. kalopun itu bisa diganti! gue akan gantiin Aurel!" Ucap Agatha tegas.
"Iya gue ngerti.. yaudah, tugas ini lu serahin kita aja.." ucap Rafael, lalu menatap Amel sekilas. "Kalian yakin? satu hari ini kalian gagal kan temuin dia??" tanya Agatha santai. "Kita cari sama-sama.. gue rasa akan lebih mudah kalo kita bergabung" ucap Agatha lagi.
"Sepakat!" sahut Amel cepat, ia tahu Rafael akan segera membantah usulan Agatha lagi. Dan itu tidak akan menyelesaikan masalah! "Besok kalian temuin gue di perbatasan" ucap Agatha lalu beranjak pergi. Sementara Amel dan Rafael hanya bisa saling menatap tanpa suara.
Agatha berjalan keluar rumah dan menghampiri Alvaro yang sedang duduk di bangku taman. "Varr.." panggil Agatha. Panggilan Agatha menyadarkan Alvaro dari lamunannya. Entah apa yang dilamunkan pangeran vampir itu!
"Melamun?" tanya Agatha sembari duduk didekat Alvaro. "Hmm.. saya sedang memikirkan sesuatu" jawab Alvaro tanpa menoleh. "Memikirkan apa? sampai-sampai kamu mengabaikan saya??" tanya Agatha lagi. "Saya tidak bisa memberitahu kamu Tha.. tapi saya juga tidak bisa menyembunyikan sesuatu, tolong jangan bertanya lagi yaa". Agatha mengerti maksud Alvaro, diapun segera diam.
"Besok.. saya ada urusan.. jadi tidak bisa menemani kamu" ucap Agatha. Dia tak menatap Alvaro melainkan menatap pemandangan yang jauhh dari pandangan mata. "Saya mengerti... Tha, sejak kapan pembicaraan kita terlalu formal seperti ini?" bingung Alvaro. "Varr.. kamu lupa? kita pasangan dari 20 ribu tahun lalu.. menurut kamu apa sudah ada bahasa yang sekarang??" tanya Agatha balik dan hanya dibalas senyuman oleh Alvaro.
"Lupakan saja.. ahh lebih baik kamu pulang dulu, takutnya ayah memarahi kamu lagi" ucap Agatha yang masih menatap pemandangan tadi. Alvaro membulatkan matanya kaget! 'Ayah?' dia tadi memanggil ayahnya dengan sebutan ayah?? argghh mimpi apa ini!! dia hanya berharap semoga panggilan ayah tersebut, akan digunakan selamanya.
Sadar kalau Alvaro hanya diam, dan bukan menjawab Agatha.. Agatha menepuk pundaknya pelan "Heyyy Var ada apa?" tanya Agatha bingung. Bukan bingung sih, lebih tepatnya berpura-pura!
"A-ahh tidak apa .. saya hanya merasa ada yang aneh" ucap Alvaro dengan senyum andalannya."Panggilan ayah untuk calon ayah?" goda Agatha. Ucapan yang penuh semangat dari Agatha membuat Alvaro kembali bangkit.
Sebenarnya kemarin-----
______
"Ayahh!! Saya mohon.. izinkan saya bersama Agathaa, saya janji.. saya akan membahagiakan ayah, dan juga membuat perdamaian diantara bangsa kita" Alvaro berlutut didepan Ayahnya. "BAGAIMANA BISA KAMU MEMBAHAGIAKAN AYAH, JIKA LARANGAN AYAH SAJA KAMU LAKUKAN! HAH!" Bentak Bara.
"Ayahh-!!! ayahh belum tahu bagaimana Agatha! dia-". "AYAH TIDAK PERLU TAU! DIA ADALAH RATU SERIGALA DAN ENGKAU CALON RAJA VAMPIR!! DIMANA RASA PERTANGGUNGJAWABAN MU HAH!!! JANGAN BUTA ALVARO!" Lagi-lagi ayahnya membentak dengan nada yang tinggi, juga amarah yang tak tertahankan lagi. Meski ke-6 saudara Alvaro sudah berusaha menenangkan Bara, juga menghentikan Alvaro.. namun tak berarti! mereka berdua sama-sama keras kepala!
"Ayah ayahh tenanglahh!" lerai Michelle. 'Alvaro berdiri! jangan keterlaluan!! bersikaplah sedikit sopan pada ayah!! lu harus minta baik-baik Var!!' Ucap Arlene dalam hatinya. 'Nggak gitu caranya agar ayah izinin lu Var!! menurut gue ayah ada benarnya juga! ayah hanya berjaga-jaga!' ucap Arrabelle.
"Alvaro-! keluarlah dulu.. biarkan ayah tenang!" pinta Andra lembut. "Gue nggak akan bangun sebelum ayah izinin hubungan gue sama Agatha" ucap Alvaro yakin. 'Lu keras kepala bangett sumpah!!! lu tau nggak apa yang lu lakuin!! Akvaro-!! selagi ayah masih tenang! lu mending berhenti deh! turutin aja apa kata ayahh! apa susahnya sih!!' Omel Nathan dalam hatinya.
Percuma saja mereka mengumpat dihati, Alvaro tetap bisa mendengarkannya. Selama berjam-jam Alvaro berlutut diruangkan sang ayah, namun ia tak kunjung mendapat restu. Akhirnya Alvaro menyerah, bukan menyerah mencintai Agatha,.namun ia menyerah memohon kepada Bara. Bagaimanapun, apaapun yang terjadi Agatha harus tetap bersama Alvaro. Itulah yang ada dipikirannya sekarang.
_______
"A-ahh iya saya lupa... saya harus mengurus sesuatu di istana, lebih baik kamu pulang dulu" ucap Agatha tiba-tiba. "Ohh? baiklah.. hati-hati" ucap Alvaro.
Setelah selesai berbincang, kemudian Agatha meninggalkan taman. Seperti yang dikatakan, Agatha memiliki urusan penting di istana. Tapi bukan urusan dengan seluruh serigala. Hanya Alvin,Rafael,Amel dan dia yang tau soal ini. Apa lagi? tentu saja Aurel! bocah tengik yang mengganggu kenyamanan masyarakat!! wkwk><
(Keknya author ada dendam nih sama Aurel><)
"Raf! gue udah cari.. dan- gue emang mencium bau Aurel ditempat itu" ucap Alvin. "Lu serius? kok bisa? bahkan kemarin gue gunain kekuatan gue, tapi tetep nggak bisa temuin apapun!" ucap Rafael. "Memang begitu" ucap Agatha.
"30% dia ada di dunia manusia 30% ada didunia kita dan 10% dia ada dikalangan bangsa vampir" tambah Agathaa. "Menurutlu? kita harus cari dia mulai darimana?" tanya Amel. "Tidak bisa memutuskan! ah! begini aja.. Amel dan Rafael! kalian cari ke bagian barat dunia manusia.. gue dan Alvin akan cari bagian timur bangsa serigala... kemungkinan besar, dia ada di tempat yang sulit dilacak seperti tempat tadi! (rumah Agatha di dunia manusia)" ucap Agatha.
"Gue dan Rafael?! nggak! gue kurang setuju.. akan lebih baik kalo kita kepung dia" usul Amel. "Gue dari Utara, Rafael Timur, Agatha barat dan Alvin, lu bagian selatan" lanjut Amel sebelum teman-teman nya itu bertanya. "Boleh!" jawab Agatha cepat.
"Gunakan tenaga kalian untuk mengalangi jalan! jangan biarkan ada celah sedikitpun" usul Alvin. "Oke! besok pukul 12 malam, kita mulai rencananya!" ucap Agatha dan mendapat anggukan dari ketiga sahabatnya.
'Kali ini.. kita nggak bisa gagal lagi!! demi kedamaian ketiga bangsa! gue harus dapetin lu Aurel!' batin Rafael.
'maafin kakak Rel.. kakak harus tangkep kamu, tapi kakak janji.. sebelum waktunya, kakak nggak akan sakitin kamu, dan nggak akan biarin orang lain nyentuh kamu!' Batin Agatha.
'Rencana kali ini harus lancar!!' batin Alvin.
'gue tau bagi lu ini berat Tha.. tapi inilah takdir, kita nggak akan bisa melawan takdir atau bahkan merubahnya' batin Amel.
_______
***Gimana guys menurut kalian? kita bisa merubah takdir nggak?? menurut author sihh mungkin Aja.. dengan berdoa dan terus berusaha!! hehe><
Okee²! semoga apapun cita-cita kalian terwujud yaa😁 Kalo ada musibah bersabar and kalo ada nikmat disyukuri kawann🤍
jangan lupa like 👍🏽, coment 💬, vote ☑️, dan tekan favorit 🖤***